alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Bayi Tewas Dibekap Lalu Dibuang ke Sungai Itu Sulit Diidentifikasi

DENPASAR – Kepolisian Polsek Denpasar Barat mesti bekerja keras untuk mengungkap kasus penemuan bayi yang ditemukan tewas dan hanyut di Tukad Badung, Jalan Pulau Biak 2, Nomor 14 Denpasar, Sabtu pagi lalu (30/6).

Pasalnya, Tim Forensik RSUP Sanglah tidak menemukan adanya sidik jadi pada tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Kepala Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi kemarin mengatakan, tidak menemukan adanya sidik jari pada bayi yang terlahir cukup bulan dengan panjang 53,5 cm itu.

“Hasil pemeriksaan luar yang kami lakukan, memang tidak ada sidik jari pelaku,” kata dr.Dudut. Meski begitu diakui bayi tersebut ditemukan luka-luka pada sekitar mulut, pipi dan dahi karena kekerasan tumpul.

Baca Juga:  Wanita Pembuang Bayi di Denpasar Ditangkap, Pelakunya ART Asal NTT

Sifat kekerasan benda tumpul karena ada penekanan atau bekap. Ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian, sebab cukup banyak kasus pembuangan bayi yang belum terungkap di Bali. 

Disinggung mengenai penyebab kematian bayi tersebut, lagi-lagi pihak forensik masih menunggu koordinasi dengan pihak kepolisian.

Sebab, untuk mengetahui penyebab kematian, mesti dilakukan tindakan otopsi. “Rencana untuk di otopsi pada bayi tersebut sih ada. Kini kami masih menunggu koordinasi dengan polisi dulu,” terangnya.

Saat ini bayi tersebut masih dititipkan di kamar jenazag RS Sanglah, Denpasar. Belum juga ada pihak keluarga yang datang.

Kasus penemuan bayi ini pun menjadi catatan tambahan banyakan kasus pembuangan bayi oleh orang tak bertanggung jawab dan minimnya penyelesaian kasus seperti ini oleh pihak kepolisian. 

Baca Juga:  Wanita Muda Pembuang Mayat Bayi dalam Kardus Akhirnya Jadi Tersangka


DENPASAR – Kepolisian Polsek Denpasar Barat mesti bekerja keras untuk mengungkap kasus penemuan bayi yang ditemukan tewas dan hanyut di Tukad Badung, Jalan Pulau Biak 2, Nomor 14 Denpasar, Sabtu pagi lalu (30/6).

Pasalnya, Tim Forensik RSUP Sanglah tidak menemukan adanya sidik jadi pada tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Kepala Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi kemarin mengatakan, tidak menemukan adanya sidik jari pada bayi yang terlahir cukup bulan dengan panjang 53,5 cm itu.

“Hasil pemeriksaan luar yang kami lakukan, memang tidak ada sidik jari pelaku,” kata dr.Dudut. Meski begitu diakui bayi tersebut ditemukan luka-luka pada sekitar mulut, pipi dan dahi karena kekerasan tumpul.

Baca Juga:  Dipecat Usai Diangkat Jadi PNS, Ini Alasan Lila Arsana Gugat Walikota

Sifat kekerasan benda tumpul karena ada penekanan atau bekap. Ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian, sebab cukup banyak kasus pembuangan bayi yang belum terungkap di Bali. 

Disinggung mengenai penyebab kematian bayi tersebut, lagi-lagi pihak forensik masih menunggu koordinasi dengan pihak kepolisian.

Sebab, untuk mengetahui penyebab kematian, mesti dilakukan tindakan otopsi. “Rencana untuk di otopsi pada bayi tersebut sih ada. Kini kami masih menunggu koordinasi dengan polisi dulu,” terangnya.

Saat ini bayi tersebut masih dititipkan di kamar jenazag RS Sanglah, Denpasar. Belum juga ada pihak keluarga yang datang.

Kasus penemuan bayi ini pun menjadi catatan tambahan banyakan kasus pembuangan bayi oleh orang tak bertanggung jawab dan minimnya penyelesaian kasus seperti ini oleh pihak kepolisian. 

Baca Juga:  Bayi Berusia Dua Bulan Dibuang di Jalan Gunung Salak Denpasar

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/