alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Putra Maestro Patung di Ubud Bali Ditemukan Tewas Membusuk di Gallery

GIANYAR-Warga Banjar Teges Yangloni, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa malam (29/6) sekitar pukul 19.00 WITA dibuat gempar.

 

Heboh warga, ini menyusul dengan ditemukannya jasad Pemahat Patung, I Ketut Nongos.

 

Seniman patung berusia 86 tahun, ini ditemukan meninggal dunia di tempatnya bekerja di Tjokot Art Gallery Ubud.

 

Tragisnya, jasad korban yang merupakan putra keempat dari Maestro Patung Nyoman Tjokot ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.

 

Menurut informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istri keponakannya, Desak Ketut Raitawati. Saat itu Desak yang tinggal dekat rumah korban, hendak membawakan beras.

 

Saat hendak membawakan beras untuk korban, saksi terkejut melihat tubuh korban dalam keadaan tergeletak di lantai Tjokot Art Gallery dengan posisi kepala menghadap barat daya.

Baca Juga:  Galery Lukis Taman Gallery Terbakar, Penyebabnya Ternyata Karena‚Ķ

 

Saat ditemukan pertama kali, tubuh korban dalam posisi menyandar pada patung kayu.

 

Melihat kejadian tersebut, keluarga korban kemudian menghubungi pihak kepolisian.

 

Dengan adanya laporan tersebut Polsek Ubud terdiri dari Unit Reskrim, Unit Intelkam dan Sabhara yang dipimpin Pawas Ipda I Wayan Hendra mendatangi lokasi kejadian.

 

Saat ditemukan, kondisi jasad korban tampak bengkak dan membusuk. Karena kondisi tubuh korban sudah membusuk, proses evakuasi pun melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar. 

 

Setelah dimasukkan ke dalam kantong jenazah, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Arisanti di Desa Mas, Kecamatan Ubud sekitar pukul 20.00 WITA.

Baca Juga:  Selain di Area Lapas, Pelaku Sering Main "Gituan" di Kebun Jagung

 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama, menjelaskan, meski jasad korban sudah dievakuasi ke RS, namun atas permintaan keluarga korban, jenazah tidak dilakukan otopsi.

“Keluarga menolak jasad korban dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan. Kuat dugaan, korban meninggal karena sakit sehingga pihak keluarga telah mengihklaskan kepergian korban sebagai bagian dari musibah,” terang AKP Made Tama.

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR-Warga Banjar Teges Yangloni, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa malam (29/6) sekitar pukul 19.00 WITA dibuat gempar.

 

Heboh warga, ini menyusul dengan ditemukannya jasad Pemahat Patung, I Ketut Nongos.


 

Seniman patung berusia 86 tahun, ini ditemukan meninggal dunia di tempatnya bekerja di Tjokot Art Gallery Ubud.

 

Tragisnya, jasad korban yang merupakan putra keempat dari Maestro Patung Nyoman Tjokot ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.

 

Menurut informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istri keponakannya, Desak Ketut Raitawati. Saat itu Desak yang tinggal dekat rumah korban, hendak membawakan beras.

 

Saat hendak membawakan beras untuk korban, saksi terkejut melihat tubuh korban dalam keadaan tergeletak di lantai Tjokot Art Gallery dengan posisi kepala menghadap barat daya.

Baca Juga:  Lakukan Kejahatan Skimming, Duo Warga Turki Ditangkap di Bali

 

Saat ditemukan pertama kali, tubuh korban dalam posisi menyandar pada patung kayu.

 

Melihat kejadian tersebut, keluarga korban kemudian menghubungi pihak kepolisian.

 

Dengan adanya laporan tersebut Polsek Ubud terdiri dari Unit Reskrim, Unit Intelkam dan Sabhara yang dipimpin Pawas Ipda I Wayan Hendra mendatangi lokasi kejadian.

 

Saat ditemukan, kondisi jasad korban tampak bengkak dan membusuk. Karena kondisi tubuh korban sudah membusuk, proses evakuasi pun melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar. 

 

Setelah dimasukkan ke dalam kantong jenazah, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Arisanti di Desa Mas, Kecamatan Ubud sekitar pukul 20.00 WITA.

Baca Juga:  Anggap Korban Tidur, Keluarga Akan Cari Komang Ayu Hingga Tiga Tahun

 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama, menjelaskan, meski jasad korban sudah dievakuasi ke RS, namun atas permintaan keluarga korban, jenazah tidak dilakukan otopsi.

“Keluarga menolak jasad korban dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan. Kuat dugaan, korban meninggal karena sakit sehingga pihak keluarga telah mengihklaskan kepergian korban sebagai bagian dari musibah,” terang AKP Made Tama.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/