alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kerugian Dugaan Korupsi di BPD Bali Cabang Badung Mencapai Rp5 Miliar

DENPASAR – Rumah salah satu debitur bank BPD Bali berinisial SW di Denpasar Timur digeledah penyidik Kejati Bali, Jumat (1/4/2022) siang. Penggeledahan terkait dugaan korupsi pemberian kredit fiktif yang kerugiannya mencapai Rp5 miliar.

 

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejati Bali, A. Luga Harlianto, penyidik datang ke rumah debitur berinisial SW untuk mencari alat bukti dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit berupa kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung.

 

Penyidik, lanjut Luga, mencari sejumlah dokumen yang berkaitan dengan dokumen perusahaan penerima kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa dari BPD Bali Cabang Badung. Sejumlah dokumen pun disita, termasuk satu unit CPU komputer. 

 

“Debitur berinisial SW ini adalah Direktur Perusahaan di bidang konstruksi yang memperoleh fasilitas kredit dari BPD Bali Cabang Badung,” jelasnya.

 

Luga menjelaskan, proses penyidikan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali tertanggal 15 Maret 2022.

 

Penyidikan ini dilaksanakan setelah dari hasil operasi intelijen yang dilaksanakan bidang intelijen dan penyelidikan di bidang tindak pidana khusus.

 

Dikatakan dia, dari penyelidikan itu ditemukan adanya peristiwa pidana dalam pemberian fasilitas kredit berupa kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung.

 

“Pemberian kredit diduga fiktif,” terang Luga.

 

Mengenai jumlah kerugian negara dari dugaan korupsi di Bank BPD Bali Cabang Badung, Luga menyebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

 

“Jumlah kerugian diperkirakan kurang lebih Rp5 miliar, nantinya penyidik akan memastikan kerugian negara yang diakibatkan pemberian kredit yang diduga fiktif ini,” pungkas dia. 



DENPASAR – Rumah salah satu debitur bank BPD Bali berinisial SW di Denpasar Timur digeledah penyidik Kejati Bali, Jumat (1/4/2022) siang. Penggeledahan terkait dugaan korupsi pemberian kredit fiktif yang kerugiannya mencapai Rp5 miliar.

 

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejati Bali, A. Luga Harlianto, penyidik datang ke rumah debitur berinisial SW untuk mencari alat bukti dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit berupa kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung.

 

Penyidik, lanjut Luga, mencari sejumlah dokumen yang berkaitan dengan dokumen perusahaan penerima kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa dari BPD Bali Cabang Badung. Sejumlah dokumen pun disita, termasuk satu unit CPU komputer. 

 

“Debitur berinisial SW ini adalah Direktur Perusahaan di bidang konstruksi yang memperoleh fasilitas kredit dari BPD Bali Cabang Badung,” jelasnya.

 

Luga menjelaskan, proses penyidikan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali tertanggal 15 Maret 2022.

 

Penyidikan ini dilaksanakan setelah dari hasil operasi intelijen yang dilaksanakan bidang intelijen dan penyelidikan di bidang tindak pidana khusus.

 

Dikatakan dia, dari penyelidikan itu ditemukan adanya peristiwa pidana dalam pemberian fasilitas kredit berupa kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung.

 

“Pemberian kredit diduga fiktif,” terang Luga.

 

Mengenai jumlah kerugian negara dari dugaan korupsi di Bank BPD Bali Cabang Badung, Luga menyebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

 

“Jumlah kerugian diperkirakan kurang lebih Rp5 miliar, nantinya penyidik akan memastikan kerugian negara yang diakibatkan pemberian kredit yang diduga fiktif ini,” pungkas dia. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/