27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Sakit Kanker, Pegiat Teater Nano Riantiarno Berpulang

RadarBali.id– Sempat berjuang menyembuhkan sakit kanker yang dideritanya, seniman, pegiat teater, Norbertus alias Nano Riantiarno akhirnya berpulang.

Kabar duka dari pendiri Teater Koma ini terkonfirmasi  oleh Rangga, anak dari almarhum.“Iya meninggal tadi pagi pukul 06.58 WIB di rumah,” kata Rangga kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/1/2023).

Nano meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan penyakit kanker pada bagian paha kiri. Tindakan operasi pada bagian paha sempat dilakukan pada tanggal 8 November 2022.

“Penyebaran kanker di paha kiri menyebar ke paru-paru. Untuk menyebar ke paru-paru baru terdeteksi pada tanggal 23 Desember pas di rontgen. Beliau batuk-batuknya awal Desember. Kami pikir itu batuk biasa, dibawa ke dokter, di-rontgen tanggal 23 Desember, baru ketahuan (telah menyebar) di paru-paru,” jelasnya.

Baca Juga:  Lontar Kuno Berjamur, Begini Cara Penyuluh Bahasa Bali Merawat…

Layak Dapat Gelar Doktor Honoris Causa

Kegigihan dan konsistensi Norbertus Riantiarno di dunia kesenian tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Selama puluhan tahun sejak tahun 1965 silam dia mengabdikan diri untuk dunia panggung teater dan masih aktif berkarya sampai menjelang akhir hayatnya.

Nano, sapaan akrab Norbertus Riantiarno, seharusnya mendapatkan penghargaan Doktor Honoris Causa dari salah satu universitas. Namun sebelum hal itu terjadi, Nano sudah meninggal lebih dulu.

“Meski sakit, beliau masih sempat ngetik. Sebetulnya beliau harusnya mendapat penghargaan Doktor Honoris Causa dari ISI Solo kalau nggak salah. Cuma karena sakit, ditunda dulu dan dia menulis makalah untuk itu,” papar Rangga, anak dari almarhum kepada JawaPos.com, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga:  Leak…Hi…Hi…Serem, Film Lokal Paling Serem yang Layak Anda Tonton

Selain itu, Desember 2022 lalu Nano juga memenangkan sayembara naskah dari Dewan Kesenian Jakarta lewat naskahnya yang berjudul Matahari dari Jakarta.

“Harusnya pada Novemner 2023 aka dipentasin naskahnya yang menang. Kita masih memikirkan kelanjutannya gimana (pementasannya),” tutur Rangga.

Diketahui, pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno atau Nano, meninggal dunia tadi pagi. Dia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.58 WIB di rumahnya setelah pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu.

Saat ini jenazah Norbertus Riantiarno sedang berada di rumah duka Sanggar Teater Koma yang terletak di jalan Cempaka Raya No. 15, Bintaro, Jakarta Selatan.Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Sabtu (21/1/2023) besok di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor. [JPG/jawapos.com]

 

 



RadarBali.id– Sempat berjuang menyembuhkan sakit kanker yang dideritanya, seniman, pegiat teater, Norbertus alias Nano Riantiarno akhirnya berpulang.

Kabar duka dari pendiri Teater Koma ini terkonfirmasi  oleh Rangga, anak dari almarhum.“Iya meninggal tadi pagi pukul 06.58 WIB di rumah,” kata Rangga kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/1/2023).

Nano meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan penyakit kanker pada bagian paha kiri. Tindakan operasi pada bagian paha sempat dilakukan pada tanggal 8 November 2022.

“Penyebaran kanker di paha kiri menyebar ke paru-paru. Untuk menyebar ke paru-paru baru terdeteksi pada tanggal 23 Desember pas di rontgen. Beliau batuk-batuknya awal Desember. Kami pikir itu batuk biasa, dibawa ke dokter, di-rontgen tanggal 23 Desember, baru ketahuan (telah menyebar) di paru-paru,” jelasnya.

Baca Juga:  Lindungi Warisan Leluhur, Renovasi Pura Wajib Izin Lembaga Terkait

Layak Dapat Gelar Doktor Honoris Causa

Kegigihan dan konsistensi Norbertus Riantiarno di dunia kesenian tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Selama puluhan tahun sejak tahun 1965 silam dia mengabdikan diri untuk dunia panggung teater dan masih aktif berkarya sampai menjelang akhir hayatnya.

Nano, sapaan akrab Norbertus Riantiarno, seharusnya mendapatkan penghargaan Doktor Honoris Causa dari salah satu universitas. Namun sebelum hal itu terjadi, Nano sudah meninggal lebih dulu.

“Meski sakit, beliau masih sempat ngetik. Sebetulnya beliau harusnya mendapat penghargaan Doktor Honoris Causa dari ISI Solo kalau nggak salah. Cuma karena sakit, ditunda dulu dan dia menulis makalah untuk itu,” papar Rangga, anak dari almarhum kepada JawaPos.com, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga:  Mistis, Ratusan SMAN 2 Tabanan Pentaskan Tari Kecak Sang Hyang Memedi

Selain itu, Desember 2022 lalu Nano juga memenangkan sayembara naskah dari Dewan Kesenian Jakarta lewat naskahnya yang berjudul Matahari dari Jakarta.

“Harusnya pada Novemner 2023 aka dipentasin naskahnya yang menang. Kita masih memikirkan kelanjutannya gimana (pementasannya),” tutur Rangga.

Diketahui, pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno atau Nano, meninggal dunia tadi pagi. Dia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.58 WIB di rumahnya setelah pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu.

Saat ini jenazah Norbertus Riantiarno sedang berada di rumah duka Sanggar Teater Koma yang terletak di jalan Cempaka Raya No. 15, Bintaro, Jakarta Selatan.Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Sabtu (21/1/2023) besok di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor. [JPG/jawapos.com]

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru