Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sepuluh Pelukis Perempuan Mengajak Merenung Lewat Lukisan di Ujung Tahun 2023

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 8 Desember 2023 | 12:00 WIB
EKSPRESI AKHIR TAHUN: Salah seorang dari 10 peremuan sedang memainkan kuas diatas kanvas dalam pameran bertitel "Mula".
EKSPRESI AKHIR TAHUN: Salah seorang dari 10 peremuan sedang memainkan kuas diatas kanvas dalam pameran bertitel "Mula".
 
DENPASARradarbali.id -  Sepuluh perempuan menunjukkan kebolehannya dalam memainkan kuas diatas kanvas dan kertas. Di penghujung tahun 2023 ini seniman perempuan di Bali, yang tergabung ke dalam kelompok bernama Iluh Bali, menggelar pameran bertajuk “Mula”. Pameran akan berlangsung pada 8 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024 di Mana Uluwatu Restaurant and Bar, Pecatu, Badung, Bali.
 
Sepuluh seniman dalam pameran ini di antaranya, Dyah Ayu Wulandari, Sandat Wangi, Ayu Sri Rejeki, Evy Novita, Gadis Putri Maharani, Kadek Novi Sumariani, Ketut Efrata, Mira El Amir, Nancy Ng, dan Puhanayu.
 
Karya-karya akan tertuang ke dalam media yang beragam, seperti kanvas, kertas, kain, patung, dan benang macrame. Selain itu, ada pula karya yang tertuang ke dalam buku berjudul Lejong ke Labuan Bajo yang ditulis oleh Ketut Efrata, mantan jurnalis Jawa Pos Radar Bali. 
 
Baca Juga: Indonesia Darurat Sampah, J2PS Tagih Komitmen Pasangan Capres - Cawapres Soal Penanganan Sampah
 
Sebuah karya dari Nancy Ng yang berjudul “Beyond the Horizon” misalnya, merupakan sebuah upaya menemukan hal yang terpendam di balik garis horizon. Pertanyaan tersebut sering kali muncul ketika Nancy Ng duduk melihat hamparan sawah, atau ketika melihat laut, maupun saat mengagumi indahnya senja ketika matahari terbenam di Pulau Dewata.
 
Tak kalah juga karya dari Ayu Sri Rejeki, yang merupakan hasil dari sebuah percakapan dengan diri akan adanya kemampuan melewati kesulitan hidup.
 
Tema "Mula", Iluh Bali ingin mengajak pengunjung untuk merenung, mengenang, dan pada saat yang sama, tetap melangkah maju dengan antusiasme terhadap apa yang menunggu di masa depan.
 
Baca Juga: Sisi Lain Kehidupan Peselancar Seniman Oka Astawa Pameran Lukis Papan Surfing
 
Dalam bahasa Bali, “Mula” atau “mamula” memiliki arti “menanam”. “Arti ini (Mula), kami maknai sebagai sebuah proses sederhana yang mengawali, sebelum mencapai masa panen di kemudian hari,” ujar Puhanayu, salah satu pameris.
 
Pameran bertajuk “Mula” dipilih pada bulan Desember, mengingat waktu ini menjadi pintu yang menghubungkan kenangan di masa lalu dan harapan di masa mendatang. “Mula” juga menjadi sebuah perayaan yang menggambarkan dualitas, di mana bulan Desember menjadi akhir dan awal kami berada. 
 
“Ibaratnya, ‘Mula’ menjadi sebab dari sebuah perjalanan,” sambung Puhanayu.
 
Baca Juga: Caleg PSI Ajik Yadnya Berjiwa Sosial, Bentuk Dapur Yadnya dan Punia Yadnya
 
 Dyah Ayu mengungkapkan bahwa Iluh Bali mengambil langkah dengan mengingat kembali awal keberadaannya, yaitu pada pameran perdana yang diselenggarakan bulan Desember 2021, yang menjadikannya sebagai “Mula”. 
 
“Mula-mula kami menabur benih, dan pada Desember 2023 benih tersebut sedang bertumbuh dan berproses, sebagai semangat berkarya yang manunggal,” katanya.***
Editor : M.Ridwan
#pameran lukis #seniman #perempuan #pelukis