29.8 C
Denpasar
Tuesday, March 28, 2023

Didatangi Tiga Pria, Minta File CCTV, Manajemen Restoran Ogah Beri

WAJAH terduga pelaku penganiayaan pelajar ternyata terekam jelas CCTV Restauran The Hub, Sanur.

 

Terduga pelaku juga sempat mendatangi Restauran The Hub, Sanur, untuk menanyakan rekaman CCTV tersebut.

 

Manajer Restauran The Hub berinisial Al dan beberapa karyawan mengakui sempat didatangi tiga orang yang mengaku bertugas di Ditreskirmum Polda Bali. Mereka lalu meminta file CCTV.

 

Hal itu diungkapkan AL saat ayah korban berinisial MTJS bersama kuasa hukum AKBP (purn) Joni Lay mendatangi kantor Restauran The Hub, Sanur, Sabtu (2/10).

 

Namun, permintaan file CCTV tak diindahkan pihak manajemen. Sebab, ketiga orang yang mengaku anggota polisi itu tidak membawa surat tugas.

 

“Ya ada 3 orang datang ke sini sore hari setelah kejadian. Saya sempat tanya sama bapak yang mengaku sebagai komandan bernama Yudi. Dia ngaku kalau mereka bertugas di Ditreskrimum Polda Bali,” kata AL.

 

Sebelumnya, lanjut AL, ada juga 5 orang diduga anggota polisi berpakaian preman juga ke restoran.

Baca Juga:  Kesaksian Ahli Untungkan Terdakwa, Independensi Dua Saksi Diragukan

 

Mereka sempat bertanya kepada salah satu sekuriti, siapa saja yang sudah melihat CCTV. Namun dijawab olah sekuriti bahwa tidak tahu.

 

“Karyawan saya bilang kok. Mereka ngaku bahwa atasan mereka akan datang sore nanti. Ternyata sore itu juga datang tiga orang yang dimaksud tadi,” kata AL.

 

Dijelaskan AL, walau tidak memberikan file kepada ketiga oknum yang mengaku polisi, itu. Namun, pihak manajeman memutar ulang detik-detik kejadian hingga pelajar dianiaya hingga dijemput sang ayah.

 

 “Ya di depan ada dua CCTV yang merekam kejadian itu. Saya memutarkan video di sini dan disaksikan langsung sama ketiganya,” paparnya.

 

Masih di tempat yang sama, setelah menyaksikan rekaman CCTV yang menyorot ke lokasi kejadian, AL menayangkan lagi rekaman CCTV di ruangan office kepada MTJS ayah MR didampingi kuasa hukum Joni Lay.

 

Benar terdapat tiga pria datang dan masuk ke ruangan kantor The Hub.

 

Sambil menyimak gerak-gerik ke tiga orang itu, AL sempat menunjukkan bahwa lelaki yang mengaku bernama Yudi, di dalam layar itu menggunakan jaket biru gelap bergaris putih pada bagian tangan.

Baca Juga:  UPDATE! Sudikerta Terjerat Kasus dengan Owner Maspion Sejak Jadi Wabup

 

Sementara, lelaki yang mengenakan jaket warna -warni sempat mengaku bahwa dialah pengendara sepeda motor.

 

“Kemungkinan, dialah (jaket warna-warni) ini diduga membonceng oknum anggota yang menganiaya MR,” tambahnya.

 

Saat itu juga, MTJS dan huasa hukumnya sempat mengabadikan momen ketiga orang ini dari layar jumbo tersebut. Tujuannya untuk menanyakan atau mengonfimasi ke sang anak menyangkut peristiwa nahas yang dialami.

 

“Ya, foto mereka yang diambil dari layar saat berada di office The Hub sudah dikirim ke korban. Dan korban menduga yang menganiayanya itu adalah lelaki yang mengenakan jaket oranye,” sambung Joni Lay sembari mengatakan, tayangan dari 3 CCTV, dua buah menyorot ke halaman dan 1 di ruangan office inilah yang nanti akan menguatkan lagi keterangan saksi.

 

“Pasti akan terungkap siapa pelakunya,” tegas Joni.



WAJAH terduga pelaku penganiayaan pelajar ternyata terekam jelas CCTV Restauran The Hub, Sanur.

 

Terduga pelaku juga sempat mendatangi Restauran The Hub, Sanur, untuk menanyakan rekaman CCTV tersebut.

 

Manajer Restauran The Hub berinisial Al dan beberapa karyawan mengakui sempat didatangi tiga orang yang mengaku bertugas di Ditreskirmum Polda Bali. Mereka lalu meminta file CCTV.

 

Hal itu diungkapkan AL saat ayah korban berinisial MTJS bersama kuasa hukum AKBP (purn) Joni Lay mendatangi kantor Restauran The Hub, Sanur, Sabtu (2/10).

 

Namun, permintaan file CCTV tak diindahkan pihak manajemen. Sebab, ketiga orang yang mengaku anggota polisi itu tidak membawa surat tugas.

 

“Ya ada 3 orang datang ke sini sore hari setelah kejadian. Saya sempat tanya sama bapak yang mengaku sebagai komandan bernama Yudi. Dia ngaku kalau mereka bertugas di Ditreskrimum Polda Bali,” kata AL.

 

Sebelumnya, lanjut AL, ada juga 5 orang diduga anggota polisi berpakaian preman juga ke restoran.

Baca Juga:  Nyambi Jadi Pengepul Togel, Sopir Taksi di Kuta DitangkapĀ 

 

Mereka sempat bertanya kepada salah satu sekuriti, siapa saja yang sudah melihat CCTV. Namun dijawab olah sekuriti bahwa tidak tahu.

 

“Karyawan saya bilang kok. Mereka ngaku bahwa atasan mereka akan datang sore nanti. Ternyata sore itu juga datang tiga orang yang dimaksud tadi,” kata AL.

 

Dijelaskan AL, walau tidak memberikan file kepada ketiga oknum yang mengaku polisi, itu. Namun, pihak manajeman memutar ulang detik-detik kejadian hingga pelajar dianiaya hingga dijemput sang ayah.

 

 “Ya di depan ada dua CCTV yang merekam kejadian itu. Saya memutarkan video di sini dan disaksikan langsung sama ketiganya,” paparnya.

 

Masih di tempat yang sama, setelah menyaksikan rekaman CCTV yang menyorot ke lokasi kejadian, AL menayangkan lagi rekaman CCTV di ruangan office kepada MTJS ayah MR didampingi kuasa hukum Joni Lay.

 

Benar terdapat tiga pria datang dan masuk ke ruangan kantor The Hub.

 

Sambil menyimak gerak-gerik ke tiga orang itu, AL sempat menunjukkan bahwa lelaki yang mengaku bernama Yudi, di dalam layar itu menggunakan jaket biru gelap bergaris putih pada bagian tangan.

Baca Juga:  Sebulan Keluar Penjara, Pria Asal Sumba Timur Curi Motor di Tabanan

 

Sementara, lelaki yang mengenakan jaket warna -warni sempat mengaku bahwa dialah pengendara sepeda motor.

 

“Kemungkinan, dialah (jaket warna-warni) ini diduga membonceng oknum anggota yang menganiaya MR,” tambahnya.

 

Saat itu juga, MTJS dan huasa hukumnya sempat mengabadikan momen ketiga orang ini dari layar jumbo tersebut. Tujuannya untuk menanyakan atau mengonfimasi ke sang anak menyangkut peristiwa nahas yang dialami.

 

“Ya, foto mereka yang diambil dari layar saat berada di office The Hub sudah dikirim ke korban. Dan korban menduga yang menganiayanya itu adalah lelaki yang mengenakan jaket oranye,” sambung Joni Lay sembari mengatakan, tayangan dari 3 CCTV, dua buah menyorot ke halaman dan 1 di ruangan office inilah yang nanti akan menguatkan lagi keterangan saksi.

 

“Pasti akan terungkap siapa pelakunya,” tegas Joni.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru