RADAR BALI - Nama pesinetron Roby Tremonti tengah menjadi pusat pembicaraan hangat di media sosial. Hal ini bermula dari peluncuran buku terbaru Aurelie Moeremans yang berjudul Broken Strings.
Netizen ramai-ramai menduga bahwa Roby adalah sosok pria bernama "Boby" yang diceritakan telah melakukan tindakan child grooming dan kekerasan terhadap Aurelie di masa lalu.
Menanggapi tudingan yang kian liar, Roby Tremonti akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk membela diri.
Melalui unggahan di media sosialnya, Roby menyatakan bahwa narasi dalam buku tersebut telah memicu gelombang hujatan yang merugikan nama baiknya.
Roby merasa bahwa dirinya sedang menjadi target dari gerakan pemboikotan massal yang tidak berdasar.
“Dampak dari buku tersebut membuat akun Instagram saya mendapat komentar-komentar fitnah yang super liar,” tulis Roby pada Sabtu (10/1).
Ia meyakini ada kesengajaan dari pihak penulis untuk menjatuhkan kredibilitasnya secara sengaja.
"Tujuan sumber tersebut jelas mau membuat kredibilitas saya hancur a.k.a cancel culture," tambahnya.
Roby juga mengimbau publik untuk lebih kritis dan memeriksa kembali rekam jejak digital serta bukti-bukti otentik sebelum menarik kesimpulan.
Dugaan netizen yang mengarah pada Roby Tremonti bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada sejumlah petunjuk spesifik yang tertuang dalam buku tersebut.
Salah satu poin utamanya adalah latar belakang hubungan masa lalu, di mana Roby dan Aurelie memang diketahui pernah menjalin asmara saat sang aktris masih berusia 15 tahun.
Selain kesamaan detail mengenai perbedaan usia yang sangat signifikan antara keduanya, terdapat pula deskripsi ciri fisik dan kebiasaan yang sulit diabaikan.
Dalam bukunya, Aurelie menyebutkan bahwa sosok pria tersebut kerap mengenakan rantai di celana, sebuah gaya ikonik yang dinilai netizen sangat identik dengan citra Roby Tremonti pada masa itu.
Kombinasi bukti-bukti inilah yang akhirnya memicu spekulasi kuat di kalangan publik bahwa sosok "Boby" yang dimaksud adalah sang pesinetron.
Ketegangan memuncak saat Roby membalas komentar warganet di Instagram pada Minggu (11/1). Alih-alih meredam suasana, ia justru memberikan jawaban sarkastis kepada akun yang menghujatnya dengan menuduh mereka sebagai akun bayaran atau buzzer.
"@imtwentynineee jatahmu brapa comment lagi... aku bantuin kamu cari uang... aku sambil ngopi," tulis Roby dalam salah satu kolom komentar.
Respons tersebut langsung dibalas menohok oleh netizen yang menegaskan bahwa kepedulian mereka murni didasari oleh rasa empati terhadap korban kekerasan di bawah umur, bukan karena motif materi.
Hingga saat ini, Roby terpantau membatasi kolom komentarnya guna meredam arus kritik yang terus mengalir deras.***
Editor : Ibnu Yunianto