alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Cegah Wabah Corona, 646 Napi WNI di Bali Dibebaskan Lebih Cepat

DENPASAR-Guna mencegah persebaran wabah pendemi Covid-19 (virus Corona), sebanyak 646 narapidana (napi) dewasa dan anak berstatus WNI (Warga Negara Indonesia) dari Lapas seluruh Bali dibebaskan lebih cepat.

 

Dasar pembebasan napi dewasa dan anak lebih cepat ini, yakni sesuai dengan aturan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

 

Mereka (para narapidana dewasa dan anak) yang dibebaskan ini melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas), atau narapidana yang telah menjalani dua pertiga masa pidana, serta anak yang telah menjalani setengah masa pidana.

Baca Juga:  WOW! Pengacara Tomy Sudikerta Ancam Akan Propamkan Penyidik Polda

 

“Para narapidana ini akan dibebaskan secara bertahap dari 1 April hingga 7 April mendatang. Totalnya ada 646 orang,” terang Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Bali Suprapto, Rabu (1/4). 

 

Para narapidana yang dobebaskan bisa dijemput oleh keluarga masing-masing atau juga diantar langsung oleh pihak lapas ke rumah mereka masing-masing.

 

“Saat ini kami sudah mendata bahwa khusus hari ini, yang di Lapas Kerobokan, Badung sudah mulai diberlakukan dan  dikeluarkan (dibebaskan),” ujarnya.

 

Meski dibebaskan lebih cepat, kata Kadivpas, bagi para napi dewasa dan anak yang membuat pidana baru akan dicabut lagi.

 

“Kebijakan.pembebasan bagi para narapidana ini sendiri hanya berlaku bagi narapidana berstatus warga negara Indonesia,”terang Suprapto.

Baca Juga:  WOW! Polisi Sita Kiloan Emas Batangan dan BB Mewah dari Pelaku Gendam


DENPASAR-Guna mencegah persebaran wabah pendemi Covid-19 (virus Corona), sebanyak 646 narapidana (napi) dewasa dan anak berstatus WNI (Warga Negara Indonesia) dari Lapas seluruh Bali dibebaskan lebih cepat.

 

Dasar pembebasan napi dewasa dan anak lebih cepat ini, yakni sesuai dengan aturan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

 

Mereka (para narapidana dewasa dan anak) yang dibebaskan ini melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas), atau narapidana yang telah menjalani dua pertiga masa pidana, serta anak yang telah menjalani setengah masa pidana.

Baca Juga:  WOW! Polisi Sita Kiloan Emas Batangan dan BB Mewah dari Pelaku Gendam

 

“Para narapidana ini akan dibebaskan secara bertahap dari 1 April hingga 7 April mendatang. Totalnya ada 646 orang,” terang Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Bali Suprapto, Rabu (1/4). 

 

Para narapidana yang dobebaskan bisa dijemput oleh keluarga masing-masing atau juga diantar langsung oleh pihak lapas ke rumah mereka masing-masing.

 

“Saat ini kami sudah mendata bahwa khusus hari ini, yang di Lapas Kerobokan, Badung sudah mulai diberlakukan dan  dikeluarkan (dibebaskan),” ujarnya.

 

Meski dibebaskan lebih cepat, kata Kadivpas, bagi para napi dewasa dan anak yang membuat pidana baru akan dicabut lagi.

 

“Kebijakan.pembebasan bagi para narapidana ini sendiri hanya berlaku bagi narapidana berstatus warga negara Indonesia,”terang Suprapto.

Baca Juga:  Pesanan 100 Kamar Cancel, Pariwisata Jembrana Terpukul Karena Corona

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/