alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Belasan Advokat Back Up JRX dalam Kasus Dugaan Pengancaman Adam Deni

DENPASAR – Drumer band Superman Is Dead (SID) JRX alias Jerink kembali harus masuk sel tahanan. Itu dilakukan saat pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) dari penyidik Polda Metro Jaya kepada Kejati Jakarta yang dilakukan di Kejari Jakarta Pusat. Dalam menghadapi kasus ini, JRX pun telah diback-up belasan advokat atau pengacara.

Kuasa Hukum JRX, Wayan Gendo Suardana menyampaikan bahwa I Gde Ari Astina atau JRX saat ini telah ditahan oleh pihak kejaksaan.

 

“Sekitar pukul 16.15 Wib, secara resmi JRX dinyatakan ditahan untuk 20 hari ke depan dan ditahan di Polda Metro Jaya,” kata Gendo pada Rabu (1/12/2021).

 

Baca Juga:  KEREN! Outsider di NTT Pasang Dukungan untuk JRX di Truk dan Angkot

Gendo juga menyampaikan, agenda hari ini merupakan pelimpahan tahap II dilakukan atas tersangka JRX dan barang bukti dari Polda Metro Jaya ke Kejati DKI Jakarta di Kejari Jakarta Pusat.

 

Saat ini, JRX didampingi oleh Gendo Law Office dengan 14 Advokat gabungan dari Advokat Jakarta dan Bali. Gendo juga mengatakan akan segera melakukan penangguhan penahanan kepada kliennya. 

 

“Dari pagi sejak di Polda Metro Jaya hingga sore hari, ada 4 advokat yang mendampingi, yakni I Wayan Suardana, SH, Sugeng Teguh Santoso, SH, M Philipus Tarigan SH, Prasetyo utomo SH,” ungkapnya.

 

Sekadar mengingatkan, kasus ini bermula dari diskusi ilmiah soal Covid 19 di media sosial yang kemudian terjadi peretasan akun milik JRX. Atas hal itu, JRX pun menelepon Adam Deni, yang kebetulan juga berteman dengan istri JRX.

Baca Juga:  Dipolisikan, JRX SID Ngaku Tak Akan Berhenti Mengkritik

 

Ada sedikit ketegangan memang di telepon. Tapi, sebelum laporan dibuat, JRX menyadari kekeliruan itu sehingga mengambil inisiatif meminta maaf langusng pada AD.

 

Usai meminta maaf, JRX SID pun menduga kasus ini akan selesai. Namun Adam Deni memilih tetap melaporkan JRX ke Polda Metro Jaya atas tuduhan mengancam melalui saluran telepon.


DENPASAR – Drumer band Superman Is Dead (SID) JRX alias Jerink kembali harus masuk sel tahanan. Itu dilakukan saat pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) dari penyidik Polda Metro Jaya kepada Kejati Jakarta yang dilakukan di Kejari Jakarta Pusat. Dalam menghadapi kasus ini, JRX pun telah diback-up belasan advokat atau pengacara.

Kuasa Hukum JRX, Wayan Gendo Suardana menyampaikan bahwa I Gde Ari Astina atau JRX saat ini telah ditahan oleh pihak kejaksaan.

 

“Sekitar pukul 16.15 Wib, secara resmi JRX dinyatakan ditahan untuk 20 hari ke depan dan ditahan di Polda Metro Jaya,” kata Gendo pada Rabu (1/12/2021).

 

Baca Juga:  Ungkap Alasan Banding, Luga: Hukuman 14 Bulan Belum Beri Efek Jera

Gendo juga menyampaikan, agenda hari ini merupakan pelimpahan tahap II dilakukan atas tersangka JRX dan barang bukti dari Polda Metro Jaya ke Kejati DKI Jakarta di Kejari Jakarta Pusat.

 

Saat ini, JRX didampingi oleh Gendo Law Office dengan 14 Advokat gabungan dari Advokat Jakarta dan Bali. Gendo juga mengatakan akan segera melakukan penangguhan penahanan kepada kliennya. 

 

“Dari pagi sejak di Polda Metro Jaya hingga sore hari, ada 4 advokat yang mendampingi, yakni I Wayan Suardana, SH, Sugeng Teguh Santoso, SH, M Philipus Tarigan SH, Prasetyo utomo SH,” ungkapnya.

 

Sekadar mengingatkan, kasus ini bermula dari diskusi ilmiah soal Covid 19 di media sosial yang kemudian terjadi peretasan akun milik JRX. Atas hal itu, JRX pun menelepon Adam Deni, yang kebetulan juga berteman dengan istri JRX.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Pengancaman dan Perampasan di Parkir Alfamart

 

Ada sedikit ketegangan memang di telepon. Tapi, sebelum laporan dibuat, JRX menyadari kekeliruan itu sehingga mengambil inisiatif meminta maaf langusng pada AD.

 

Usai meminta maaf, JRX SID pun menduga kasus ini akan selesai. Namun Adam Deni memilih tetap melaporkan JRX ke Polda Metro Jaya atas tuduhan mengancam melalui saluran telepon.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/