alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Ingatkan Bahaya Zaman Instan

NEGARA – Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana, kembali menggelar Festival Seni Pelajar Jembrana (FSPJ) 2018, di Mendapa Kesari, Negara, Sabtu (21/10).

Pagelaran seni pelajar yang di buka resmi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Nengah Alit, rencananya akan berlangsung dari 21-27 Oktober 2018 mendatang.

Koordinator komunitas Kertas Budaya dan fasilitator FSPJ, Nanoq da Kansas, ditemui disela acara mengatakan, ajang seni tahunan ini bertujuan untuk mengajak para pelajar tidak melupakan proses kreatif di tengah gencarnya berbagai hal dan produk yang bersifat instan saat ini.

“Sekarang adalah zaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya,” ujarnya.

Dikatakan, para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan mudah bisa melalui handphone untuk mengakses internet, mencari referensi di google, berkesenian dari youtube.

“Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali,” ungkapnya.

Proses pendidikan formal di kelas, lanjutnya, juga tidak memberi kesempatan yang cukup untuk berproses kepada para pelajar. Pelajar dan guru-guru sekarang adalah objek percobaan politik kurikulum. Mereka tak punya waktu berinteraksi secara wajar.

“Mereka butuh wahana untuk lepas dari tindasan interaksi formal sekolah,” terangnya.

Karena itu FSPJ ini diselenggarakan. Dengan FSPJ para pelajar diajak kembali pada proses, kebersamaan, kewajaran.

“Di sini tidak ada show, di sini adalah proses,” tandasnya.



NEGARA – Komunitas Kertas Budaya dan Forum Seni Pelajar Jembrana, kembali menggelar Festival Seni Pelajar Jembrana (FSPJ) 2018, di Mendapa Kesari, Negara, Sabtu (21/10).

Pagelaran seni pelajar yang di buka resmi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Nengah Alit, rencananya akan berlangsung dari 21-27 Oktober 2018 mendatang.

Koordinator komunitas Kertas Budaya dan fasilitator FSPJ, Nanoq da Kansas, ditemui disela acara mengatakan, ajang seni tahunan ini bertujuan untuk mengajak para pelajar tidak melupakan proses kreatif di tengah gencarnya berbagai hal dan produk yang bersifat instan saat ini.

“Sekarang adalah zaman instan. Semua yang diterima dan dilakoni anak-anak muda adalah produk instan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan dan seni budaya,” ujarnya.

Dikatakan, para pelajar mengerjakan tugas literatur dengan layanan mudah bisa melalui handphone untuk mengakses internet, mencari referensi di google, berkesenian dari youtube.

“Mereka tercerabut dari budaya proses. Ini berbahaya sekali,” ungkapnya.

Proses pendidikan formal di kelas, lanjutnya, juga tidak memberi kesempatan yang cukup untuk berproses kepada para pelajar. Pelajar dan guru-guru sekarang adalah objek percobaan politik kurikulum. Mereka tak punya waktu berinteraksi secara wajar.

“Mereka butuh wahana untuk lepas dari tindasan interaksi formal sekolah,” terangnya.

Karena itu FSPJ ini diselenggarakan. Dengan FSPJ para pelajar diajak kembali pada proses, kebersamaan, kewajaran.

“Di sini tidak ada show, di sini adalah proses,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/