alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Tak Hanya Ngamuk Tolak Dirazia, Pemilik Kafe Juga Ngaku Adik Kapolsek

NEGARA-Aksi tak terpuji AG, pemilik salah satu kafe remang-remang di kawasan Delodberawah yang ngamuk dan mencak-mencak saat polisi merazia kafenya harus berujung penangkapan.

AG terpaksa diamankan karena menghalang-halangi aparat saat bertugas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ternyata sebelum akhirnya diamankan polisi, pada Selasa malam (31/12), AG bukan hanya mencak-mencak seperti jagoan.

Melainkan dari informasi sumber, AG juga dengan lantang membentak petugas dan menolak kafenya dilakukan pemeriksaan.

Padahal, saat mencak-mencak, petugas sudah memberikan penjelasan dan pengertian kepada AG perihal dan tujuan razia.

“Tapi yang bersangkutan (AG) tetap bersikeras  menolak dan tidak terima kafenya diperiksa. Alasannya macam-macam,”ujar sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Desa Adat Sanksi Buruh Sumba Pelaku Bentrok Bayar Mecaru Rp 10 Juta

Bahkan yang mengejutkan, usai mencak-mencak, AG dengan lantang menyebut jika dirinya adik kapolsek.

“Itu disebut saat dia (AG) mendatangi petugas ketika petugas sedang melakukan test narkoba pada karyawan kafe,”imbuh sumber polisi.

Tidak jelas kapolsek mana yang dimaksud AG, namun akibat ucapan AG, polisi akhirnya geram dan mengamankan AG.

AG diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena menghalangi petugas dan diduga melakukan pencemaran nama baik.

 



NEGARA-Aksi tak terpuji AG, pemilik salah satu kafe remang-remang di kawasan Delodberawah yang ngamuk dan mencak-mencak saat polisi merazia kafenya harus berujung penangkapan.

AG terpaksa diamankan karena menghalang-halangi aparat saat bertugas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ternyata sebelum akhirnya diamankan polisi, pada Selasa malam (31/12), AG bukan hanya mencak-mencak seperti jagoan.

Melainkan dari informasi sumber, AG juga dengan lantang membentak petugas dan menolak kafenya dilakukan pemeriksaan.

Padahal, saat mencak-mencak, petugas sudah memberikan penjelasan dan pengertian kepada AG perihal dan tujuan razia.

“Tapi yang bersangkutan (AG) tetap bersikeras  menolak dan tidak terima kafenya diperiksa. Alasannya macam-macam,”ujar sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Didakwa Kasus Pemerasan, Bendesa Tanjung Benoa Kembali Jadi Pesakitan

Bahkan yang mengejutkan, usai mencak-mencak, AG dengan lantang menyebut jika dirinya adik kapolsek.

“Itu disebut saat dia (AG) mendatangi petugas ketika petugas sedang melakukan test narkoba pada karyawan kafe,”imbuh sumber polisi.

Tidak jelas kapolsek mana yang dimaksud AG, namun akibat ucapan AG, polisi akhirnya geram dan mengamankan AG.

AG diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena menghalangi petugas dan diduga melakukan pencemaran nama baik.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/