RIWIN DACUBA : Gitaris Dedengkot Tropical Transit, Eks Pahama, Berpulang

DENPASAR, Radar Bali.id- Kabar duka menyelimuti dunia musik Bali. Salah sorang musisi senior, I Gusti Ngurah (IGN) Ketut Riwiyana dengan nama pop Riwin Dacuba alias Jik Riwin berpulang, hari Minggu (25/10/2026).
“Jik Riwin berpulang Minggu (25/10/2026),” ujar Totok, salah seorang pemusik, rekan mendiang Riwin Dacuba, kepada Radar Bali.id.
Dari kabar yang dirangkum Radar Bali.id, musisi kelahiran 6 Desember 1956 silam di Kota Denpasar, yang sempat berpetualang di Bandung dengan kelompok musik Pahama, sebuah kelompok musik folk yang terbentuk di Bandung pada tahun 1976 silam.
Grup musik folk ini diberi nama Pahama, sebagai akronim dari Pattirane, Hatami, dan Manusama (sebelum Riwin Dacuba masuk). Hingga dalam perkembangannya, beranggotakan Raymond Pattirane, Denny Hatami, I Ketut Riwin, dan Ary Malibu.
Dengan sejumlah hits. Seperti Waktu Hujan Sore-sore, Pergi untuk Kembali, Tukang Copet, Adakah Cintamu.
Riwin Dacuba telah kembali kepada Sang Pencipta, Minggu (25/10/2026) di usia 70 tahun, akibat penyakit yang dideritanya, antara lain kadar gula yang berlebih.
Seperti diketahui, mendiang Riwin Dacuba selain dikenal sebagai musisi eks Pahama, sekembalinya ke Bali, juga pemusik senior pendiri band Tropical Transit, yang dibentuk di Denpasar, pada Agustus 1990, dengan mengusung genre musik latin, dengan gaya panggung eksentriknya.
Riwin Dacuba juga dikenal sebagai musisi yang “membabat hutan” dunia entertainmen di kawasan Kuta, di era 1970-an, di era Flower Generation, dengan kelab malam satu-satunya yang tersohor di Legian,Kuta, bernama Kayu Api,
Nah, dari Kayu Api ini dalam perkembangannya juga melahirkan band rock Harley Angels, jawara edisi perdana festival musik rock produksi Log Zhelebour, tahun 1984 silam . Dumogi Amor ring Acintya. Selamat jalan Ajik Riwin. [*]



