alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

51 Aset Eks Bupati Candra Dirampas Negara, 18 Tanah Segera Dieksekusi

SEMARAPURA – Kejari Klungkung kembali lagi melakukan penyidikan terhadap kasus korupsi, gratifikasi dan pencucian uang 

terkait pembangunan Dermaga Gunaksa yang dilakukan terpidana mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra. 

Menurut Kajari Klungkung Otto Sompotan, pengembangan kasus tersebut dilakukan setelah penyidik mempelajari kasus tersebut saat akan melakukan eksekusi.

“Setelah kami pelajari, itu ternyata ada beberapa pihak lain yang turut membantu terpidana Candra sehingga sempurnanya tindak pidana korupsi yang bersangkutan,” kata Otto Sompotan.

Kasipidsus Kejari Klungkung I Kadek Wira Atmaja mengatakan, total ada sebanyak 51 bidang tanah beserta bangunan milik mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra yang diputus dirampas untuk negara. 

10 bidang tanah serta bangunan di antaranya sudah lebih dulu dieksekusi dan kini sedang proses lelang di Bagian Pembinaan. 

Baca Juga:  Saat SD Sudah Dibui, SMP Ditangkap Lagi karena Curi HP dan Tabung Gas

Kamis (19/9) lalu, 23 bidang sudah dieksekusi sehingga tersisa 18 bidang tanah lagi yang akan dieksekusi. 

“Sisanya akan kami eksekusi selanjutnya. Itu ada di wilayah Desa Tangkas dan Gunaksa. Puluhan bidang tanah ini tidak ada yang menggugat sampai saat ini,” tandasnya.

Hanya saja karena ada gugatan dari kerabat Candra, Otto menambahkan dari 10 bidang tanah dan bangunan yang sedang 

proses pelelangan, akhirnya hanya lima bidang tanah dan bangunan saja yang diproses lebih lanjut untuk dilelang. 

“Kemudian terhadap lima bidang sisanya sudah kami inventarisasi, sudah kami cari nilai wajarnya dan sekarang 

posisinya surat kami sudah di Kantor Pelayanan Lelang Negara untuk menanti jadwal lelang,” jelasnya.

Baca Juga:  Ada Bujuk Rayu, JPU Cueki Pledoi Aktor Video Porno SMK di Jembrana


SEMARAPURA – Kejari Klungkung kembali lagi melakukan penyidikan terhadap kasus korupsi, gratifikasi dan pencucian uang 

terkait pembangunan Dermaga Gunaksa yang dilakukan terpidana mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra. 

Menurut Kajari Klungkung Otto Sompotan, pengembangan kasus tersebut dilakukan setelah penyidik mempelajari kasus tersebut saat akan melakukan eksekusi.

“Setelah kami pelajari, itu ternyata ada beberapa pihak lain yang turut membantu terpidana Candra sehingga sempurnanya tindak pidana korupsi yang bersangkutan,” kata Otto Sompotan.

Kasipidsus Kejari Klungkung I Kadek Wira Atmaja mengatakan, total ada sebanyak 51 bidang tanah beserta bangunan milik mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra yang diputus dirampas untuk negara. 

10 bidang tanah serta bangunan di antaranya sudah lebih dulu dieksekusi dan kini sedang proses lelang di Bagian Pembinaan. 

Baca Juga:  P-21, Empat Penyelundup Ganja 97 Kilo ke Bali Segera Disidang

Kamis (19/9) lalu, 23 bidang sudah dieksekusi sehingga tersisa 18 bidang tanah lagi yang akan dieksekusi. 

“Sisanya akan kami eksekusi selanjutnya. Itu ada di wilayah Desa Tangkas dan Gunaksa. Puluhan bidang tanah ini tidak ada yang menggugat sampai saat ini,” tandasnya.

Hanya saja karena ada gugatan dari kerabat Candra, Otto menambahkan dari 10 bidang tanah dan bangunan yang sedang 

proses pelelangan, akhirnya hanya lima bidang tanah dan bangunan saja yang diproses lebih lanjut untuk dilelang. 

“Kemudian terhadap lima bidang sisanya sudah kami inventarisasi, sudah kami cari nilai wajarnya dan sekarang 

posisinya surat kami sudah di Kantor Pelayanan Lelang Negara untuk menanti jadwal lelang,” jelasnya.

Baca Juga:  Ada Bujuk Rayu, JPU Cueki Pledoi Aktor Video Porno SMK di Jembrana

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/