alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Polisi Sebut Korban Bisa Berpeluang Jadi Tersangka Asal Ada yang Lapor

PENYIDIK Satreskrim Polres Badung telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam insiden berdarah yang terjadi di Banjar Puseh, Desa  Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Selasa (28/9) malam lalu.

Dia adalah I Wayan Armita alias Pak Ega, 51. Pak Ega ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus penganiayaan berat yang dilakukan terhadap Korban I Made Oka Suyasa alias De Oka, 35.

Sedangkan I Nyoman Kresna Bayu Putra alias Mang Jagapati, 34, yang sebelumnya sempat diamankan dan diperiksa hanya berstatus sebagai saksi.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Kamis (30/9) lalu menerangkan, penetapan Pak Ega sebagai tersangka setelah dari hasil penyidikan, yang bersangkutan telah memenuhi unsur penganiayaan.

Baca Juga:  Terdengar Suara Ledakan, Rumah Mewah di Kuta Utara Bali Ludes Terbakar

Unsur penganiayaan itu juga diperkuat dengan barang bukti yang sudah disita polisi. Diantaranya sebuah linggis dan sebuah besi, sebilah golok, dua unit sepeda motor, satu buah HP, dan dua pasang sandal.

“Ya tersangkanya hanya satuorang,” tegas AKBP Leo Dedy Defretes di Mapolres Badung.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Badung AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menambahkan, insiden berdarah ini terjadi karena dipicu masalah sepele.

Kata AKP Ika Prabawa, penganiayaan dipicu karena kesalahpahaman status WhatsApp antara Korban De Oka dan Saksi Mang Jagapati.

Selain itu, pertikaian yang berujung penebasan dan pembacokan itu juga tersulut setelah diduga karena antara korban dan tersangka dibawah pengaruh minumah beralkohol.

Baca Juga:  Patroli Anti-preman, Polisi Sita Tiga Motor Modif dan Knalpot Brong

“Dalam perkelahian, pelaku dan saksi juga terluka, karena dalam kronologisnya korban yang menyerang lebih dulu,” ungkap AKP Ika Prabawa.

Disinggung mengenai kemungkinan korban menjadi tersangka, Kasat Reskrim Polres Badung AKP Putu Ika Prabawa menyatakan tergantung laporannya.

Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dirugikan, pihaknya menyarankan untuk segera membuat laporan polisi.

“Namun untuk sementara ini kami baru menetapkan satu orang (Pak Ega) sebagai tersangka . Yang bersangkutan kami kenakan pasal Penganiayaan berat sesuai Pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tambahnya.

 

 

PENYIDIK Satreskrim Polres Badung telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam insiden berdarah yang terjadi di Banjar Puseh, Desa  Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Selasa (28/9) malam lalu.

Dia adalah I Wayan Armita alias Pak Ega, 51. Pak Ega ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus penganiayaan berat yang dilakukan terhadap Korban I Made Oka Suyasa alias De Oka, 35.

Sedangkan I Nyoman Kresna Bayu Putra alias Mang Jagapati, 34, yang sebelumnya sempat diamankan dan diperiksa hanya berstatus sebagai saksi.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Kamis (30/9) lalu menerangkan, penetapan Pak Ega sebagai tersangka setelah dari hasil penyidikan, yang bersangkutan telah memenuhi unsur penganiayaan.

Baca Juga:  Sesak Napas, Peluk Cewek di Kamar Kos, Bule Australia Meninggal Dunia

Unsur penganiayaan itu juga diperkuat dengan barang bukti yang sudah disita polisi. Diantaranya sebuah linggis dan sebuah besi, sebilah golok, dua unit sepeda motor, satu buah HP, dan dua pasang sandal.

“Ya tersangkanya hanya satuorang,” tegas AKBP Leo Dedy Defretes di Mapolres Badung.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Badung AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menambahkan, insiden berdarah ini terjadi karena dipicu masalah sepele.

Kata AKP Ika Prabawa, penganiayaan dipicu karena kesalahpahaman status WhatsApp antara Korban De Oka dan Saksi Mang Jagapati.

Selain itu, pertikaian yang berujung penebasan dan pembacokan itu juga tersulut setelah diduga karena antara korban dan tersangka dibawah pengaruh minumah beralkohol.

Baca Juga:  Tak Laporkan Gratifikasi ke KPK, Dijerat UU Tipikor, Terancam 20 Tahun

“Dalam perkelahian, pelaku dan saksi juga terluka, karena dalam kronologisnya korban yang menyerang lebih dulu,” ungkap AKP Ika Prabawa.

Disinggung mengenai kemungkinan korban menjadi tersangka, Kasat Reskrim Polres Badung AKP Putu Ika Prabawa menyatakan tergantung laporannya.

Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dirugikan, pihaknya menyarankan untuk segera membuat laporan polisi.

“Namun untuk sementara ini kami baru menetapkan satu orang (Pak Ega) sebagai tersangka . Yang bersangkutan kami kenakan pasal Penganiayaan berat sesuai Pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tambahnya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/