alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Korban Ngaku Ditebas Tiga Kali, Dua dapat Dihindari, Satu Kena Kepala

 

MANGUPURA – Keluarga I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, yang menjadi korban penebasan akhirnya buka suara terkait peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan Jalan Majapahit tepatnya depan Bale Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Minggu (31/10) pukul 02.10.

 

Made Ardana yang merupakan paman korban mengatakan, berdasarkan cerita dari Hendra bahwa para pelaku sama sekali tidak dikenal oleh Hendra dan temannya I Wayan Feryana, 27. Saat itu, korban dan Wayan datang dari arah timur Jalan Raya Kuta.

 

Keduanya menggunakan satu sepeda motor berboncengan. Wayan Feryana yang mengendarai motor sementara Hendra dibonceng. “Cerita dari Hendra (korban) sebelum kejadian keduanya habis beli nasi dan isi bensin di SPBU di Jalan Raya Kuta,” ungkap Made Ardana saat ditemui di rumahnya di Banjar Pemamoran, Jalan Mataram Gang Setra Alit, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Senin (1/11) siang.

Baca Juga:  Polda Kawal Ketat Vaksin Covid-19 untuk Bali

 

Ardana mengatakan, usai membeli bensin dan nasi Hendra dan Wayan Feryana hendak pulang ke rumah di Jalan Mataram Gang Setra Alit. Saat tiba di simpang Banjar Temacun keduanya bertemu para pelaku yang saat itu sedang berhenti di tengah jalan. Hendra dan Wayan Feryana memilih belok kanan ke arah Jalan Majapahit. Hanya berjarak sekitar 15 meter dari perempatan, tiba-tiba dua orang pelaku menghadang motor mereka menggunakan sepeda motor.

 

Dua orang yang belum diketahui identitasnya itu langsung melakukan penyerangan. Pada saat kejadian hanya satu orang yang terlihat menggunakan senjata tajam. Hendra sempat ditebas sebanyak tiga kali. Dua tebasan berhasil dihindari Hendra, sementara satu tebasan kena pada kepala bagian belakang. Hendra dan Wayan Feryana memilih kabur meninggalkan sepeda motor di lokasi.

Baca Juga:  Catut Maskapai Garuda, Nekat Kibuli Korban dengan Avanza Rp 25 Juta

 

Keduanya kabur ke arah Simpang Temacun. Setibanya di persimpangan, Hendra kabur ke arah timur dalam kondisi luka pada bagian kepala belakang, sementara Wayan Feryana kabur ke arah barat dalam kondisi selamat.  “Grup pelaku sekitar 12 orang. Mereka menggunakan 6 unit sepeda motor. Sementara ponakan saya hanya dengan seorang teman. Luka tebas pada bagian kepala belakang dari atas telinga kiri sampai kepala belakang. Katanya dia ditebas tiga kali. Hanya satu tebasan yang kena dan luka,” beber Made Ardana.


 

MANGUPURA – Keluarga I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, yang menjadi korban penebasan akhirnya buka suara terkait peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan Jalan Majapahit tepatnya depan Bale Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Minggu (31/10) pukul 02.10.

 

Made Ardana yang merupakan paman korban mengatakan, berdasarkan cerita dari Hendra bahwa para pelaku sama sekali tidak dikenal oleh Hendra dan temannya I Wayan Feryana, 27. Saat itu, korban dan Wayan datang dari arah timur Jalan Raya Kuta.

 

Keduanya menggunakan satu sepeda motor berboncengan. Wayan Feryana yang mengendarai motor sementara Hendra dibonceng. “Cerita dari Hendra (korban) sebelum kejadian keduanya habis beli nasi dan isi bensin di SPBU di Jalan Raya Kuta,” ungkap Made Ardana saat ditemui di rumahnya di Banjar Pemamoran, Jalan Mataram Gang Setra Alit, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Senin (1/11) siang.

Baca Juga:  Geger Temuan Jasad Pria Renta di Kolong Jembatan Tukad Badung

 

Ardana mengatakan, usai membeli bensin dan nasi Hendra dan Wayan Feryana hendak pulang ke rumah di Jalan Mataram Gang Setra Alit. Saat tiba di simpang Banjar Temacun keduanya bertemu para pelaku yang saat itu sedang berhenti di tengah jalan. Hendra dan Wayan Feryana memilih belok kanan ke arah Jalan Majapahit. Hanya berjarak sekitar 15 meter dari perempatan, tiba-tiba dua orang pelaku menghadang motor mereka menggunakan sepeda motor.

 

Dua orang yang belum diketahui identitasnya itu langsung melakukan penyerangan. Pada saat kejadian hanya satu orang yang terlihat menggunakan senjata tajam. Hendra sempat ditebas sebanyak tiga kali. Dua tebasan berhasil dihindari Hendra, sementara satu tebasan kena pada kepala bagian belakang. Hendra dan Wayan Feryana memilih kabur meninggalkan sepeda motor di lokasi.

Baca Juga:  Terdampak Pandemi, Dirumahkan, Dibui karena Jadi Penyelenggara Tajen

 

Keduanya kabur ke arah Simpang Temacun. Setibanya di persimpangan, Hendra kabur ke arah timur dalam kondisi luka pada bagian kepala belakang, sementara Wayan Feryana kabur ke arah barat dalam kondisi selamat.  “Grup pelaku sekitar 12 orang. Mereka menggunakan 6 unit sepeda motor. Sementara ponakan saya hanya dengan seorang teman. Luka tebas pada bagian kepala belakang dari atas telinga kiri sampai kepala belakang. Katanya dia ditebas tiga kali. Hanya satu tebasan yang kena dan luka,” beber Made Ardana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/