alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Ini Jejak WN Jepang Yang Tewas Membusuk Ditunggui Dua Anjing Penjaga

GIANYAR – Warga Jepang Tsuyosi Maeyama, 50, yang tinggal di Perumahan Jadi Pesona Residence No. 11, Banjar Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, ditemukan membusuk Selasa (1/5) kemarin.

Polisi menyebut kematian korban akibat sakit. Jasad korban langsung dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk kepentingan pemeriksaan luar.

Yang membuat haru, saat Yosi – sapaan Tsuyosi Maeyama meninggal, ada dua anjing peliharaannya terus menunggui jasad korban.

Anjing itu seperti tidak rela sang tuan menghadapi sakaratul maut sendiri. Yang bikin haru, dua anjing itu terdiam selama menunggui jasad tuannya. Serasa merasakan kesedihan.

Lantas, seperti apa jejak Yosi sampai bisa menetap di Desa Ketewel? Perbekel Ketewel Wayan Gde Wijaya mengatakan, Yosi diketahui membeli rumah seluas kurang lebih 3 are itu sejak setahun lalu.

Baca Juga:  Dikeler Saat Pengembangan, Coba Kabur, Residivis Maling Ayam Ditembak

Dia tinggal bersama istrinya yang bolak-balik Bali-Jepang. “Tetangga di sini jarang ketemu dia. Kalau korban di Bali, istrinya di Jepang, begitu sebaliknya,” terangnya.

Selama tinggal di perumahan itu, Yosi dikenal sayang anjing, termasuk sayang anjing liar. Dia juga kerap memberi makan anjing liar.

Ada anjing putih yang tadinya koreng, ketika dirawat Yosi menjadi gemuk dan bersih seperti anjing kebanyakan.

Dengan kejadian tersebut, pihak perbekel akan berkoordinasi dengan prajuru desa pakraman. “Ini harus dicaru, tapi kami akan koordinasi dulu, siapa yang bertanggungjawab untuk caru,” terangnya.

Wijaya mengaku, selama ini tidak pernah ada laporan ada warga asing tinggal di Perumahan tersebut.

“Serba sulit kami di desa. Karena perumahan ini ada di jalur by pass (IB Mantra, red). Lalu kami sudah tidak diperbolehkan memungut iuran. Bahkan desa juga tidak boleh. Jadi untuk pendataan sulit,” akunya.

Baca Juga:  Terungkap, Duo Turki Kloning Data Nasabah BNI

Bahkan, apabila menganggarkan biaya untuk mendata, perlu melihat aturan di pusat. “Apakah boleh dana desa dipakai mendata penduduk. Di satu sisi, tidak semua tuan rumah melapor ke desa tentang warganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiharta, menyatakan kepolisian bersama petugas medis sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bahkan, jasad korban juga sudah dicek. “Tidak ditemukan tanda kekerasan, termasuk gigitan anjing tidak ada. Korban sakit,” jelasnya.

Diperkirakan korban meninggal tiga hari yang lalu. Untuk sementara, jasad korban dititipkan di ruang jenazah RS Sanglah Denpasar



GIANYAR – Warga Jepang Tsuyosi Maeyama, 50, yang tinggal di Perumahan Jadi Pesona Residence No. 11, Banjar Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, ditemukan membusuk Selasa (1/5) kemarin.

Polisi menyebut kematian korban akibat sakit. Jasad korban langsung dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk kepentingan pemeriksaan luar.

Yang membuat haru, saat Yosi – sapaan Tsuyosi Maeyama meninggal, ada dua anjing peliharaannya terus menunggui jasad korban.

Anjing itu seperti tidak rela sang tuan menghadapi sakaratul maut sendiri. Yang bikin haru, dua anjing itu terdiam selama menunggui jasad tuannya. Serasa merasakan kesedihan.

Lantas, seperti apa jejak Yosi sampai bisa menetap di Desa Ketewel? Perbekel Ketewel Wayan Gde Wijaya mengatakan, Yosi diketahui membeli rumah seluas kurang lebih 3 are itu sejak setahun lalu.

Baca Juga:  Berhari-hari Tak Masuk Kerja, Dicek, Manager Hotel Tewas Tanpa Busana

Dia tinggal bersama istrinya yang bolak-balik Bali-Jepang. “Tetangga di sini jarang ketemu dia. Kalau korban di Bali, istrinya di Jepang, begitu sebaliknya,” terangnya.

Selama tinggal di perumahan itu, Yosi dikenal sayang anjing, termasuk sayang anjing liar. Dia juga kerap memberi makan anjing liar.

Ada anjing putih yang tadinya koreng, ketika dirawat Yosi menjadi gemuk dan bersih seperti anjing kebanyakan.

Dengan kejadian tersebut, pihak perbekel akan berkoordinasi dengan prajuru desa pakraman. “Ini harus dicaru, tapi kami akan koordinasi dulu, siapa yang bertanggungjawab untuk caru,” terangnya.

Wijaya mengaku, selama ini tidak pernah ada laporan ada warga asing tinggal di Perumahan tersebut.

“Serba sulit kami di desa. Karena perumahan ini ada di jalur by pass (IB Mantra, red). Lalu kami sudah tidak diperbolehkan memungut iuran. Bahkan desa juga tidak boleh. Jadi untuk pendataan sulit,” akunya.

Baca Juga:  Terungkap, Duo Turki Kloning Data Nasabah BNI

Bahkan, apabila menganggarkan biaya untuk mendata, perlu melihat aturan di pusat. “Apakah boleh dana desa dipakai mendata penduduk. Di satu sisi, tidak semua tuan rumah melapor ke desa tentang warganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiharta, menyatakan kepolisian bersama petugas medis sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bahkan, jasad korban juga sudah dicek. “Tidak ditemukan tanda kekerasan, termasuk gigitan anjing tidak ada. Korban sakit,” jelasnya.

Diperkirakan korban meninggal tiga hari yang lalu. Untuk sementara, jasad korban dititipkan di ruang jenazah RS Sanglah Denpasar


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/