PULLMAN XCHANGE 2026: Padukan Dialog Kreatif, Seni, Mode, dan Pertunjukan di Legian Beach

Seniman Indonesia bereputasi internasional dan pelaku kreatif kontemporer hadir dalam pameran seni tahunan Pullman Bali Legian Beach
LEGIAN, radarbali.id - Mempertemukan seni lukis, patung, mode, tari, dan musik dalam satu malam penuh pertukaran kreatif. Berkolaborasi dengan Komunitas Seni Mangurupa, pameran seni tahunan ini merayakan keindahan keberagaman melalui perpaduan warna, bentuk, material, dan perspektif, menciptakan ruang di mana berbagai ekspresi artistik dapat bertemu, berinteraksi, dan hadir dalam harmoni.
Berkolaborasi dengan Komunitas Seni Mangurupa, pameran ini berada di bawah arahan Dewa Putu Ardana, Ketua Umum Komunitas Seni Mangurupa, dengan Ida Bagus Putu Radnyana sebagai Exhibition Project Lead untuk PULLMAN XCHANGE: SYMPHONY OF ELEMENTS oleh Pullman Bali Legian Beach.
Pameran ini menghadirkan karya lukis dan patung dari para seniman Mangurupa, dengan sorotan pada dua seniman Indonesia dengan rekam jejak internasional, Tatang Budi Santoso dan I Ketut Putrayasa.

Dikenal melalui narasi visual yang simbolis dan menggugah pemikiran, Tatang B.Sp telah berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional, termasuk Olympic Fine Arts 2008 di Beijing dan The 6th Beijing International Art Biennale. Karyanya, Borderless, juga menjadi bagian dari koleksi Olympic Museum di Lausanne, Swiss.
Sementara itu, pematung Bali I Ketut Putrayasa memiliki portofolio internasional yang dengan proyek dan pameran di Belgia, Prancis, Singapura, hingga Turki. Pencapaiannya meliputi Best Final Project Artwork di ISI Denpasar, karya monumental The Octopus Queen, instalasi bambu setinggi 25 meter yang meraih rekor MURI pada 2025 sebagai patung terbesar dari anyaman bambu di Indonesia, serta keterlibatannya dalam pertunjukan Kecak kolosal dengan 5.555 penari di Pantai Berawa, yang juga memperoleh pengakuan MURI pada 2018.

