alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Sasar Warga Asing, AKBP Artana: Perampok Sindikat Bengkulu Terencana

DENPASAR – 7 sindikat perampok lintas provinsi jaringan Bengkulu yang diotaki Alan bin Suharda, 39, rupanya, sudah mematangkan aksi mereka di Bengkulu sebelum datang ke Bali.

Diketahui, para pelaku memiliki spesialisasi coblos roda menggunakan paku payung dan kepruk kaca menggunakan busi sepeda motor.

Dari hasil pengembangan, ke 7 orang pelaku ini mematangkan aksinya terlebih dulu sebelum beraksi di Mataram, NTB, dan Bali.

Dengan nekat, para pelaku menjual sepeda motor masing-masing untuk dijadikan ongkos pesawat. Tanggal 14 Januari 2018 berangkat dari Bengkulu tujuan Lombok NTB dan beraksi di Mataram, NTB namun tidak mendapatkan hasil.

Lalu mereka menuju ke Denpasar melalui pelabuhan Padangbai Karangasem, Jumat lalu tanggal 21 Januari 2018.

Baca Juga:  Terungkap! Diduga Granat dan Pistol Milik Purnawirawan TNI

“Keesokan harinya, pelaku Zaidan membeli peralatan untuk melakukan pencurian berupa dua buah busi, payu payung dan kikir. Itu peralatan untuk melakukan perampokan,” ungkap Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana.

Selasa (23/1) lalu mereka mencari sasaran di wilayah Kuta, Badung, namun tidak berhasil. Baru, pada Kamis tanggal 25 Januari 2018 sekitar pukul 16. 20, pelaku mendapat sasaran mobil Grand Livina.

Beriktunya, pada tanggal 26 Januari 2018 sekitar pukul 13.45, pelaku mendapat sasaran mobil Toyota Innova warna putih itu.

“Dari tangan mereka kami mengamankan Rp 25 juta lebih, plus HP dan motor sewaan. Kami masih dalami keterangan mereka,

karena sudah melakukan aksi di banyak TKP. Kami juga berkoordinasi dengan Polda Bengkulu dan NTB untuk menguak aksi mereka,” bebernya.

Baca Juga:  Dibelit Korupsi Dana IOM, Ketua STP Nusa Dua dan Ketua IOM Tersangka

Untuk pertanggungjawaban perbuatan itu, mereka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 4  KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara. 



DENPASAR – 7 sindikat perampok lintas provinsi jaringan Bengkulu yang diotaki Alan bin Suharda, 39, rupanya, sudah mematangkan aksi mereka di Bengkulu sebelum datang ke Bali.

Diketahui, para pelaku memiliki spesialisasi coblos roda menggunakan paku payung dan kepruk kaca menggunakan busi sepeda motor.

Dari hasil pengembangan, ke 7 orang pelaku ini mematangkan aksinya terlebih dulu sebelum beraksi di Mataram, NTB, dan Bali.

Dengan nekat, para pelaku menjual sepeda motor masing-masing untuk dijadikan ongkos pesawat. Tanggal 14 Januari 2018 berangkat dari Bengkulu tujuan Lombok NTB dan beraksi di Mataram, NTB namun tidak mendapatkan hasil.

Lalu mereka menuju ke Denpasar melalui pelabuhan Padangbai Karangasem, Jumat lalu tanggal 21 Januari 2018.

Baca Juga:  BARU! Beberapa Jam Sebelum Tewas, Cewek Cantik Ini Sempat Main Tik Tok

“Keesokan harinya, pelaku Zaidan membeli peralatan untuk melakukan pencurian berupa dua buah busi, payu payung dan kikir. Itu peralatan untuk melakukan perampokan,” ungkap Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana.

Selasa (23/1) lalu mereka mencari sasaran di wilayah Kuta, Badung, namun tidak berhasil. Baru, pada Kamis tanggal 25 Januari 2018 sekitar pukul 16. 20, pelaku mendapat sasaran mobil Grand Livina.

Beriktunya, pada tanggal 26 Januari 2018 sekitar pukul 13.45, pelaku mendapat sasaran mobil Toyota Innova warna putih itu.

“Dari tangan mereka kami mengamankan Rp 25 juta lebih, plus HP dan motor sewaan. Kami masih dalami keterangan mereka,

karena sudah melakukan aksi di banyak TKP. Kami juga berkoordinasi dengan Polda Bengkulu dan NTB untuk menguak aksi mereka,” bebernya.

Baca Juga:  JAHAT! Penculik ABG Autis Intai Korban Sejak Lama, Pernah Bujuk Pakaiā€¦

Untuk pertanggungjawaban perbuatan itu, mereka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 4  KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/