alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Usia 26 Tahun, Juragan Narkoba Lapas Kerobokan Kena 27 Tahun Penjara

DENPASAR – Tidak ada lagi masa muda yang bisa dinikmati terdakwa Lu Bing Jin alias Benny. Pasalnya, pemuda 26 tahun itu diganjar pidana penjara lagi. Total, dia mendapat hukuman selama 27 tahun secara akumulatif.

 

Hakim PN Denpasar menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika. Benny terbukti mengendalikan peredaran sabu seberat 1,5 kilogram dari balik Lapas Kelas IIA Kerobokan.

 

“Menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun, denda Rp1 miliar subside tiga bulan penjara,” tegas hakim I Gede Putu Saptawan, pada sidang daring baru-baru ini.

 

Dengan hukuman tersebut, Benny bakal berada di dalam penjara selama 27 tahun penjara. Sebab, sebelumnya, pada 2017 lalu, pria kelahiran Denpasar itu sudah divonis 17 tahun penjara. Benny terjerat kasus serupa, yakni narkotika. Sampai saat ini, dia masih menjadi napi di Lapas Kerobokan.

Baca Juga:  Jual Beli 24 Ekor Satwa Langka, Pria 47 Tahun Diciduk Tim KLHK di Kuta
- Advertisement -

 

Hukuman hakim ini lebih ringan dari tuntutan 18 tahun penjara yang diajukan JPU Dewi Agustin Adiputri. Menanggapi putusan hakim, baik JPU maupun terdakwa sama-sama menerima. Benny sendiri saat ini tinggal di Rutan Bangli.

 

Benny dalam aksinya tidak sendiri. Ia mengajak kakak kandungnya bernama Lu Ming Fee (berkas terpisah). Ia meminta kakaknya mengambil tiga plastik klip berisi sabu-sabu dengan total berat 1,5 kilogram.

 

Sebelum Benny ditangkap, polisi lebih dulu menangkap Lung Ming Fee pada 22 Januari 2021, sekitar pukul 19.00 di J Hotel, Jalan Raya Kuta, Badung.

 

Dari Lu Ming Fee petugas menemukan barang bukti berupa tiga plastik klip besar masing-masing berisi sabu dengan berat keseluruhan 1.517 gram netto.

Baca Juga:  30 Pelaku Narkoba Diciduk Polisi, Dalih TSK Bikin Geleng-geleng Kepala

 

Saat diinterogasi Lu Ming Fee mengaku mendapat sabu itu dengan cara mengambil dari kamar Nomor 005 di Hotel J atas suruhan adiknya, Lu Bin Jin alias Benny di dalam Lapas Kerobokan.

 

Rencananya Lu Ming Fee akan mengemas kembali paket sabu itu dengan kardus mie untuk diberikan kepada orang lain sesuai perintah Benny.

 

Petugas kemudian menjemput Benny dari Lapas Kerobokan untuk dipertemukan dengan Lu Ming Fee. Keduanya kemudian digelandang hingga proses di pengadilan. 

- Advertisement -

DENPASAR – Tidak ada lagi masa muda yang bisa dinikmati terdakwa Lu Bing Jin alias Benny. Pasalnya, pemuda 26 tahun itu diganjar pidana penjara lagi. Total, dia mendapat hukuman selama 27 tahun secara akumulatif.

 

Hakim PN Denpasar menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika. Benny terbukti mengendalikan peredaran sabu seberat 1,5 kilogram dari balik Lapas Kelas IIA Kerobokan.

 

“Menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun, denda Rp1 miliar subside tiga bulan penjara,” tegas hakim I Gede Putu Saptawan, pada sidang daring baru-baru ini.

 

Dengan hukuman tersebut, Benny bakal berada di dalam penjara selama 27 tahun penjara. Sebab, sebelumnya, pada 2017 lalu, pria kelahiran Denpasar itu sudah divonis 17 tahun penjara. Benny terjerat kasus serupa, yakni narkotika. Sampai saat ini, dia masih menjadi napi di Lapas Kerobokan.

Baca Juga:  Tangan dan Kaki 20 TSK Narkoba Diborgol, Dua di Antaranya Bule Rusia

 

Hukuman hakim ini lebih ringan dari tuntutan 18 tahun penjara yang diajukan JPU Dewi Agustin Adiputri. Menanggapi putusan hakim, baik JPU maupun terdakwa sama-sama menerima. Benny sendiri saat ini tinggal di Rutan Bangli.

 

Benny dalam aksinya tidak sendiri. Ia mengajak kakak kandungnya bernama Lu Ming Fee (berkas terpisah). Ia meminta kakaknya mengambil tiga plastik klip berisi sabu-sabu dengan total berat 1,5 kilogram.

 

Sebelum Benny ditangkap, polisi lebih dulu menangkap Lung Ming Fee pada 22 Januari 2021, sekitar pukul 19.00 di J Hotel, Jalan Raya Kuta, Badung.

 

Dari Lu Ming Fee petugas menemukan barang bukti berupa tiga plastik klip besar masing-masing berisi sabu dengan berat keseluruhan 1.517 gram netto.

Baca Juga:  Catat!! Kapolresta Ancam Pecat Bagi Anggota Positif Narkoba

 

Saat diinterogasi Lu Ming Fee mengaku mendapat sabu itu dengan cara mengambil dari kamar Nomor 005 di Hotel J atas suruhan adiknya, Lu Bin Jin alias Benny di dalam Lapas Kerobokan.

 

Rencananya Lu Ming Fee akan mengemas kembali paket sabu itu dengan kardus mie untuk diberikan kepada orang lain sesuai perintah Benny.

 

Petugas kemudian menjemput Benny dari Lapas Kerobokan untuk dipertemukan dengan Lu Ming Fee. Keduanya kemudian digelandang hingga proses di pengadilan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/