alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Korban Bentrok Sumba Dikenal Pendiam, Ikatan Keluarga Sumba Terpukul

DENPASAR – Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Dominggus Dapa, 25, meregang nyawa dengan cara tragis.

Dapa tewas setelah ditebas menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ususnya terurai di depan warung Mangga, di Jalan Gelogor Carik Gang Nila Nomor 53, Denpasar Selatan, Minggu (30/6) subuh.

Tragisnya, yang menebasnya adalah teman sendirinya bernama Angga. Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian, polisi berpakain preman terus menggali keterangan warga di lokasi kejadian.

Bahkan, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono ikut turun kelokasi yang sudah dipasang police line itu.

Sayang Wakapolresta enggan berkomentar terkait kejadian tersebut. Yang mengerikan, di gang masuk, terlihat bercak darah berceceran.

Sementara di depan gang sempit menuju warung dipenuhi darah yang sudah mengering. Polina Mete, tetangga kos korban di Jalan Yeh Biu Gang Pudak No 17, Sesetan mengatakan, enam orang yang terlibat bentrok ngekos di Sesetan.

Baca Juga:  Tolak Dirazia, Ngamuk, Polisi Tangkap Pemilik Kafe Remang-Remang

Mereka menempati 6 kamar kos. Wanita asal Sumba Barat Daya ini mengatakan, ke 6 pemuda yang terlibat bentrok itu berasal dari satu kampung dan masih ada hubungan darah.

Mereka datang dari Sumba ke Bali dan bekerja pada salah satu toko bangunan di daerah Sesetan, Denpasar Selatan.

“Saya jarang ketemu dengan korban. Satahu saya dia (korban) tidak banyak bicara. Korban ini masih bujang,” beber Polina Mete.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya, Gidion Ndapatadi mengatakan, sangat menyayangkan peristiwa ini.

Dia sangat terpukul dan menyesal dengan seringnya kejadian anak-anak Sumba yang bentrok antar sesama.

Ndapatadi mengatakan, setiap kejadian yang melibatkan anak Sumba adalah oknum yang tak bisa bergaul dengan baik.

Baca Juga:  Ssstt..,Perempuan Setengah Bugil yang Tewas Membusuk di Kos Ternyata..

“Ya, infonya anak Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Tapi saya belum bisa memastikannya. Saya sebagai orang yang dituakan dari Sumba Barat Daya di Bali menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Terkait jenazah korban, lanjut Ndapatadi, akan dikoordinasikan dengan perkumpulan keluarga Sumba Barat Daya. Rencananya jenazah dipulangkan setelah urusan di polisi sudah selesai.

“Saya belum bisa pastikan kapan jenazah dipulangkan. Nanti tunggu urusan di polisi tuntas baru dipulangkan. Kami serahkan masalah ini ke pihak yang berwajib,” tuturnya. 



DENPASAR – Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Dominggus Dapa, 25, meregang nyawa dengan cara tragis.

Dapa tewas setelah ditebas menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ususnya terurai di depan warung Mangga, di Jalan Gelogor Carik Gang Nila Nomor 53, Denpasar Selatan, Minggu (30/6) subuh.

Tragisnya, yang menebasnya adalah teman sendirinya bernama Angga. Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian, polisi berpakain preman terus menggali keterangan warga di lokasi kejadian.

Bahkan, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono ikut turun kelokasi yang sudah dipasang police line itu.

Sayang Wakapolresta enggan berkomentar terkait kejadian tersebut. Yang mengerikan, di gang masuk, terlihat bercak darah berceceran.

Sementara di depan gang sempit menuju warung dipenuhi darah yang sudah mengering. Polina Mete, tetangga kos korban di Jalan Yeh Biu Gang Pudak No 17, Sesetan mengatakan, enam orang yang terlibat bentrok ngekos di Sesetan.

Baca Juga:  Sekeluarga Terjebak Berjam-jam, Polda Bali & Denpom Buka Paksa Segel

Mereka menempati 6 kamar kos. Wanita asal Sumba Barat Daya ini mengatakan, ke 6 pemuda yang terlibat bentrok itu berasal dari satu kampung dan masih ada hubungan darah.

Mereka datang dari Sumba ke Bali dan bekerja pada salah satu toko bangunan di daerah Sesetan, Denpasar Selatan.

“Saya jarang ketemu dengan korban. Satahu saya dia (korban) tidak banyak bicara. Korban ini masih bujang,” beber Polina Mete.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya, Gidion Ndapatadi mengatakan, sangat menyayangkan peristiwa ini.

Dia sangat terpukul dan menyesal dengan seringnya kejadian anak-anak Sumba yang bentrok antar sesama.

Ndapatadi mengatakan, setiap kejadian yang melibatkan anak Sumba adalah oknum yang tak bisa bergaul dengan baik.

Baca Juga:  Terungkap, Bule Amerika Itu Stres Berat Melahirkan Anak Tanpa Suami

“Ya, infonya anak Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Tapi saya belum bisa memastikannya. Saya sebagai orang yang dituakan dari Sumba Barat Daya di Bali menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Terkait jenazah korban, lanjut Ndapatadi, akan dikoordinasikan dengan perkumpulan keluarga Sumba Barat Daya. Rencananya jenazah dipulangkan setelah urusan di polisi sudah selesai.

“Saya belum bisa pastikan kapan jenazah dipulangkan. Nanti tunggu urusan di polisi tuntas baru dipulangkan. Kami serahkan masalah ini ke pihak yang berwajib,” tuturnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/