alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Ini Fakta-fakta Bentrok Berdarah di Pemogan yang Merengut Nyawa Dapa..

DENPASAR – Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Dominggus Dapa, 25, meregang nyawa dengan cara tragis.

Dapa tewas setelah ditebas menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ususnya terurai. Tragisnya, yang menebasnya adalah teman sendirinya bernama Angga.

Berikut fakta-fakta yang terkuak di lapangan berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bali. Seperti apa?

1.       Awalnya Gerson Tanggela alias Son alias Soni, warga Desa Tema Tana, Kecamatan Wemena Timur Tana, Kabupaten Sumba Barat Daya mengajak 3 orang, salah satunya adik ipar (korban) bernama Dominggus Dapa, datang ke warung milik I Nyoman Sukadi, 40, di Jalan Jalan Gelogor Carik Nomor. 136, Pamogan, Densel, Sabtu sore sekitar pukul 15.00. Di sana, Soni memesan makanan, tuak 2 galon dan bir 1 Krat.

2.       Setelah itu, Soni mulai mengundang teman-temannya via telepon. Akhirnya datang 12 orang ikut acara minum-minuman hingga pukul 18.00 Wita.

3.       Situasi mulai memanas ketika mereka bercerita tentang pengalaman saat masih berada di kampung halaman. Mulai dari kebiasaan minum, membuat keonaran dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Kejar Pria Misterius, Polisi Periksa CCTV Mini Market

4.       Secara tiba-tiba, Agustinus Tunna Zada, 22,  bertengkar dengan seseorang yang tak diketahui identitas yang berjalan melintas dekat kelompok peminum berjumlah kurang lebih 17 orang ini.

5.       Spontan Dominggus Dapa, Asal Desa Tanggaba, Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya, mendekat dan langsung melerai saksi saling tantang antara Agustinus Tunna Zada dan orang tak dikenal itu.

6.       Tak berselang lama, datang pelaku penusukan, Angga. Baru datang, justru terjadi miskomunikasi antara Agustinus, Angga, dan Diminggus. Angga menuding Agustinus dan korban memukulnya.

7.       Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Agustinus bermaksud memukul orang yang diajak bertengkar namun yang kena malahan si Angga.

8.       Angga sempat mengerang kesakitan. Agustinus kemudian mendekat untuk meminta maaf, namun Angga kesal dan menyikut Agustunus. Angga yang memang sudah membawa pisau saat menghadiri undangan minum langsung mengeluarkan sajam. Angga langsung menusuk lebih dahulu sadel sepeda motor yang parkir. Bukannya menuju ke arah Agustinus, dia malah maju dan menebas Dominggus yang saat itu sedang berdiri tak jauh darinya.

Baca Juga:  Dipicu Ekonomi dan Pihak Ketiga, Ratusan Pasangan di Jembrana Bercerai

9.       Melihat Diminggus sekarat, Martin Malo Kadu marah, langsung mengejar Angga yang saat itu berlari memegang sajam di tangan bagian kanan. Angga malah melempari Martin Malo Kadu dengan helm, dan Angga pun langsung kabur keluar dari gang itu. Karena kehilangan jejak, mereka langsung membawa korban ke RSUP Sanglah. Sayang nyawa Dominggus tidak tertolong dan meninggal dunia.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan telah mengamankan pelaku bentrok sebanyak 12 orang yang diduga semuanya adalah orang Sumba.

Kompol Wirajaya enggan menjelaskan secara rinci terkait kronologis peristiwa berdarah itu. Dia hanya mengatakan akan diinformasikan lebih lanjut setelah semua data terkait peristiwa itu dikumpulkan.

“Pelaku penusukan terhadap korban bernama Angga sudah diamankan,” bebernya tanpa menerangkan di mana Angga di tangkap. 



DENPASAR – Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Dominggus Dapa, 25, meregang nyawa dengan cara tragis.

Dapa tewas setelah ditebas menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ususnya terurai. Tragisnya, yang menebasnya adalah teman sendirinya bernama Angga.

Berikut fakta-fakta yang terkuak di lapangan berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bali. Seperti apa?

1.       Awalnya Gerson Tanggela alias Son alias Soni, warga Desa Tema Tana, Kecamatan Wemena Timur Tana, Kabupaten Sumba Barat Daya mengajak 3 orang, salah satunya adik ipar (korban) bernama Dominggus Dapa, datang ke warung milik I Nyoman Sukadi, 40, di Jalan Jalan Gelogor Carik Nomor. 136, Pamogan, Densel, Sabtu sore sekitar pukul 15.00. Di sana, Soni memesan makanan, tuak 2 galon dan bir 1 Krat.

2.       Setelah itu, Soni mulai mengundang teman-temannya via telepon. Akhirnya datang 12 orang ikut acara minum-minuman hingga pukul 18.00 Wita.

3.       Situasi mulai memanas ketika mereka bercerita tentang pengalaman saat masih berada di kampung halaman. Mulai dari kebiasaan minum, membuat keonaran dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Sebelum Tewas, Nesa Sempat Jatuh di Sandaran Kanal Air BTID Serangan

4.       Secara tiba-tiba, Agustinus Tunna Zada, 22,  bertengkar dengan seseorang yang tak diketahui identitas yang berjalan melintas dekat kelompok peminum berjumlah kurang lebih 17 orang ini.

5.       Spontan Dominggus Dapa, Asal Desa Tanggaba, Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya, mendekat dan langsung melerai saksi saling tantang antara Agustinus Tunna Zada dan orang tak dikenal itu.

6.       Tak berselang lama, datang pelaku penusukan, Angga. Baru datang, justru terjadi miskomunikasi antara Agustinus, Angga, dan Diminggus. Angga menuding Agustinus dan korban memukulnya.

7.       Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Agustinus bermaksud memukul orang yang diajak bertengkar namun yang kena malahan si Angga.

8.       Angga sempat mengerang kesakitan. Agustinus kemudian mendekat untuk meminta maaf, namun Angga kesal dan menyikut Agustunus. Angga yang memang sudah membawa pisau saat menghadiri undangan minum langsung mengeluarkan sajam. Angga langsung menusuk lebih dahulu sadel sepeda motor yang parkir. Bukannya menuju ke arah Agustinus, dia malah maju dan menebas Dominggus yang saat itu sedang berdiri tak jauh darinya.

Baca Juga:  Pelaku Cekik dan Jotos Korban cuma karena Ongkos Servis HP Membengkak

9.       Melihat Diminggus sekarat, Martin Malo Kadu marah, langsung mengejar Angga yang saat itu berlari memegang sajam di tangan bagian kanan. Angga malah melempari Martin Malo Kadu dengan helm, dan Angga pun langsung kabur keluar dari gang itu. Karena kehilangan jejak, mereka langsung membawa korban ke RSUP Sanglah. Sayang nyawa Dominggus tidak tertolong dan meninggal dunia.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan telah mengamankan pelaku bentrok sebanyak 12 orang yang diduga semuanya adalah orang Sumba.

Kompol Wirajaya enggan menjelaskan secara rinci terkait kronologis peristiwa berdarah itu. Dia hanya mengatakan akan diinformasikan lebih lanjut setelah semua data terkait peristiwa itu dikumpulkan.

“Pelaku penusukan terhadap korban bernama Angga sudah diamankan,” bebernya tanpa menerangkan di mana Angga di tangkap. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/