alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Nyoman Okariawan Sewa Tiga Kamar Kos Mewah untuk PSK MiChat

Sebagai germo prostitusi online, I Nyoman Okariawan memasang modal yang lumayan. Dia menyewa kamar kos mewah di Jalan Tukad Balian bagi PSK online koleksinya.

 

MARCELL PAMPUR, Denpasar

WAJAH I Nyoman Okariawan terus menunduk saat ditunjukkan ke awak media di Mapolresta Denpasar, Selasa (2/11). Masker menutup bagian hidung hingga dagunya. Ia ditangkap lantaran menjadi germo bagi sejumlah PSK di Denpasar.

 

Sebagai germo, Okariawan bertugas memasarkan para PSK itu melalui aplikasi MiChat. Aplikasi ini memang sering disalahgunakan sebagai etalase dan media berkomunikasi antara cewek open BO dan pelanggannya.

 

Sepandai-pandainya menutupi bangkai, aksi Okariawan pun akhirnya terbongkar. Itu ketika polisi mendapat informasi seringa ada pertarungan syahwat di sebuah penginapan Pondok Putra Bersaudara di Jalan Tukad Badung XV Nomor 10B, Denpasar Selatan.

 

“Saat ini diperoleh informasi pemesanan cewek via MiChat. Kemudian anggota kami melakukan penyelidikan,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (2/11/2021).

 

Informasi yang didapat polisi terjadi pada 22 Oktober 2021 lalu. Setelah menyelidiki Ponduk Putra Bersaudara, polisi pun berhasil mengendus para pelakunya bermarkas di sebuah kos mewah di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan.

 

Polisi pun mengincar kos mewah di sekitar Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan tersebut. Di sana petugas menemukan sejumlah wanita PSK.

 

Saat didatangi, I Nyoman Okariawan yang menjadi germo bagi para PSK itu juga ada di tempat tersebut. Okariawan pun dibekuk polisi.

 

Ternyata, tempat itu memang sengaja dipakai Okariawan untuk para PSK tersebut. Dia menyewa tiga kamar di sana. Ongkos sewanya Rp2 juta per bulan.

 

“Pelaku yang bertindak sebagai muncikari itu menyewa tiga kamar dengan harga sewa Rp2 juta per bulan,” jelas Jansen.



Sebagai germo prostitusi online, I Nyoman Okariawan memasang modal yang lumayan. Dia menyewa kamar kos mewah di Jalan Tukad Balian bagi PSK online koleksinya.

 

MARCELL PAMPUR, Denpasar

WAJAH I Nyoman Okariawan terus menunduk saat ditunjukkan ke awak media di Mapolresta Denpasar, Selasa (2/11). Masker menutup bagian hidung hingga dagunya. Ia ditangkap lantaran menjadi germo bagi sejumlah PSK di Denpasar.

 

Sebagai germo, Okariawan bertugas memasarkan para PSK itu melalui aplikasi MiChat. Aplikasi ini memang sering disalahgunakan sebagai etalase dan media berkomunikasi antara cewek open BO dan pelanggannya.

 

Sepandai-pandainya menutupi bangkai, aksi Okariawan pun akhirnya terbongkar. Itu ketika polisi mendapat informasi seringa ada pertarungan syahwat di sebuah penginapan Pondok Putra Bersaudara di Jalan Tukad Badung XV Nomor 10B, Denpasar Selatan.

 

“Saat ini diperoleh informasi pemesanan cewek via MiChat. Kemudian anggota kami melakukan penyelidikan,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (2/11/2021).

 

Informasi yang didapat polisi terjadi pada 22 Oktober 2021 lalu. Setelah menyelidiki Ponduk Putra Bersaudara, polisi pun berhasil mengendus para pelakunya bermarkas di sebuah kos mewah di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan.

 

Polisi pun mengincar kos mewah di sekitar Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan tersebut. Di sana petugas menemukan sejumlah wanita PSK.

 

Saat didatangi, I Nyoman Okariawan yang menjadi germo bagi para PSK itu juga ada di tempat tersebut. Okariawan pun dibekuk polisi.

 

Ternyata, tempat itu memang sengaja dipakai Okariawan untuk para PSK tersebut. Dia menyewa tiga kamar di sana. Ongkos sewanya Rp2 juta per bulan.

 

“Pelaku yang bertindak sebagai muncikari itu menyewa tiga kamar dengan harga sewa Rp2 juta per bulan,” jelas Jansen.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/