27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Dari Audisi Bondres tentang Arak Bali : Ajak Melestarikan dan Memanfaatkan Secara Baik dan Benar

Arak menjadi tema utama dalam pementasan bondres hasil audisi. Puluhan sekaa bondres akan menggarap tema pelestarian dan cara mengonsumsi arak dengan baik dan benar.

 ANTUSIASME itu terlihat dari jumlah peserta. Sebanyak 26 sekaa atau komunitas bondres di Bali mengikuti audisi pergelaran bondres tradisi yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 23-24 Januari 2023 mendatang di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar.

Kali ini dengan tema ” Harkat Arak Bali”, yang  menyisipkan pergub tentang arak Bali, yakni  eksistensi arak sebagai warisan budaya adi luhung. Juga pembuatan serta cara minum arak Bali dengan baik dan benar.

Kepala Bidang (Kebid) Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani mewakili Kepala Dinas Kebudayaan mengungkapkan,  kegiatan audisi pergelaran  bondres merupakan kegiatan dari program Peragaan dan Pementasan Perlindungan Pengembangan Pemanfaatan Objek Pemajuan Tradisi Budaya Tahun 2023.

Baca Juga:  ISI Denpasar Gelar Intermingle Art Fashion, Ini Maknanya…

“ Audisi akan dinilai oleh tim juri selama dua hari yang akan memperebutkan 10 nominasi terbaik dan berhak mendapatkan dana sebesar Rp 17 jutaan dipotong pajak,” kata Sulastriani usai pelaksanaan technical meeting   kemarin, Selasa (17/1/2023).

Salah satu dewan juri Prof.  I Made Bandem menjelaskan tema utama masalah arak sesuai Pergub, karena arak sedang dipromosikan pemerintah daerah. Bertujuan sebagai sosialisasi sehingga  dipahami oleh masyarakat .

Lanjutnya, melalui bondres ini,  arak sebagai minuman tradisi mampu bersaing dengan minuman alkohol lainya. “ Jadi arak ini sudah ada tercatat pada  prasasti Batur  Abang pada abad ke- 11. Artinya sebuah tradisi lama yang perlu dilestarikan,” terang Prof. Bandem yang juga selaku kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Ia menambahkan, melalui lomba bondres yang ditekankan adalah bagaimana prosesi pembuatan arak, promosinya seperti apa. “  Arak betul betul memberi manfaat jangan sampai mabuk, justru sebaliknya arak memberi manfaat bagi kesehatan dan sebagainya,” ungkap Prof. Bandem yang didiampingi dua juri lainya yaitu Prof. Wayan Dibida dan Prof. Wayan Rai.

Baca Juga:  Mati Suri, Teater Sastra Welang Kembali Lewat Kolaborasi Video Puisi

Kadek Wahyudita mewakili Tim Kreatif menambahkan, secara teknik audisi bondres tradisi ini akan digelar selama dua hari.

Dengan jumlah peserta 26 sanggar atau kelompok, masing- masing akan tampil selama 20 menit dengan iringan gamelan. “ Untuk iringan diberikan kebebasan, yang jelas ada gamelan, entah inovatif maupun gong kebyar, semarandana dan sebagainya,” kata Wahyu.

Bondres disajikan menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa utama dapat pula  dipadukan dengan bahasa atau bahasa asing. “ Gegonjakan wajib memperhatikan unsur satyam, siwam dan sundaran,” ucapnya. [ni kadek novi febriani/radar bali]



Arak menjadi tema utama dalam pementasan bondres hasil audisi. Puluhan sekaa bondres akan menggarap tema pelestarian dan cara mengonsumsi arak dengan baik dan benar.

 ANTUSIASME itu terlihat dari jumlah peserta. Sebanyak 26 sekaa atau komunitas bondres di Bali mengikuti audisi pergelaran bondres tradisi yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 23-24 Januari 2023 mendatang di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar.

Kali ini dengan tema ” Harkat Arak Bali”, yang  menyisipkan pergub tentang arak Bali, yakni  eksistensi arak sebagai warisan budaya adi luhung. Juga pembuatan serta cara minum arak Bali dengan baik dan benar.

Kepala Bidang (Kebid) Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani mewakili Kepala Dinas Kebudayaan mengungkapkan,  kegiatan audisi pergelaran  bondres merupakan kegiatan dari program Peragaan dan Pementasan Perlindungan Pengembangan Pemanfaatan Objek Pemajuan Tradisi Budaya Tahun 2023.

Baca Juga:  Dosen UWA Australia Gelar Pameran untuk Seniman Bali dan Toraja

“ Audisi akan dinilai oleh tim juri selama dua hari yang akan memperebutkan 10 nominasi terbaik dan berhak mendapatkan dana sebesar Rp 17 jutaan dipotong pajak,” kata Sulastriani usai pelaksanaan technical meeting   kemarin, Selasa (17/1/2023).

Salah satu dewan juri Prof.  I Made Bandem menjelaskan tema utama masalah arak sesuai Pergub, karena arak sedang dipromosikan pemerintah daerah. Bertujuan sebagai sosialisasi sehingga  dipahami oleh masyarakat .

Lanjutnya, melalui bondres ini,  arak sebagai minuman tradisi mampu bersaing dengan minuman alkohol lainya. “ Jadi arak ini sudah ada tercatat pada  prasasti Batur  Abang pada abad ke- 11. Artinya sebuah tradisi lama yang perlu dilestarikan,” terang Prof. Bandem yang juga selaku kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Ia menambahkan, melalui lomba bondres yang ditekankan adalah bagaimana prosesi pembuatan arak, promosinya seperti apa. “  Arak betul betul memberi manfaat jangan sampai mabuk, justru sebaliknya arak memberi manfaat bagi kesehatan dan sebagainya,” ungkap Prof. Bandem yang didiampingi dua juri lainya yaitu Prof. Wayan Dibida dan Prof. Wayan Rai.

Baca Juga:  ISI Denpasar Gelar Intermingle Art Fashion, Ini Maknanya…

Kadek Wahyudita mewakili Tim Kreatif menambahkan, secara teknik audisi bondres tradisi ini akan digelar selama dua hari.

Dengan jumlah peserta 26 sanggar atau kelompok, masing- masing akan tampil selama 20 menit dengan iringan gamelan. “ Untuk iringan diberikan kebebasan, yang jelas ada gamelan, entah inovatif maupun gong kebyar, semarandana dan sebagainya,” kata Wahyu.

Bondres disajikan menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa utama dapat pula  dipadukan dengan bahasa atau bahasa asing. “ Gegonjakan wajib memperhatikan unsur satyam, siwam dan sundaran,” ucapnya. [ni kadek novi febriani/radar bali]


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru