alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Wanita Cantik Asal Jabar Ditangkap di Bandara karena Buat PCR Palsu

KUTA – Seorang wanita cantik bernama Lutfi Lanisya, 25, diamankan petugas. Wanita asal Ciamis, Jawa Barat itu ditangkap karena ketahuan membuat surat hasil PCR palsu. Hal itu terungkap saat dia hendak berangkat ke Jakarta melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan membeberkan kasus penangkapan pemalsu surat PCR ini di Mapolresta Denpasar, Senin (1/11/2021).

 

Dijelaskan Jansen, peristiwa itu berlangsung Minggu (31/10/2021). Saat itu pelaku berangkat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Setibanya di counter KKP (Karantina Kesehatan Pelabuhan) keberangkatan domestik bandara petugas memeriksa surat hasil PCR.

 

Kemudian pelaku menyodorkan surat hasil PCR. Saat dicek, petugas tidak melihat adanya barcode pada dokumen tersebut.

 

“Kemudan dicek di di Aplikasi PeduliLindungi diketahui bahwa tidak ada hasil pemeriksaan lab PCR, hanya data vaksin saja,” terang dia.

 

Pihak petugas selanjutnya menghubungi pihak Siloam Hospital, Kuta. Kemudian diketahui bahwa pelaku hanya melakukan tes antigen.

 

“Atas kejadian itu petugas bandara menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian,” terang dia.

 

Dari penangkapan itu polisi menduga surat yang diklaim sebagai hasil tes PCR itu merupakan hasil editan. Polisi pun menyita sejumlah barang bukti dugaan pemalsuan PCR ini.



KUTA – Seorang wanita cantik bernama Lutfi Lanisya, 25, diamankan petugas. Wanita asal Ciamis, Jawa Barat itu ditangkap karena ketahuan membuat surat hasil PCR palsu. Hal itu terungkap saat dia hendak berangkat ke Jakarta melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan membeberkan kasus penangkapan pemalsu surat PCR ini di Mapolresta Denpasar, Senin (1/11/2021).

 

Dijelaskan Jansen, peristiwa itu berlangsung Minggu (31/10/2021). Saat itu pelaku berangkat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Setibanya di counter KKP (Karantina Kesehatan Pelabuhan) keberangkatan domestik bandara petugas memeriksa surat hasil PCR.

 

Kemudian pelaku menyodorkan surat hasil PCR. Saat dicek, petugas tidak melihat adanya barcode pada dokumen tersebut.

 

“Kemudan dicek di di Aplikasi PeduliLindungi diketahui bahwa tidak ada hasil pemeriksaan lab PCR, hanya data vaksin saja,” terang dia.

 

Pihak petugas selanjutnya menghubungi pihak Siloam Hospital, Kuta. Kemudian diketahui bahwa pelaku hanya melakukan tes antigen.

 

“Atas kejadian itu petugas bandara menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian,” terang dia.

 

Dari penangkapan itu polisi menduga surat yang diklaim sebagai hasil tes PCR itu merupakan hasil editan. Polisi pun menyita sejumlah barang bukti dugaan pemalsuan PCR ini.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/