alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Mohon Kesuburan Padi, Warga Taro Haturkan Banten Pendetan

GIANYAR – Bertepatan pujawali atau upacara di Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, warga menggelar upacara.

Pada kesempatan itu, warga yang sebagian besar petani memohon kesuburan tanaman padi.

Penyarikan Desa Adat Patas, Ketut Wija, menyatakan upacara di pura bertepatan purnama kapat digelar setiap satu tahun sekali.

“Merupakan pujawali yang berhubungan langsung dengan pertanian warga,” ujarnya. Rangkaian upacara dimulai dengan Nedunang (menurunkan) Ida Bhatara.

Kemudian puncak upacara digelar Senin malam (16/10) dengan berbagai rangkain upacara hingga kemarin.

Di antara rangkaian upacara ini setiap anggota keluarga menghaturkan sesajen khusus. Itu disebut banten Pendetan.

Sebelum dilakukan prosesi upacara, banten inipun di disertakan dan awali dengan Tari Pendet yang dibawakan pemuda desa.

Baca Juga:  Rayakan Ultah ke 29, Anggi Rilis Lagu Idaman Hati, Ini Tantangannya…

“Dan biasanya sesuai jumlah kepala keluarga banten inipun dihaturkan di masing-masing palinggih,” jelasnya.

Wija menambahkan, saat puncak acara, warga juga membuat sesajen perangkat. Berupa persembahan nasi lengkap garam dan daging.

Perangkat ini pun akan dibagikan untuk seluruh anggota Krama Desa, prajuru adat, serta sinoman. “Ini dibuat khusus berisikan nasi putih, daging dan garam dalam sebuah perangkat,” terangnya.

Dengan digelarnya upacara ini, pihaknya berharap diturunnya berkah dan kesuburan. Terutama membawa kesuburan bagi segala jenis tanaman pertanian warga, utamanya tanaman padi. 



GIANYAR – Bertepatan pujawali atau upacara di Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, warga menggelar upacara.

Pada kesempatan itu, warga yang sebagian besar petani memohon kesuburan tanaman padi.

Penyarikan Desa Adat Patas, Ketut Wija, menyatakan upacara di pura bertepatan purnama kapat digelar setiap satu tahun sekali.

“Merupakan pujawali yang berhubungan langsung dengan pertanian warga,” ujarnya. Rangkaian upacara dimulai dengan Nedunang (menurunkan) Ida Bhatara.

Kemudian puncak upacara digelar Senin malam (16/10) dengan berbagai rangkain upacara hingga kemarin.

Di antara rangkaian upacara ini setiap anggota keluarga menghaturkan sesajen khusus. Itu disebut banten Pendetan.

Sebelum dilakukan prosesi upacara, banten inipun di disertakan dan awali dengan Tari Pendet yang dibawakan pemuda desa.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Doa Bersama di Pura Desa dan Puseh Carangsari

“Dan biasanya sesuai jumlah kepala keluarga banten inipun dihaturkan di masing-masing palinggih,” jelasnya.

Wija menambahkan, saat puncak acara, warga juga membuat sesajen perangkat. Berupa persembahan nasi lengkap garam dan daging.

Perangkat ini pun akan dibagikan untuk seluruh anggota Krama Desa, prajuru adat, serta sinoman. “Ini dibuat khusus berisikan nasi putih, daging dan garam dalam sebuah perangkat,” terangnya.

Dengan digelarnya upacara ini, pihaknya berharap diturunnya berkah dan kesuburan. Terutama membawa kesuburan bagi segala jenis tanaman pertanian warga, utamanya tanaman padi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/