alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Sempat Jadi Buruh Tapi Tak Dibayar, Ngaku Dua Hari Sempat Tak Makan

SEMARAPURA- Seorang narapidana (napi) penerima program asimilasi dan pembebasan bersyarat di Rumah Tahanan Kelas II B Klungkung kembali dibekuk polisi.

Dia adalah Ruben Kehi Kaka, 29.

Napi asal Desa Onggol, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT yang baru bebas Mei 2020 lalu itu kembali ditangkap anggota Satreskrim Polres Klungkung karena melakukan aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Usai ditangkap, dari hasil interogasi, Ruben mencuri dua sepeda motor di dua TKP di wilayah hukum Polres Klungkung dengan menggunakan kunci palsu.

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim AKP Arya Seno Wimoko, Kamis (1/10).

Dijelaskan, usai diamankan, dari hasil penyidikan dan interogasi, Ruben berdalih kembali mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pulang kampung.

Kepada polisi, residivis ini berdalih kesulitan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bebas dari Rutan Klungkung karena kasus pencurian telepon genggam milik majikannya.

Kini atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau pidana denda paling banyak Rp 900. “Pasal itu kami kenakan lantaran pelaku melakukan aksinya dengan masuk pekarangan rumah orang lain, dilakukan malam hari dan melakukan pengerusakkan kunci,” tandasnya.

Sedangkan diwawancarai terpisah, Ruben mengaku sempat bekerja selama dua bulan sebagai buruh bangunan di wilayah Kabupaten Badung setelah bebas dari Rutan Klungkung.

Namun karena gajinya tidak kunjung dibayar, akhirnya dia memutuskan mengundurkan diri dan kembali ke Klungkung.

“Gaji di bulan pertama telah dibayar. Gaji untuk bulan kedua yang tidak dibayar-bayarkan sehingga saya berhenti,” katanya.

Tidak memiliki pekerjaan saat kembali ke Klungkung, dia mengaku pernah tidak makan selama dua hari.

Meski begitu dia kerap mabuk-mabukan karena ditraktir oleh teman-temannya.

Saat mabuk dan pulang ke kos-kosan dengan berjalan kaki itu lah dia akhirnya nekat mencuri sepeda motor.

Uang dari penjualan sepeda motor curian itu rencananya akan digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk pulang ke kampung halaman. “Tetapi belum juga terjual,” tandasnya. 



SEMARAPURA- Seorang narapidana (napi) penerima program asimilasi dan pembebasan bersyarat di Rumah Tahanan Kelas II B Klungkung kembali dibekuk polisi.

Dia adalah Ruben Kehi Kaka, 29.

Napi asal Desa Onggol, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT yang baru bebas Mei 2020 lalu itu kembali ditangkap anggota Satreskrim Polres Klungkung karena melakukan aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Usai ditangkap, dari hasil interogasi, Ruben mencuri dua sepeda motor di dua TKP di wilayah hukum Polres Klungkung dengan menggunakan kunci palsu.

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim AKP Arya Seno Wimoko, Kamis (1/10).

Dijelaskan, usai diamankan, dari hasil penyidikan dan interogasi, Ruben berdalih kembali mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pulang kampung.

Kepada polisi, residivis ini berdalih kesulitan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bebas dari Rutan Klungkung karena kasus pencurian telepon genggam milik majikannya.

Kini atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau pidana denda paling banyak Rp 900. “Pasal itu kami kenakan lantaran pelaku melakukan aksinya dengan masuk pekarangan rumah orang lain, dilakukan malam hari dan melakukan pengerusakkan kunci,” tandasnya.

Sedangkan diwawancarai terpisah, Ruben mengaku sempat bekerja selama dua bulan sebagai buruh bangunan di wilayah Kabupaten Badung setelah bebas dari Rutan Klungkung.

Namun karena gajinya tidak kunjung dibayar, akhirnya dia memutuskan mengundurkan diri dan kembali ke Klungkung.

“Gaji di bulan pertama telah dibayar. Gaji untuk bulan kedua yang tidak dibayar-bayarkan sehingga saya berhenti,” katanya.

Tidak memiliki pekerjaan saat kembali ke Klungkung, dia mengaku pernah tidak makan selama dua hari.

Meski begitu dia kerap mabuk-mabukan karena ditraktir oleh teman-temannya.

Saat mabuk dan pulang ke kos-kosan dengan berjalan kaki itu lah dia akhirnya nekat mencuri sepeda motor.

Uang dari penjualan sepeda motor curian itu rencananya akan digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk pulang ke kampung halaman. “Tetapi belum juga terjual,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/