alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

TERUNGKAP! Tim Forensik Sebut Orok Membusuk Itu Bayi Hasil Abortus

DENPASAR – Forensik RS Sanglah kembali menerima orok dalam keadaan membusuk. Orok yang diterima pihaknya tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan luar.

“Iya orok sudah dalam keadaan membusuk, umur sekitar enam bulan kandungan, jenis kelaminnya tidak dapat ditentukan, panjang badan 30 cm,” ujar Kepala Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Selasa (2/4) siang.

Dokter Dudut juga mengungkapkan, untuk waktu kematian, diperkirakan sekitar 10 hari yang lalu. Yang menarik, orok tersebut masuk dalam golongan abortus.

“Apakah kelahiran dipaksa? Belum tahu juga, bisa begitu atau spontan. Yang jelas masuk abortus. Karena belum mampu hidup diluar kandungan,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan, orok membusuk itu ditemukan di Sungai Dugul Jalan Raya Pemogan Gang Kubu Sawah Banjar Jaba Jati, Pemogan, Denpasar Selatan pada Selasa (2/4) pukul 08.45.

Baca Juga:  Terungkap, Sebelum Dibuang Membusuk, Bayi Sempat Dicekik dan Dibekap

Berdasar keterangan saksi I Ketut Wija,46 dan Putu Wahyu Udayana, 25, yang saat itu ada di warung Padma, ada anak-anak kecil teriak-teriak yang datang dari utara bilang ada bayi hanyut di sungai yang datang dari arah utara dalam posisi tengkurap.

Karena arus air sungai deras, kemudian bayi nyangkut di sampah. Selanjutnya saksi Ketut Wija turun ke sungai dengan cara memakai alas daun pisang karena bayi tidak memakai alas maupun baju.

Kemudian saksi Putu Wija yang membantu mengambil dari atas, dan menaruh bayi orok tersebut ke atas tempat duduk dengan alas kasa.

Pada pukul 10.10, bayi orok dibawa ke RS Sanglah dengan Ambulan BPBD Kota Denpasar. 

Baca Juga:  SADIS! Anggota Ormas Main Tusuk, Lukai Anggota Intel Polda Bali


DENPASAR – Forensik RS Sanglah kembali menerima orok dalam keadaan membusuk. Orok yang diterima pihaknya tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan luar.

“Iya orok sudah dalam keadaan membusuk, umur sekitar enam bulan kandungan, jenis kelaminnya tidak dapat ditentukan, panjang badan 30 cm,” ujar Kepala Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Selasa (2/4) siang.

Dokter Dudut juga mengungkapkan, untuk waktu kematian, diperkirakan sekitar 10 hari yang lalu. Yang menarik, orok tersebut masuk dalam golongan abortus.

“Apakah kelahiran dipaksa? Belum tahu juga, bisa begitu atau spontan. Yang jelas masuk abortus. Karena belum mampu hidup diluar kandungan,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan, orok membusuk itu ditemukan di Sungai Dugul Jalan Raya Pemogan Gang Kubu Sawah Banjar Jaba Jati, Pemogan, Denpasar Selatan pada Selasa (2/4) pukul 08.45.

Baca Juga:  Forensik Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Buruh Tani, Indikasi Dibunuh

Berdasar keterangan saksi I Ketut Wija,46 dan Putu Wahyu Udayana, 25, yang saat itu ada di warung Padma, ada anak-anak kecil teriak-teriak yang datang dari utara bilang ada bayi hanyut di sungai yang datang dari arah utara dalam posisi tengkurap.

Karena arus air sungai deras, kemudian bayi nyangkut di sampah. Selanjutnya saksi Ketut Wija turun ke sungai dengan cara memakai alas daun pisang karena bayi tidak memakai alas maupun baju.

Kemudian saksi Putu Wija yang membantu mengambil dari atas, dan menaruh bayi orok tersebut ke atas tempat duduk dengan alas kasa.

Pada pukul 10.10, bayi orok dibawa ke RS Sanglah dengan Ambulan BPBD Kota Denpasar. 

Baca Juga:  Bule Cewek Amerika Tewas Telanjang, Ini Temuan Forensik RSUP Sanglah

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/