alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Periksa 5 Orang Saksi, Jaksa Kembali Temukan SPJ Fiktif Sewa Kendaraan

SINGARAJA – Jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng kembali menemukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif dalam pemanfaatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor Pariwisata.

Temuan itu berasal dari penyedia jasa transportasi yang telah diperiksa jaksa penyidik secara marathon.

Kasi Intel Kejari Buleleng A.A. Jayalantara mengatakan, Selasa (2/3) penyidik kembali memeriksa 5 (lima) orang saksi dalam perkara tersebut.

Mereka berasal dari penyedia jasa penyewaan mobil serta staf di internal Dinas Pariwisata Buleleng.

Jayalantara mengungkapkan, dari hasil penyidikan jaksa, ada sejumlah SPJ yang terkait dengan penyedia jasa transportasi.

Pertama yakni penyedia jasa travel yang menyediakan transportasi untuk kegiatan Buleleng Explore dan Bimbingan Teknis Penerapan Protokol Kesehatan. Kedua jasa sewa kendaraan bermotor. Kegiatan jasa sewa kendaraan itu, dikoordinir oleh salah seorang tersangka.

Baca Juga:  Terungkap, Mau Bunuh Diri karena Sering Berantem dengan Istri

“Jadi sewa kendaraan ini digunakan untuk operasional tim dari Dinas Pariwisata. Patut diduga laporan yang disampaikan itu fiktif. Karena dari penyedia jasa mengembalikan uang senilai Rp 1,3 juta,” kata Agung saat ditemui kemarin (2/3).

- Advertisement -

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini penyidik juga masih terus mengembangkan proses pemeriksaan terhadap penyedia jasa travel. Ia menyebut jaksa masih menghitung berapa banyak nilai yang diduga di-mark up dari penyedia jasa travel.

“Indikasi mark up (dari penyedia jasa travel) itu ada. Kami dari penyidik menghitung, mereka dari penyedia jasa menghitung. Nanti hasil penghitungan itu akan kami jadikan acuan untuk pendalaman,” imbuhnya.

Selain itu seorang staf pada Dinas Pariwisata Buleleng juga disebut menjalani pemeriksaan pagi kemarin. Staf tersebut juga mengembalikan uang senilai Rp 700ribu pada penyidik.

Baca Juga:  ANEH! Perkosa Ponakan Hingga Melahirkan, Sudah 9 Bulan Tak Disidang

Jayalantara menyebut yang diperiksa hanya staf biasa. “Mungkin staf yang punya posisi agak tinggi ya. Karena dia mengembalikan cukup banyak juga,” katanya lagi.

- Advertisement -

SINGARAJA – Jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng kembali menemukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif dalam pemanfaatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor Pariwisata.

Temuan itu berasal dari penyedia jasa transportasi yang telah diperiksa jaksa penyidik secara marathon.

Kasi Intel Kejari Buleleng A.A. Jayalantara mengatakan, Selasa (2/3) penyidik kembali memeriksa 5 (lima) orang saksi dalam perkara tersebut.

Mereka berasal dari penyedia jasa penyewaan mobil serta staf di internal Dinas Pariwisata Buleleng.

Jayalantara mengungkapkan, dari hasil penyidikan jaksa, ada sejumlah SPJ yang terkait dengan penyedia jasa transportasi.

Pertama yakni penyedia jasa travel yang menyediakan transportasi untuk kegiatan Buleleng Explore dan Bimbingan Teknis Penerapan Protokol Kesehatan. Kedua jasa sewa kendaraan bermotor. Kegiatan jasa sewa kendaraan itu, dikoordinir oleh salah seorang tersangka.

Baca Juga:  Kenalkan Potensi, Tiongkok-Buleleng Gelar Kolaborasi Pertunjukan Seni

“Jadi sewa kendaraan ini digunakan untuk operasional tim dari Dinas Pariwisata. Patut diduga laporan yang disampaikan itu fiktif. Karena dari penyedia jasa mengembalikan uang senilai Rp 1,3 juta,” kata Agung saat ditemui kemarin (2/3).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini penyidik juga masih terus mengembangkan proses pemeriksaan terhadap penyedia jasa travel. Ia menyebut jaksa masih menghitung berapa banyak nilai yang diduga di-mark up dari penyedia jasa travel.

“Indikasi mark up (dari penyedia jasa travel) itu ada. Kami dari penyidik menghitung, mereka dari penyedia jasa menghitung. Nanti hasil penghitungan itu akan kami jadikan acuan untuk pendalaman,” imbuhnya.

Selain itu seorang staf pada Dinas Pariwisata Buleleng juga disebut menjalani pemeriksaan pagi kemarin. Staf tersebut juga mengembalikan uang senilai Rp 700ribu pada penyidik.

Baca Juga:  Datangi PN, Keluarga Korban Pencabulan Minta Keadilan

Jayalantara menyebut yang diperiksa hanya staf biasa. “Mungkin staf yang punya posisi agak tinggi ya. Karena dia mengembalikan cukup banyak juga,” katanya lagi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/