alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Roy Ungkap Boomerang Telah Sirna & Tak Ada Peluang Reuni Seiring Henry Wafat

KUTA – Wafatnya Hubert Henry Limahelu pada 2021 menimbulkan tanda tanya besar tentang nasib Boomerang. Sebab, Henry adalah penggawa terakhir dari formasi awal Boomerang, setelah sang vokalis Roy Jeconiah dan gitaris John Paul Ivan hengkang. Roy Jeconiah, mantan vokalis pun menyatakan Boomerang telah sirna seiring Henry wafat. Bahkan dia menyebut tak ada peluang untuk reuni.

Diketahui, Hubert Henry Limahelu adalah sosok terakhir yang membawa nama Boomerang. Ia meninggal dunia pada tahun 2021 lalu. Basis Boomerang (kadang mengisi vokal setelah Roy hengkang) itu mengembuskan napas terakhirnya pada usia 53 tahun.

Boomerang sendiri memiliki nama besar di kancah rock nasional. Bahkan hingga kini, lagu-lagu mereka masih dinikmati oleh para penggemar mereka di seluruh Indonesia. Namun nama Boomerang kian hilang setelah beberapa personel memutuskan satu persatu hengkang dari band yang terbentuk sejak tahun 1994 silam itu. Lalu tinggal lah Henry, basis yang terus membawa nama band yang telah membesarkan namanya itu.

Henry sempat menggaet beberapa personel baru. Mengisi gitar, drum dan vokalis. Hingga akhirnya, tahun 2021, Henry wafat. Lalu nama Boomerang pun seperti dibawa mati oleh Henry. Bahkan itu diakui oleh Roy Jeconiah, mantan vokalis Boomerang.

Ditemui di Hard Rock cafe, Kuta Badung, Rabu (25/5/2022), Roy menceritakan bagaimana kondisi Boomerang saat ini. Diceritakannya bahwa Henry adalah personel terakhir Boomerang. Dengan wafatnya Henry, maka selesai sudah nama Boomerang di skena musik rock Indonesia.

“Pas Henry meninggal gitaris yang baru, drum dan vokalis yang baru juga ikut keluar. Jadi pas Henry meninggal itu posisinya dia sendirian di Boomerang. Dia yang masih pegang nama Boomerang. Jadi buat saya itu simbol. Jadi sudah dibawa Henry lah (nama Boomerang) itu,” katanya.

Roy juga mengungkap, jika saat ini tidak ada niat reuni dari mantan personel Boomerang. Termasuk dirinya juga yang tengah sibuk dengan bandnya sendiri. Dimana sejak 2011 lalu, Roy Jeconiah membentuk band baru bernama Jecovox. Band ini sudah menelurkan satu album, beberapa single, dan kini mempersiapkan album baru.

Dengan kesibukan masing-masing, para mantan personel Boomerang yang masih berkiprah di dunia musik pun sudah jarang berjumpa. Mereka hanya sesekali bertemu jika kebetulan berada di panggung musik yang sama, dan tentunya dengan bandnya masing-masing. Bahkan mereka juga jarang menghubungi satu sama lain.

“Kita sudah sendiri-sendiri. Saya dengan band sendiri. Mereka juga. Kita ketemu ngobrol. Gak ada reunian. Gak ada ngomongin konsep mau reuni. Saling support musik masing-masing saja. Apalagi awal tahun lalu Henry basis Boomerang sudah meninggal. Jadi, ya, buat saya sudah selesai lah itu. Saya gak mau reunian. Masa reuni nunggu teman meninggal. Ya gak tega aja,” tambah Roy.

Dilanjutkannya, bahwa para eks personel Boomerang tetap akan berkarya dengan jalannya masing-masing. Sama seperti Roy sendiri yang digandeng band kawakan, bernama Lawang Pitu. Band asal Bekasi itu beranggotakan orang-orang lama di musik rock Indonesia. Seperti Doddy Katamsi yang merupakan mantan personel Elpamas, Seven Years Later dan Kantata. Lalu ada Tommy Karmawan, eks p personel Garux. Kemudian Sadtriyo, mantan personel Koes Plus. Lalu Arif Rahman eks Napoleon, Batosai dan Lycan serta ACC eks Coplollica.

Saat ini, bersama Roy, mereka sedang mempromosikan single terbaru mereka di Bali bertajuk Dagelan. Di Bali, Lawang Pitu akan bermain di beberapa gigs yang telah disiapkan.

“Kami menggandeng Roy karena vokalis kami sedang sakit. Nah kebetulan, Roy mau diajak untuk membantu kami dalam promo single ini. Kami ingin membangkitkan lagi heavy metal di Indonesia seperti tahun 90-an. Semoga lagu-lagu kami bisa diterima masyarakat Indonesia,” kata Sadtriyo Lawang Pitu.



KUTA – Wafatnya Hubert Henry Limahelu pada 2021 menimbulkan tanda tanya besar tentang nasib Boomerang. Sebab, Henry adalah penggawa terakhir dari formasi awal Boomerang, setelah sang vokalis Roy Jeconiah dan gitaris John Paul Ivan hengkang. Roy Jeconiah, mantan vokalis pun menyatakan Boomerang telah sirna seiring Henry wafat. Bahkan dia menyebut tak ada peluang untuk reuni.

Diketahui, Hubert Henry Limahelu adalah sosok terakhir yang membawa nama Boomerang. Ia meninggal dunia pada tahun 2021 lalu. Basis Boomerang (kadang mengisi vokal setelah Roy hengkang) itu mengembuskan napas terakhirnya pada usia 53 tahun.

Boomerang sendiri memiliki nama besar di kancah rock nasional. Bahkan hingga kini, lagu-lagu mereka masih dinikmati oleh para penggemar mereka di seluruh Indonesia. Namun nama Boomerang kian hilang setelah beberapa personel memutuskan satu persatu hengkang dari band yang terbentuk sejak tahun 1994 silam itu. Lalu tinggal lah Henry, basis yang terus membawa nama band yang telah membesarkan namanya itu.

Henry sempat menggaet beberapa personel baru. Mengisi gitar, drum dan vokalis. Hingga akhirnya, tahun 2021, Henry wafat. Lalu nama Boomerang pun seperti dibawa mati oleh Henry. Bahkan itu diakui oleh Roy Jeconiah, mantan vokalis Boomerang.

Ditemui di Hard Rock cafe, Kuta Badung, Rabu (25/5/2022), Roy menceritakan bagaimana kondisi Boomerang saat ini. Diceritakannya bahwa Henry adalah personel terakhir Boomerang. Dengan wafatnya Henry, maka selesai sudah nama Boomerang di skena musik rock Indonesia.

“Pas Henry meninggal gitaris yang baru, drum dan vokalis yang baru juga ikut keluar. Jadi pas Henry meninggal itu posisinya dia sendirian di Boomerang. Dia yang masih pegang nama Boomerang. Jadi buat saya itu simbol. Jadi sudah dibawa Henry lah (nama Boomerang) itu,” katanya.

Roy juga mengungkap, jika saat ini tidak ada niat reuni dari mantan personel Boomerang. Termasuk dirinya juga yang tengah sibuk dengan bandnya sendiri. Dimana sejak 2011 lalu, Roy Jeconiah membentuk band baru bernama Jecovox. Band ini sudah menelurkan satu album, beberapa single, dan kini mempersiapkan album baru.

Dengan kesibukan masing-masing, para mantan personel Boomerang yang masih berkiprah di dunia musik pun sudah jarang berjumpa. Mereka hanya sesekali bertemu jika kebetulan berada di panggung musik yang sama, dan tentunya dengan bandnya masing-masing. Bahkan mereka juga jarang menghubungi satu sama lain.

“Kita sudah sendiri-sendiri. Saya dengan band sendiri. Mereka juga. Kita ketemu ngobrol. Gak ada reunian. Gak ada ngomongin konsep mau reuni. Saling support musik masing-masing saja. Apalagi awal tahun lalu Henry basis Boomerang sudah meninggal. Jadi, ya, buat saya sudah selesai lah itu. Saya gak mau reunian. Masa reuni nunggu teman meninggal. Ya gak tega aja,” tambah Roy.

Dilanjutkannya, bahwa para eks personel Boomerang tetap akan berkarya dengan jalannya masing-masing. Sama seperti Roy sendiri yang digandeng band kawakan, bernama Lawang Pitu. Band asal Bekasi itu beranggotakan orang-orang lama di musik rock Indonesia. Seperti Doddy Katamsi yang merupakan mantan personel Elpamas, Seven Years Later dan Kantata. Lalu ada Tommy Karmawan, eks p personel Garux. Kemudian Sadtriyo, mantan personel Koes Plus. Lalu Arif Rahman eks Napoleon, Batosai dan Lycan serta ACC eks Coplollica.

Saat ini, bersama Roy, mereka sedang mempromosikan single terbaru mereka di Bali bertajuk Dagelan. Di Bali, Lawang Pitu akan bermain di beberapa gigs yang telah disiapkan.

“Kami menggandeng Roy karena vokalis kami sedang sakit. Nah kebetulan, Roy mau diajak untuk membantu kami dalam promo single ini. Kami ingin membangkitkan lagi heavy metal di Indonesia seperti tahun 90-an. Semoga lagu-lagu kami bisa diterima masyarakat Indonesia,” kata Sadtriyo Lawang Pitu.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/