alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tebing Longsor di Payangan Gianyar, Satu Tewas Tertimbun

GIANYAR– Nahas menimpa I Nyoman Suardana alias Rombak, 50.

 

Pria paro baya ini tewas saat bekerja memotong dahan pohon kayu di Banjar Penyabangan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan.

 

Korban tewas setelah tertimbun longsor pada Senin (2/3) pukul 08.00.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, musibah yang menimpa Rombak berawal dari korban bersama dua temannya, I Made Junarta, 50, dan I Made Parwata, 56, memotong pohon milik Saksi Segel di Banjar Penyabangan.

 

Sesuai informasi, lokasi pemotongan kayu sedikit curam karena berada di tepi tebing.

 

Saat proses pemotongan, kondisi tanah juga dalam keadaan labil akibat diguyur hujan.

 

Singkat cerita, saat sibuk memotong pohon kayu menggunakan mesin sensor, dua teman korban, Made Junarta dan Made Parwata melihat ada sedikit tanah di bagian atas longsor.

Baca Juga:  OMG! Mendadak Rem Blong, Hindari Motor, Truk Batako Nyungsep ke Jurang

 

Kedua temannya langsung menjauh dari lokasi pemotongan.

 

Sedangkan, korban Rombak terus sibuk memotong dahan pohon.

 

Sambil menjauhi lokasi pemotongan kayu, kedua temannya sudah berusaha memanggil korban dari kejauhan supaya korban menjauh dari lokasi pemotongan.

 

Tapi karena suara mesin keras, korban Rombak tak mendengar imbauan temannya.

 

Tiba-tiba, tanah di atas tebing longsor. Kedua temannya berusaha lari menyelamatkan diri.

Satu temannya menyelamatkan diri masuk ke goa saluran air.

Teman satunya lagi lari ke arah selatan yang lebih aman. Sedangkan, Rombak yang bekerja di tengah tebing tak bisa berkutik.

 

Dia tertimbun longsor.

 

Usai longsor, temannya yang selamat dari maut berusaha mencari temannya satu sama lain. Dua yang selamat ini sempat bingung dengan kondisi Rombak yang tak ditemukan.

 

Akhirnya, dua temannya meminta bantuan warga.

Baca Juga:  Warga Australia dan Kanada Tertipu Calo Visa di Bali, Uang Rp8,4 Juta Raib

 

Sisa longsor langsung disisir oleh warga. Awalnya tangan Rombak ditemukan. Kemudian, pelan-pelan warga mencangkul timbunan longsor setebal 60 centimeter.

 

Kemudian ditemukan tubuh korban dalam keadaan lemas. Korban lantas dilarikan ke Puskesmas Payangan.

 

Sayangnya, di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia.

 

Kapolsek Payangan, Gede Sudyatmaja, membenarkan kejadian tersebut. “Telah terjadi bencana tanah longsor. Satu korban meninggal dunia,” tegas Sudyatmaja.

 

Usai kejadian, Kapolsek bersama Camat Payangan, Anak Agung Surya Raditya langsung menuju rumah duka di Banjar/Desa Kerta.

 

“Jasad korban langsung dikubur keluarganya sore ini,” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Payangan, Surya Raditya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas.

“Dengan situasi cuaca seperti sekarang, kami imbau untuk selalu hati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas. Terutama tempat tempat yang rawan terjadi bencana,” pintanya.



GIANYAR– Nahas menimpa I Nyoman Suardana alias Rombak, 50.

 

Pria paro baya ini tewas saat bekerja memotong dahan pohon kayu di Banjar Penyabangan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan.

 

Korban tewas setelah tertimbun longsor pada Senin (2/3) pukul 08.00.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, musibah yang menimpa Rombak berawal dari korban bersama dua temannya, I Made Junarta, 50, dan I Made Parwata, 56, memotong pohon milik Saksi Segel di Banjar Penyabangan.

 

Sesuai informasi, lokasi pemotongan kayu sedikit curam karena berada di tepi tebing.

 

Saat proses pemotongan, kondisi tanah juga dalam keadaan labil akibat diguyur hujan.

 

Singkat cerita, saat sibuk memotong pohon kayu menggunakan mesin sensor, dua teman korban, Made Junarta dan Made Parwata melihat ada sedikit tanah di bagian atas longsor.

Baca Juga:  OMG! Mendadak Rem Blong, Hindari Motor, Truk Batako Nyungsep ke Jurang

 

Kedua temannya langsung menjauh dari lokasi pemotongan.

 

Sedangkan, korban Rombak terus sibuk memotong dahan pohon.

 

Sambil menjauhi lokasi pemotongan kayu, kedua temannya sudah berusaha memanggil korban dari kejauhan supaya korban menjauh dari lokasi pemotongan.

 

Tapi karena suara mesin keras, korban Rombak tak mendengar imbauan temannya.

 

Tiba-tiba, tanah di atas tebing longsor. Kedua temannya berusaha lari menyelamatkan diri.

Satu temannya menyelamatkan diri masuk ke goa saluran air.

Teman satunya lagi lari ke arah selatan yang lebih aman. Sedangkan, Rombak yang bekerja di tengah tebing tak bisa berkutik.

 

Dia tertimbun longsor.

 

Usai longsor, temannya yang selamat dari maut berusaha mencari temannya satu sama lain. Dua yang selamat ini sempat bingung dengan kondisi Rombak yang tak ditemukan.

 

Akhirnya, dua temannya meminta bantuan warga.

Baca Juga:  Warga Australia dan Kanada Tertipu Calo Visa di Bali, Uang Rp8,4 Juta Raib

 

Sisa longsor langsung disisir oleh warga. Awalnya tangan Rombak ditemukan. Kemudian, pelan-pelan warga mencangkul timbunan longsor setebal 60 centimeter.

 

Kemudian ditemukan tubuh korban dalam keadaan lemas. Korban lantas dilarikan ke Puskesmas Payangan.

 

Sayangnya, di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia.

 

Kapolsek Payangan, Gede Sudyatmaja, membenarkan kejadian tersebut. “Telah terjadi bencana tanah longsor. Satu korban meninggal dunia,” tegas Sudyatmaja.

 

Usai kejadian, Kapolsek bersama Camat Payangan, Anak Agung Surya Raditya langsung menuju rumah duka di Banjar/Desa Kerta.

 

“Jasad korban langsung dikubur keluarganya sore ini,” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Payangan, Surya Raditya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas.

“Dengan situasi cuaca seperti sekarang, kami imbau untuk selalu hati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas. Terutama tempat tempat yang rawan terjadi bencana,” pintanya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/