alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Anak Yang Diperkosa Ayah Dapat Kekuatan usai Sembahyang dan Dukungan

SINGARAJA – Lima hari usai diperkosa sang ayah kandung, seorang anak perempuan di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali masih mengalami trauma. Kondisi psikis anak ini masih labil. Ia menjadi kuat dan melapor ke polisi usai sembahyang dan mendapat dukungan keluarga.

 

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, tengah berupaya memberikan pendampingan dan perlindungan pada korban. Kini korban telah berada pada sebuah lokasi aman. Dia ditempatkan di sebuah lingkungan yang dapat mendukung pemulihan kondisi psikisnya.

 

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Buleleng, Putu Agustini mengungkapkan, kondisi psikis korban cukup labil. Sehingga pihaknya berupaya melakukan pendampingan psikis lebih dulu. Kini seorang psikolog telah memberikan pendampingan secara intens pada korban.

 

“Sudah empat kali sesi pendampingan. Memang kondisinya masih terpukul dan labil. Belum bisa memberikan keterangan yang rinci dan runut. Jadi kami fokus pada pemulihan kondisi psikisnya dulu,” kata Agustini.

 

Lebih lanjut Agustini menuturkan, anak yang menjadi korban, sempat berada dalam kondisi terpuruk. Beruntung sang anak memiliki keinginan yang kuat, sehingga sanggup melapor pada pihak kepolisian.

 

Korban juga mendapat dukungan dari sejumlah keluarganya untuk mengungkap kondisi tersebut.

 

“Kejadiannya membuat dia labil. Di satu sisi, itu ayah kandungnya, di satu sisi dia korban. Setelah ada dukungan orang terdekat, dan juga dia bersembahyang secara khusyuk, dia dapat kekuatan untuk melapor. Sekarang kami berusaha fokus pada pemulihan psikis. Pada saatnya nanti, kami yakin dia akan siap memberi keterangan pada penyidik,” demikian Agustini.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 15 tahun asal Kecamatan Sawan menjadi korban kekerasan seksual. Anak tersebut diperkosa oleh DPB, 45, yang tak lain ayah kandungnya sendiri.

 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/3) dini hari. Korban sempat merasa ketakutan atas peristiwa tersebut. Korban akhirnya melapor ke polisi pada Selasa (29/3).

 

Kasus persetubuhan orang tua terhadap anak, cukup menyita perhatian di Kabupaten Buleleng. Ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi dalam 5 tahun terakhir. Sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi pada tahun 2021. Peristiwa itu juga terjadi di Kecamatan Sawan.



SINGARAJA – Lima hari usai diperkosa sang ayah kandung, seorang anak perempuan di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali masih mengalami trauma. Kondisi psikis anak ini masih labil. Ia menjadi kuat dan melapor ke polisi usai sembahyang dan mendapat dukungan keluarga.

 

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, tengah berupaya memberikan pendampingan dan perlindungan pada korban. Kini korban telah berada pada sebuah lokasi aman. Dia ditempatkan di sebuah lingkungan yang dapat mendukung pemulihan kondisi psikisnya.

 

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Buleleng, Putu Agustini mengungkapkan, kondisi psikis korban cukup labil. Sehingga pihaknya berupaya melakukan pendampingan psikis lebih dulu. Kini seorang psikolog telah memberikan pendampingan secara intens pada korban.

 

“Sudah empat kali sesi pendampingan. Memang kondisinya masih terpukul dan labil. Belum bisa memberikan keterangan yang rinci dan runut. Jadi kami fokus pada pemulihan kondisi psikisnya dulu,” kata Agustini.

 

Lebih lanjut Agustini menuturkan, anak yang menjadi korban, sempat berada dalam kondisi terpuruk. Beruntung sang anak memiliki keinginan yang kuat, sehingga sanggup melapor pada pihak kepolisian.

 

Korban juga mendapat dukungan dari sejumlah keluarganya untuk mengungkap kondisi tersebut.

 

“Kejadiannya membuat dia labil. Di satu sisi, itu ayah kandungnya, di satu sisi dia korban. Setelah ada dukungan orang terdekat, dan juga dia bersembahyang secara khusyuk, dia dapat kekuatan untuk melapor. Sekarang kami berusaha fokus pada pemulihan psikis. Pada saatnya nanti, kami yakin dia akan siap memberi keterangan pada penyidik,” demikian Agustini.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 15 tahun asal Kecamatan Sawan menjadi korban kekerasan seksual. Anak tersebut diperkosa oleh DPB, 45, yang tak lain ayah kandungnya sendiri.

 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/3) dini hari. Korban sempat merasa ketakutan atas peristiwa tersebut. Korban akhirnya melapor ke polisi pada Selasa (29/3).

 

Kasus persetubuhan orang tua terhadap anak, cukup menyita perhatian di Kabupaten Buleleng. Ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi dalam 5 tahun terakhir. Sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi pada tahun 2021. Peristiwa itu juga terjadi di Kecamatan Sawan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/