alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Diduga Tipu Siswa Rp 45 Jt, Owner Sekolah Trading di Bali Dipolisikan

DENPASAR-Diduga melakukan tindak pidana penipuan, Owner atau Pemilik sekolah Trading pertama di Bali “Indotrader Academy” Anak Agung Gede Mahendra dipolisikan.

AA Gede Mahendara dilaporkan siswanya sendiri Nobel Briano Luan, 19 karena diduga telah menipu hingga puluhan juta rupiah.

Seperti diungkapkan Kuasa Hukum korban, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, Senin (1/2).

Menurutnya, hingga kasus dugaan penipuan yang dilakukan Agung Mahendra ini bergulir, bermula dari pertemuan korban dengan Agung Mahendra di salah satu bank plat merah di Denpasar, pada 29 Juni 2020 lalu.

“Klien kami (korban Nobel Briano Luan) mengenal dan dipertemukan dengan Agung Mahendra dari temannya,”ujar IB Surya Prabhawa Manuaba.

Saat perkenalan itu, selain mengaku sebagai professional trader, Agung Mahendra juga mengaku sebagai pemilik/ owner di Indotrader Academy.

Bahkan, masih saat berkenalan, Agung Mahendra kepada korban juga sempat mengenalkan profil Indotrader Academy yang bernaung dibawah PT Maha Indra Infestama sebagai satu-satunya sekolah trading pertama di Bali dan sudah menghasilkan banyak trader professional.

Singkat cerita, usai perkenalan, Agung Mahendra imbuh Manuaba, juga memberikan proposal paket class dan membawa korban ke sekolah.

Baca Juga:  Mabuk, Ugal-Ugalan Terobos Lampu Merah, Pemotor Sekarat Tabrak Pikap

Kata Manuaba, untuk mengikuti pembelajaran atau paket class, korban oleh terlapor diminta membayar uang sebesar Rp 45 juta untuk pembelajaran selama 90 hari.

Tak sampai disana, setelah korban membayar, terlapor juga menjanjikan korban akan mengontrol jalannya pembelajaran tiap hari dan menjanjikan korban akan diberikan sertifikat setelah usai menempuh pendidikan.

“Bahkan klien kami juga diminta untuk membuat account trader dengan menggunakan dana sebesar Rp 1 miliar. Alasan terlapor ketika itu, agar klien kami dapat merasakan euforia dalam melakukan trading secara langsung,”jelasnya.

Namun, karena kliennya tidak memiliki cukup uang, maka akhirnya sekolah berlanjut dan Nobel menyetorkan uang Rp 100 juta untuk membuat account trader di TigerWit.

Baca Juga:  Anak Tertangkap Narkoba, Ketua Dewan Klungkung Ngaku Terpukul

“Kata terlapor karena sekolah milik terlapor sudah bekerja sama dengan TigerWit. Namun saat dimulainya periode pengajaran semua yang dijanjikan tidak sesuai realita,”ujarnya.

Bahkan, janji terlapor jika pertemuan berlangsung 90 hari atau 3 bulan dengan biaya Rp 45 juta, namun faktanya hanya berlangsung 5 (lima) kali saja.

“Kelas itu adalah private dan mereka akan datang dengan menggunakan tempat di sini sebagai tempat pembelajaran.Yakni daring 3 (tiga) kali dan satu kali di kelas. Klien pun menanyakan hal tersebut, juga dalam pelajaran ini dijanjikan akan diberikan sertifikat namun tidak diberikan juga,”ulasnya.

Merasa tertipu, korban akhirnya melaporkan kasus ini polisi.

Sementara itu, atas dugaan penipuan, Kasubag Humas Polresta Denpasar IPTU I Ketut Sukadi membenarkan.

“Benar dilaporkan ke Polresta, dan masih diakukan penyelidikan. Terkait perkembangan, nanti saya tanyakan ke pihak Reskrim,” tukasnya.



DENPASAR-Diduga melakukan tindak pidana penipuan, Owner atau Pemilik sekolah Trading pertama di Bali “Indotrader Academy” Anak Agung Gede Mahendra dipolisikan.

AA Gede Mahendara dilaporkan siswanya sendiri Nobel Briano Luan, 19 karena diduga telah menipu hingga puluhan juta rupiah.

Seperti diungkapkan Kuasa Hukum korban, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, Senin (1/2).

Menurutnya, hingga kasus dugaan penipuan yang dilakukan Agung Mahendra ini bergulir, bermula dari pertemuan korban dengan Agung Mahendra di salah satu bank plat merah di Denpasar, pada 29 Juni 2020 lalu.

“Klien kami (korban Nobel Briano Luan) mengenal dan dipertemukan dengan Agung Mahendra dari temannya,”ujar IB Surya Prabhawa Manuaba.

Saat perkenalan itu, selain mengaku sebagai professional trader, Agung Mahendra juga mengaku sebagai pemilik/ owner di Indotrader Academy.

Bahkan, masih saat berkenalan, Agung Mahendra kepada korban juga sempat mengenalkan profil Indotrader Academy yang bernaung dibawah PT Maha Indra Infestama sebagai satu-satunya sekolah trading pertama di Bali dan sudah menghasilkan banyak trader professional.

Singkat cerita, usai perkenalan, Agung Mahendra imbuh Manuaba, juga memberikan proposal paket class dan membawa korban ke sekolah.

Baca Juga:  Dirumahkan Karena Corona, Bobol Circle-K, Warga Probolinggo Diciduk

Kata Manuaba, untuk mengikuti pembelajaran atau paket class, korban oleh terlapor diminta membayar uang sebesar Rp 45 juta untuk pembelajaran selama 90 hari.

Tak sampai disana, setelah korban membayar, terlapor juga menjanjikan korban akan mengontrol jalannya pembelajaran tiap hari dan menjanjikan korban akan diberikan sertifikat setelah usai menempuh pendidikan.

“Bahkan klien kami juga diminta untuk membuat account trader dengan menggunakan dana sebesar Rp 1 miliar. Alasan terlapor ketika itu, agar klien kami dapat merasakan euforia dalam melakukan trading secara langsung,”jelasnya.

Namun, karena kliennya tidak memiliki cukup uang, maka akhirnya sekolah berlanjut dan Nobel menyetorkan uang Rp 100 juta untuk membuat account trader di TigerWit.

Baca Juga:  Penabrak Emak-emak Bebas, LBH: Penjara Buruk Bagi Jiwa Anak-anak

“Kata terlapor karena sekolah milik terlapor sudah bekerja sama dengan TigerWit. Namun saat dimulainya periode pengajaran semua yang dijanjikan tidak sesuai realita,”ujarnya.

Bahkan, janji terlapor jika pertemuan berlangsung 90 hari atau 3 bulan dengan biaya Rp 45 juta, namun faktanya hanya berlangsung 5 (lima) kali saja.

“Kelas itu adalah private dan mereka akan datang dengan menggunakan tempat di sini sebagai tempat pembelajaran.Yakni daring 3 (tiga) kali dan satu kali di kelas. Klien pun menanyakan hal tersebut, juga dalam pelajaran ini dijanjikan akan diberikan sertifikat namun tidak diberikan juga,”ulasnya.

Merasa tertipu, korban akhirnya melaporkan kasus ini polisi.

Sementara itu, atas dugaan penipuan, Kasubag Humas Polresta Denpasar IPTU I Ketut Sukadi membenarkan.

“Benar dilaporkan ke Polresta, dan masih diakukan penyelidikan. Terkait perkembangan, nanti saya tanyakan ke pihak Reskrim,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/