alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Turun ke Lapangan, Hakim Harus Naik Mobil Golf Kelilingi Kawasan RGR

SIDANG pemeriksaan setempat akhirnya digelar majelis hakim pimpinan Rustanto.

Sidang PS dihelat untuk melihat lebih detail lahan yang menjadi sengketa antara pengusaha Zainal Tayeb (penggugat) dengan Hedar Giacomo Boy Syam (tergugat).

Saat sidang PS, hakim turun ke dua objek atau lokasi. Uniknya, dengan lokasi yang cukup luas, hakim terpaksa harus naik mobil golf untuk keliling.

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

HAKIM turun ke Perumahan Royal Garden Residence (RGR) di Mumbul, Kuta Selatan dan Vila Ombak di Cemagi, Mengwi, Badung, pada 31 Desember 2021.

Selama PS berlangsung, selain majelis hakim, sidang PS juga dihadiri panitera dan tim kuasa hukum penggugat maupun tergugat.

Salah satu yang diperiksa adalah batas-batas tanah sesuai bukti dari kedua belah pihak.

Saat PS berlangsung, majelis hakim harus menaiki mobil golf untuk mengelilingi kawasan RGR yang berisi sekitar 300 unit rumah.

Baca Juga:  Saat akan Ditangkap Duo Turki Pelaku Skimming Kabur Pakai Motor

Mila Tayeb selaku kuasa hukum Zainal Tayeb menyebut obyek RGR tidak ada masalah. Obyek ini dikerjasamakan Zainal pada Hedar sejak 2012.

Selama PS di Cemagi, majelis hakim juga melihat beberapa rumah yang terjual dan belum laku.

“Yang di Mumbul tidak ada masalah, berda degan yang di Cemagi,” kata Mila.

Sementara itu, Achmad Fauzan anggota tim kuasa hukum Hedar menjelaskan sidang PS bisa diajukan kedua belah pihak yang bersengketa atau atas inisiatif majelis hakim.

“PS ini digelar atas inisiatif majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini. Perkara ini bukan sengketa kepemilikan, jadi PS-nya hanya melihat lokasi obyek saja,” kata Achmad Fauzan, kuasa hukum Haedar kepada awak media.

Perkara ini terkait pembagian keuntungan dari penjualan proyek perumahan di Cemagi. Pihak penggugat menyebut ada kekurangan dana yang disetorkan oleh tergugat (Hedar) selaku pengelola proyek perumahan Ombak Luxury Vila di Cemagi sebagaimana tertuang dalam akta 33 yang berisi klausul kerjasama antara penggugat dengan tergugat.

Baca Juga:  Penangguhan Raymond Ditolak, Jaksa Badung: Karena Tak Ada Perdamaian

“Kami telah melakukan gugatan rekonvensi yang disampaikan dalam sidang di PN Denpasar beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Materi gugatan rekovensi terkait dengan kekurangan luas tanah dalam proyek Cemagi. Luas tanah di SHM tidak sesuai atau ada kekurangan sebagaimana tertuang dalam akta 33.

Menurutnya, bila dicocokan dengan yang tertuang dalam akta, setelah dihitung luas tanah yang dikerjasamakan berkurang.

Dalam sidang pidana yang sudah bergulir, objek dalam kasus ini adalah akta nomor 33 tanggal 27 September 2017 hanya memiliki luas total 8.892 meter persegi.

Padahal, dalam akta tercantum kedelapan SHM memiliki luas total 13.700 meter persegi. Tergugat mengaku rugi Rp21,6 miliar. 


SIDANG pemeriksaan setempat akhirnya digelar majelis hakim pimpinan Rustanto.

Sidang PS dihelat untuk melihat lebih detail lahan yang menjadi sengketa antara pengusaha Zainal Tayeb (penggugat) dengan Hedar Giacomo Boy Syam (tergugat).

Saat sidang PS, hakim turun ke dua objek atau lokasi. Uniknya, dengan lokasi yang cukup luas, hakim terpaksa harus naik mobil golf untuk keliling.

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

HAKIM turun ke Perumahan Royal Garden Residence (RGR) di Mumbul, Kuta Selatan dan Vila Ombak di Cemagi, Mengwi, Badung, pada 31 Desember 2021.

Selama PS berlangsung, selain majelis hakim, sidang PS juga dihadiri panitera dan tim kuasa hukum penggugat maupun tergugat.

Salah satu yang diperiksa adalah batas-batas tanah sesuai bukti dari kedua belah pihak.

Saat PS berlangsung, majelis hakim harus menaiki mobil golf untuk mengelilingi kawasan RGR yang berisi sekitar 300 unit rumah.

Baca Juga:  Dharma Berani Gugat Desa Adat Guwang karena Klaim Punya Bukti Kuat

Mila Tayeb selaku kuasa hukum Zainal Tayeb menyebut obyek RGR tidak ada masalah. Obyek ini dikerjasamakan Zainal pada Hedar sejak 2012.

Selama PS di Cemagi, majelis hakim juga melihat beberapa rumah yang terjual dan belum laku.

“Yang di Mumbul tidak ada masalah, berda degan yang di Cemagi,” kata Mila.

Sementara itu, Achmad Fauzan anggota tim kuasa hukum Hedar menjelaskan sidang PS bisa diajukan kedua belah pihak yang bersengketa atau atas inisiatif majelis hakim.

“PS ini digelar atas inisiatif majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini. Perkara ini bukan sengketa kepemilikan, jadi PS-nya hanya melihat lokasi obyek saja,” kata Achmad Fauzan, kuasa hukum Haedar kepada awak media.

Perkara ini terkait pembagian keuntungan dari penjualan proyek perumahan di Cemagi. Pihak penggugat menyebut ada kekurangan dana yang disetorkan oleh tergugat (Hedar) selaku pengelola proyek perumahan Ombak Luxury Vila di Cemagi sebagaimana tertuang dalam akta 33 yang berisi klausul kerjasama antara penggugat dengan tergugat.

Baca Juga:  Kejari Badung Resmi Kirim Memori Kasasi Mantan Bawahan Zaenal Tayeb

“Kami telah melakukan gugatan rekonvensi yang disampaikan dalam sidang di PN Denpasar beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Materi gugatan rekovensi terkait dengan kekurangan luas tanah dalam proyek Cemagi. Luas tanah di SHM tidak sesuai atau ada kekurangan sebagaimana tertuang dalam akta 33.

Menurutnya, bila dicocokan dengan yang tertuang dalam akta, setelah dihitung luas tanah yang dikerjasamakan berkurang.

Dalam sidang pidana yang sudah bergulir, objek dalam kasus ini adalah akta nomor 33 tanggal 27 September 2017 hanya memiliki luas total 8.892 meter persegi.

Padahal, dalam akta tercantum kedelapan SHM memiliki luas total 13.700 meter persegi. Tergugat mengaku rugi Rp21,6 miliar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/