alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Bulfest Sajikan Baleganjur Massal

RadarBali.com – Festival budaya Buleleng Festival kembali digelar tahun ini. Pada tahun 2017 ini, Buleleng Festival akan dilangsungkan pada 2-6 Agustus mendatang.

Dinas Kebudayaan Buleleng pun akan menyajikan sejumlah kesenian massal yang akan menjadi sajian pembuka pada festival budaya terakbar di Buleleng ini.

Tahun ini Buleleng Festival rencananya akan dibuka dengan parade baleganjur massal. Total ada 20 sekaa baleganjur yang dilibatkan dalam pembukaan parade.

Puluhan sekaa itu berasal dari desa-desa maupun sanggar seni yang ada di Buleleng. Minggu (23/7) pagi kemarin, sekaa-sekaa itu melakukan gladi jelang pembukaan.

Sekaa mempersiapkan diri memainkan sebuah gending secara bersamaan. Gending itu juga akan dilengkapi koreografi tertentu.

Tantangannya cukup tinggi, karena gending harus dimainkan secara bersamaan. Jika tidak suaranya akan berantakan.

Baca Juga:  Warga Diminta Tahan Diri, Pemkab Janjikan Lahan dan Gedung Baru

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Bali, Wayan Sujana mengatakan, baleganjur sengaja disajikan sebagai pembuka festival.

Alasannya, tema yang dipilih adalah “The Power of Buleleng”. Baleganjur pun dianggap mewakili esensi tema kekuatan seni yang dimiliki oleh Buleleng.

“Dari segi musik tradisi Bali, yang punya power itu baleganjur. Makanya kami pilih baleganjur. Tahun ini ada 20 sekaa dan sanggar yang terlibat dalam parade baleganjur,” kata Sujana.

Selain itu Disbud Buleleng juga akan menggelar parade ngoncang. Ada sepuluh sekaa ngoncang yang dilibatkan, dengan jumlah pemain sebanyak 12-15 orang.

Ngoncang juga dipilih karena dianggap mewakili kekuatan musik pada masa agraris. Tahun ini, Buleleng Festival menyajikan sejumlah kesenian tradisi yang bernuansa pelesarian, eksperimental, dan pengembangan.

Baca Juga:  Kabar Duka, Sebulan, Enam Warga Buleleng Meninggal Karena HIV/AIDS

Pelestarian diwakili oleh kesenian gambuh, eksperimental diwakili kolaborasi antara wayang dengan bondres, sementara pengembangan diwakili seni drama mulai drama gong hingga drama inovatif. 



RadarBali.com – Festival budaya Buleleng Festival kembali digelar tahun ini. Pada tahun 2017 ini, Buleleng Festival akan dilangsungkan pada 2-6 Agustus mendatang.

Dinas Kebudayaan Buleleng pun akan menyajikan sejumlah kesenian massal yang akan menjadi sajian pembuka pada festival budaya terakbar di Buleleng ini.

Tahun ini Buleleng Festival rencananya akan dibuka dengan parade baleganjur massal. Total ada 20 sekaa baleganjur yang dilibatkan dalam pembukaan parade.

Puluhan sekaa itu berasal dari desa-desa maupun sanggar seni yang ada di Buleleng. Minggu (23/7) pagi kemarin, sekaa-sekaa itu melakukan gladi jelang pembukaan.

Sekaa mempersiapkan diri memainkan sebuah gending secara bersamaan. Gending itu juga akan dilengkapi koreografi tertentu.

Tantangannya cukup tinggi, karena gending harus dimainkan secara bersamaan. Jika tidak suaranya akan berantakan.

Baca Juga:  Sindir Pertemuan Rentenir Dunia Melalui Pameran Seni, Ini Kritiknya...

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Bali, Wayan Sujana mengatakan, baleganjur sengaja disajikan sebagai pembuka festival.

Alasannya, tema yang dipilih adalah “The Power of Buleleng”. Baleganjur pun dianggap mewakili esensi tema kekuatan seni yang dimiliki oleh Buleleng.

“Dari segi musik tradisi Bali, yang punya power itu baleganjur. Makanya kami pilih baleganjur. Tahun ini ada 20 sekaa dan sanggar yang terlibat dalam parade baleganjur,” kata Sujana.

Selain itu Disbud Buleleng juga akan menggelar parade ngoncang. Ada sepuluh sekaa ngoncang yang dilibatkan, dengan jumlah pemain sebanyak 12-15 orang.

Ngoncang juga dipilih karena dianggap mewakili kekuatan musik pada masa agraris. Tahun ini, Buleleng Festival menyajikan sejumlah kesenian tradisi yang bernuansa pelesarian, eksperimental, dan pengembangan.

Baca Juga:  Ngelurug Kantor Bupati, Krama Sanih Tuntut Hak Tanah Negara

Pelestarian diwakili oleh kesenian gambuh, eksperimental diwakili kolaborasi antara wayang dengan bondres, sementara pengembangan diwakili seni drama mulai drama gong hingga drama inovatif. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/