Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Duo Turki Tukang Pasang Alat Skimming Mengakui Diupah Rp20 Juta

01 September 2021, 13: 22: 09 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Duo Turki Tukang Pasang Alat Skimming Mengakui Diupah Rp20 Juta

Terdakwa Emrah Kilivan, 31, dan Abdullah Erkam Mercan, 24, saat diadili secara daring lewat PN Denpasar, Selasa (31/8). (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Terdakwa Emrah Kilivan, 31, dan Abdullah Erkam Mercan, 24, hanya bisa pasrah saat menengarkan dakwaan yang dibacakan JPU Kejati Bali.

Dua warga Turki itu juga tidak mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan jaksa.

Keduanya didakwa berusaha melakukan skimming atau membobol data nasabah melalui ATM BNI. Teknis pembobolan dilakukan dengan memasang kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai logo akrilik BNI.

Baca juga: Gelapkan Uang, Oknum Pengacara Teddy Raharjo Dibui Tiga Bulan

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 30 ayat (2) juncto Pasal 46 ayat (2) UU ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan kedua, terdakwa dijerat Pasal 30 ayat (1) juncto pasal dan UU yang sama.

Akibat ulahnya, kedua terdakwa terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.

“Terdakwa Emarah dan Abdullah dijanjikan imbalan sebesar Rp20 juta setiap memasang dan melepas alat di mesin ATM,” beber JPU Ida Ayu Ketut Sulasmi dalam sidang daring kemarin (31/8).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Putu Ayu Sudariasih, JPU Sulasmi mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah pihak BNI menemukan peralatan skimming terpasang pada mesin ATM di Jalan Imam Bonjol.

Selain itu, pihak BNI juga menemukan perangkat canopy cover PIN di ATM. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengecek rekaman CCTV. 

Dalam rekaman CCTV itu tampak seorang sedang memasang perangkat router dan melepas canopy cover PIN pada mesin ATM tersebut. Lalu, seorang lagi tampak memasang kamera tersembunyi yang sudah dimodifikasi di atas layar monitor ATM.

“Dua alat yang dipasang itu berfungsi menyalin data nasabah yang melakukan transaksi di ATM tersebut,” tukas JPU.

Keduanya ditangkap anggota Direktorat Reskrimsus Polda Bali pada 31 Mei 2021, sekitar pukul 01.00 di ATM tersebut. Saat itu, terdakwa Emrah terlihat masuk ke dalam ATM untuk mengambil kamera tersembunyi yang telah dipasang, sedangkan terdakwa Abdullah berjaga di luar mesin ATM. 

Polisi juga menyita satu buah laptop merk Acer di dalam tas milik terdakwa Emrah. Sedangkan pada terdakwa Abdullah ditemukan satu buah tas warna abu-abu merek ARPENAZ-20 yang berisi cover PIN mesin ATM.

Sementara penggeledahan di tempat tinggal para terdakwa di Villa Ball Billy Village, Canggu, Kuta Utara, Badung, polisi menemukan 195 buah kartu magnetic stripe, 1 buah alat pembaca/penulis kartu magnetic stripe/encode card writer merk MSR X6, 2 buah Kabel LAN, dan 2 buah router.

“Kami tidak keberatan atas dakwaan penuntut umum, Yang Mulia,” kata Pipit Prabhawanty, pengacara yang mendampingi terdakwa.

(rb/san/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia