alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Tiga Nyawa Sekeluarga Melayang Digilas Truk Nissan, Ya Allah…Ya Allah…

TABANAN – Sodik Mahmud, 64, dan Muzayyanah, 59, tampak kebingungan di depan Ruang Jenazah RSUD Tabanan Senin petang (1/1).

Suami istri yang tinggal di Monang-Maning, Denpasar ini wara-wiri di dekat Ambulans RSUD Tabanan yang membawa mayat korban tabrakan.

Ketika satu per satu mayat yang terbungkus kain dan tikar diturunkan dari ambulans dan dimasukkan ke kamar mayat, keduanya penasaran.

“Ini yang tabrakan di Bajra, Pak,” tanya Muzayyanah kepada petugas kamar mayat. Matanya sudah berkaca-kaca dan gelisah.

“Iya,” kata petugas kamar mayat. “Anak saya itu pak. Coba lihat,” katanya. Setelah melihat mayat lelaki yang masih mengenakan helm, perempuan berjilbab ungu ini pun sedikit berteriak.

Baca Juga:  Amor Ring Acytia…Tertindih Motor, Pengendara Tewas di Dalam Got

“Iya benar. Anak saya itu. Ya, Allah. ya Allah.” Tangis Muzayyahan pecah. Ia ditenangkan suaminya, Sodik yang tampak lebih tenang. Ia tampak tabah, sekuat tenaga mengendalikan emosi.

“Saya sebetulnya sangat sedih. Tapi bagaimana. Kalau saya nangis juga, gimana istri saya,” aku Sodik melihat istrinya yang terus menangis.

Pasutri ini adalah keluarga korban yang paling awal datang dan melihat kondisi korban kecelakaan lalu lintas itu.

Keduanya mendapat panggilan telepon dari anggota Polsek Selemadeg agar datang ke RSUD Tabanan. Sang polisi menanyakan apakah keluarga dari Nur Khasanah, 36.

Kebetulan, Nunung, sapaan Nur adalah menantu dari pasutri ini. Nunung adalah istri dari Mohammad Djamhuri, 34, anak kelima dari enam bersaudara pasangan Sodik dan Muzayyanah.”Maka saya langsung datang ke sini,” kata Sodik.

Baca Juga:  OMG! Ngebut di Tikungan, Tabrak Pohon Cempaka, Warga Antapan Tewas

Sampai malam, sejumlah sanak famili dari pasutri Djamhuri-Nunung berdatangan ke Kamar Jenazah RSUD Tabanan.

Berkali-kali, tangis pecah ketika melihat mayat Djamhuri, Nunung dan Danis yang terbujur kaku. Dafa, juga datang bersama Samsul.

Anak ini turut menangis ketika yang lain menangis. Ia ingin mengintip kondisi ayah, ibu dan adiknya melalui jendela kamar mayat, namun segera dijauhkan.

Jenazah ketiga korban malam itu juga dibawa ke Banyuwangi menggunakan Ambulans dari Majlis Ta’lim Azizziah Tabanan. Rencananya ketiganya akan dimandikan dan dimakamkan di Banyuwangi. 



TABANAN – Sodik Mahmud, 64, dan Muzayyanah, 59, tampak kebingungan di depan Ruang Jenazah RSUD Tabanan Senin petang (1/1).

Suami istri yang tinggal di Monang-Maning, Denpasar ini wara-wiri di dekat Ambulans RSUD Tabanan yang membawa mayat korban tabrakan.

Ketika satu per satu mayat yang terbungkus kain dan tikar diturunkan dari ambulans dan dimasukkan ke kamar mayat, keduanya penasaran.

“Ini yang tabrakan di Bajra, Pak,” tanya Muzayyanah kepada petugas kamar mayat. Matanya sudah berkaca-kaca dan gelisah.

“Iya,” kata petugas kamar mayat. “Anak saya itu pak. Coba lihat,” katanya. Setelah melihat mayat lelaki yang masih mengenakan helm, perempuan berjilbab ungu ini pun sedikit berteriak.

Baca Juga:  Amor Ring Acytia…Tertindih Motor, Pengendara Tewas di Dalam Got

“Iya benar. Anak saya itu. Ya, Allah. ya Allah.” Tangis Muzayyahan pecah. Ia ditenangkan suaminya, Sodik yang tampak lebih tenang. Ia tampak tabah, sekuat tenaga mengendalikan emosi.

“Saya sebetulnya sangat sedih. Tapi bagaimana. Kalau saya nangis juga, gimana istri saya,” aku Sodik melihat istrinya yang terus menangis.

Pasutri ini adalah keluarga korban yang paling awal datang dan melihat kondisi korban kecelakaan lalu lintas itu.

Keduanya mendapat panggilan telepon dari anggota Polsek Selemadeg agar datang ke RSUD Tabanan. Sang polisi menanyakan apakah keluarga dari Nur Khasanah, 36.

Kebetulan, Nunung, sapaan Nur adalah menantu dari pasutri ini. Nunung adalah istri dari Mohammad Djamhuri, 34, anak kelima dari enam bersaudara pasangan Sodik dan Muzayyanah.”Maka saya langsung datang ke sini,” kata Sodik.

Baca Juga:  OMG! Ngebut di Tikungan, Tabrak Pohon Cempaka, Warga Antapan Tewas

Sampai malam, sejumlah sanak famili dari pasutri Djamhuri-Nunung berdatangan ke Kamar Jenazah RSUD Tabanan.

Berkali-kali, tangis pecah ketika melihat mayat Djamhuri, Nunung dan Danis yang terbujur kaku. Dafa, juga datang bersama Samsul.

Anak ini turut menangis ketika yang lain menangis. Ia ingin mengintip kondisi ayah, ibu dan adiknya melalui jendela kamar mayat, namun segera dijauhkan.

Jenazah ketiga korban malam itu juga dibawa ke Banyuwangi menggunakan Ambulans dari Majlis Ta’lim Azizziah Tabanan. Rencananya ketiganya akan dimandikan dan dimakamkan di Banyuwangi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/