alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Selundupkan Sabu ke Bali, Software Developer Rusia Divonis 9 Tahun

RadarBali.com – Ganjaran hukuman berat kembali dijatuhkan bagi pelaku penyelundup narkotika asal Rusia ke Bali.

Usai mengganjar hukuman 17 tahun penjara Roman Kalashibkov, 29, terdakwa kasus penyelundupan hasish seberat 2, 9 kg, kemarin (1/8) putusan tinggi kembali dijatuhkan oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Dr Yanto. 

Dialah Alexey Prusov,  28,  terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 106, 2 gram. Terdakwa divonis penjara 9 tahun penjara dan pidana denda Rp 2 miliar subsider 4 bulan kurungan. 

Vonis terdakwa lebih ringan 5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan.

majelis hakim menilai perbuatan terdakwa yang berprofesi sebagai software developer terbukti bersalah melanggar Pasal 113 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Baca Juga:  Polisi Sita Poster "Awas Ada Tukang Kawal Jogging" dari Pelajar SMK

“Mengadili, menjatuhkan pidana bagi terdakwa Alexey Prusov dengan pidana penjara selama sembilan tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan sementara. Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 2 miliar, subsider empat bulan kurungan,” tegas Ketua Hakim Ketua Dr Yanto.

Namun, sebelum membacakan amar putusan, majelis hakim juga mengurai sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak menunjang program pemerintah dalam rangka memberantas narkotika.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan. Atas vonis hakim  terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) JPU Eddy Arta Wijaya dan Ketut Sujaya menyatakan hal yang sama. 

Baca Juga:  Berpotensi Jadi Silpa dan Rancangan APBDes 2022, Inspektorat Turun


RadarBali.com – Ganjaran hukuman berat kembali dijatuhkan bagi pelaku penyelundup narkotika asal Rusia ke Bali.

Usai mengganjar hukuman 17 tahun penjara Roman Kalashibkov, 29, terdakwa kasus penyelundupan hasish seberat 2, 9 kg, kemarin (1/8) putusan tinggi kembali dijatuhkan oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Dr Yanto. 

Dialah Alexey Prusov,  28,  terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 106, 2 gram. Terdakwa divonis penjara 9 tahun penjara dan pidana denda Rp 2 miliar subsider 4 bulan kurungan. 

Vonis terdakwa lebih ringan 5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan.

majelis hakim menilai perbuatan terdakwa yang berprofesi sebagai software developer terbukti bersalah melanggar Pasal 113 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Baca Juga:  Memanas, Pengacara Sudikerta dan Notaris Saling Bantah Soal Sertifikat

“Mengadili, menjatuhkan pidana bagi terdakwa Alexey Prusov dengan pidana penjara selama sembilan tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan sementara. Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 2 miliar, subsider empat bulan kurungan,” tegas Ketua Hakim Ketua Dr Yanto.

Namun, sebelum membacakan amar putusan, majelis hakim juga mengurai sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak menunjang program pemerintah dalam rangka memberantas narkotika.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan. Atas vonis hakim  terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) JPU Eddy Arta Wijaya dan Ketut Sujaya menyatakan hal yang sama. 

Baca Juga:  Ini Sejumlah Kendala Teknis Saat Sidang Online JRX SID

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/