alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Selain Hobi Nyabu, Oknum Penyuluh Hindu di Badung juga Jarang Ngantor

PENANGKAPAN Nyoman Handayana, oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas sebagai penyuluh agama Hindu di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Badung tak hanya mengejutkan publik.

Akibat penangkapan Tersangka Handayana bersama teman perempuannya bernama Ni Putu Eka Septya Dewi juga sangat memalukan institusi di Kemenag Badung.

Atas ulah Janda dan dua yang sudah sama-sama punya anak ini, institusi kemenag khususnya kantor Kemenag Badung tercoreng moreng.

Kini usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika, ada fakta baru diungkap polisi dari tersangka yang berstatus sebagi abdi Negara ini. Apa itu?

 

ANDRE SULLA, Badung

RASA penyesalah selalu datang belakangan. Larut dalam lembah hitam narkoba, Handayana menjadi lupa dengan segala-galanya.

Bahkan meski berprofesi sebagai penyuluh agama Hindu, Handayana seperti tak peduli. Bahkan bersama sang pacar yang sudha berstatus janda anak dua, ia tak sadar jika kebiasaannya mengonsumsi sabu telah diendus polisi.

Benar saja, laruh dalam kenikmataan sesaat, pasangan kekasih (duda dan janda) itu akhirnya ditangkap di Jalan Siwa, Banjar Dajan Peken, Mengwi, Badung, Sabtu (18/9) sekitar pukul 12.00 WITA.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Bagikan Masker Kepada Masyarakat

“Keduanya diamankan berdasarkan informasi bahwa pergerkan keduanya sangat mencurigakan,” ungkap Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes didampingi Kasatresnarkoba AKP Budi Artama.

Sebelum penangkapan, polisi sempat membuntuti pergerakan keduanya.

Hingga Sabtu itu, keduanya berada di kawasan Jalan Siwa, Banjar Dajan Peken, Mengwi, Badung.

“Awalnya digerebek dan dilakukan penggeledahan, barang bukti belum ditemukan,” ujar Leo dalam rilis pers di Mapolres Badung.

Tak mau terkecoh, Tim Opsonal Satresnarkoba akhirnya  memeriksa handphone (HP) milik Eka. Alhasil dari pemeriksaan itu, polisi menemukan percakapan dan alamat tempelan barang terlarang.

 

Dari sanalah diketahui bahwa lelaki ini berstatus duda 3 anak dan pacarnya janda 2 anak.

“Tim mengajak ASN yang merupakan staff salah satu Kementerian serta pacarnya tersebut ke lokasi yang dimaksud. Namun mereka baru mengaku barang bukti sudah diambil dan disembunyikan di atas rumput. Tepatnya di samping Pura Banjar Dajan Peken, Mengwi,” katanya.

 

Setelah itu para pelaku diajak ke lokasi barang bukti tersebut disembunyikan.Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan satu plastik klip yang didalamnya berisi narkotika jenis Sabu seberat 0,11 gram.

Baca Juga:  Rayakan Kuningan, Rumah Mini 5 x 7 Meter Milik Warga Abang Ludes

Petugas lanjut mengajak mereka ke kosannya di dekat pura. Di sana ditemukan alat hisap atau bong dan korek api gas yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu.

Keduanya mengaku bahwa sabu tersebut adalah milik seseorang bernama Made. Sejoli itu sebut dibeli atau diperoleh dari orang bernama Gus Edi seharga Rp 350 ribu.

Menariknya, Gus Edi saat ini disebut tengah mendekam di Lapas. Selanjutnya para pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Badung untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami masih dalami keterangan mereka,” sebutnya.

 

Kasatresnarkoba AKP Budi Artama menambahkan bahwa, setelah menangkap tersangka dan berkoordinasi dengan pihak Kementrian Agama Badung, diketahui bahwa lelaki tersebut jarang masuk kantor.

“Ya kami sudah berkoordinasi dengan pihak ditempatnya bekerja. Kami tidak pandang bulu dalam membasmi narkoba. Siapa pun dia pasti diproses. Keduanya doamanka usai pesta narkoba,” tukasnya


PENANGKAPAN Nyoman Handayana, oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas sebagai penyuluh agama Hindu di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Badung tak hanya mengejutkan publik.

Akibat penangkapan Tersangka Handayana bersama teman perempuannya bernama Ni Putu Eka Septya Dewi juga sangat memalukan institusi di Kemenag Badung.

Atas ulah Janda dan dua yang sudah sama-sama punya anak ini, institusi kemenag khususnya kantor Kemenag Badung tercoreng moreng.

Kini usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika, ada fakta baru diungkap polisi dari tersangka yang berstatus sebagi abdi Negara ini. Apa itu?

 

ANDRE SULLA, Badung

RASA penyesalah selalu datang belakangan. Larut dalam lembah hitam narkoba, Handayana menjadi lupa dengan segala-galanya.

Bahkan meski berprofesi sebagai penyuluh agama Hindu, Handayana seperti tak peduli. Bahkan bersama sang pacar yang sudha berstatus janda anak dua, ia tak sadar jika kebiasaannya mengonsumsi sabu telah diendus polisi.

Benar saja, laruh dalam kenikmataan sesaat, pasangan kekasih (duda dan janda) itu akhirnya ditangkap di Jalan Siwa, Banjar Dajan Peken, Mengwi, Badung, Sabtu (18/9) sekitar pukul 12.00 WITA.

Baca Juga:  Salut! Kompor Meledak, Api Membesar, Aksi Polisi Ini Tuai Pujian

“Keduanya diamankan berdasarkan informasi bahwa pergerkan keduanya sangat mencurigakan,” ungkap Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes didampingi Kasatresnarkoba AKP Budi Artama.

Sebelum penangkapan, polisi sempat membuntuti pergerakan keduanya.

Hingga Sabtu itu, keduanya berada di kawasan Jalan Siwa, Banjar Dajan Peken, Mengwi, Badung.

“Awalnya digerebek dan dilakukan penggeledahan, barang bukti belum ditemukan,” ujar Leo dalam rilis pers di Mapolres Badung.

Tak mau terkecoh, Tim Opsonal Satresnarkoba akhirnya  memeriksa handphone (HP) milik Eka. Alhasil dari pemeriksaan itu, polisi menemukan percakapan dan alamat tempelan barang terlarang.

 

Dari sanalah diketahui bahwa lelaki ini berstatus duda 3 anak dan pacarnya janda 2 anak.

“Tim mengajak ASN yang merupakan staff salah satu Kementerian serta pacarnya tersebut ke lokasi yang dimaksud. Namun mereka baru mengaku barang bukti sudah diambil dan disembunyikan di atas rumput. Tepatnya di samping Pura Banjar Dajan Peken, Mengwi,” katanya.

 

Setelah itu para pelaku diajak ke lokasi barang bukti tersebut disembunyikan.Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan satu plastik klip yang didalamnya berisi narkotika jenis Sabu seberat 0,11 gram.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Bagikan Masker Kepada Masyarakat

Petugas lanjut mengajak mereka ke kosannya di dekat pura. Di sana ditemukan alat hisap atau bong dan korek api gas yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu.

Keduanya mengaku bahwa sabu tersebut adalah milik seseorang bernama Made. Sejoli itu sebut dibeli atau diperoleh dari orang bernama Gus Edi seharga Rp 350 ribu.

Menariknya, Gus Edi saat ini disebut tengah mendekam di Lapas. Selanjutnya para pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Badung untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami masih dalami keterangan mereka,” sebutnya.

 

Kasatresnarkoba AKP Budi Artama menambahkan bahwa, setelah menangkap tersangka dan berkoordinasi dengan pihak Kementrian Agama Badung, diketahui bahwa lelaki tersebut jarang masuk kantor.

“Ya kami sudah berkoordinasi dengan pihak ditempatnya bekerja. Kami tidak pandang bulu dalam membasmi narkoba. Siapa pun dia pasti diproses. Keduanya doamanka usai pesta narkoba,” tukasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/