alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Wanita Berkerudung Jadi Petunjuk, Polisi Cek CCTV di Lokasi Lain

Kasus pembunuhan sadis dengan korban perempuan kembali terjadi di Denpasar, Bali.

Kali ini, seorang wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka.

Tragisnya lagi, jasad perempuan berusia 49 tahun ini ditemukan dengan kondisi kepala pecah akibat dihantam tabung gas elpiji ukuran 3 (tiga) kilogram.

 

ANDRE SULA, Denpasar

 

WARGA yang tinggal di seputaran Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 438, Sanur, Denpasar Selatan, digegerkan dengan tewasnya Sri Widayu.

Korban ditemukan meregang nyawa di warung Jawa ‘Barokah’ miliknya dengan sejumlah luka kekerasan, pada Selasa malam (2/2) sekitar pukul 20.30 WITA.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian, selain menemukan bercak darah. Polisi juga menemukan luka mengerikan di bagian kepala korban.

Kepala Sri Widayu ditemukan pecah di bagian depan dan belakang akibat benturan benda keras.

Seperti dibenarkan Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi. Saat dikonfirmasi, Rabu (3/2), ia menjelaskan, jika kasus pembunuhan sadis ini diketahui pertama kali oleh saksi Nurbadri, 40, tetangga kos korban.

Menurut Sukadi, sebelum ditemukan tewas bersimbah darah, saksi sempat mendengar suara keributan dari dalam kamar kos korban yang langsung dijadikan sebagai warung oleh korban.

“Saat sedang salat, saksi mengaku sempat mendengar ada keributan. Kebetulan antara posisi kamar saksi (warung) dengan korban berdekatan,”terang Iptu I Ketut Sukadi

 Bahkan imbuh Sukadi, Saksi Nurbadri juga mengaku sempat mendengar korban dibentak. Ia mendengar korban dibentak oleh seorang pria. “Saksi saat itu hanya mendengar ‘Sudah empat bulan kamu!’,”jelasnya.

Mendengar suara bentakan, usai salat, saksi kemudian keluar dari kamarnya dan melihat ada seorang laki-laki dan seorang perempuan berkerudung keluar dari kamar korban.

Tak sempat bertanya, kedua orang itu langsung pergi dengan buru-buru mengendarai sepeda motor warna merah ke arah utara berboncengan.

Kemudian setelah kedua orang pergi, saksi langsung memanggil korban. Bahkan, meski saat itu pintu kamar korban dalam kondisi terbuka, namun korban tak juga menjawab panggilan saksi.

Takut terjadi sesuatu, saksi Nurbadri kemudian menghubungi Pak Mangku pemilik kontrakan.

Selanjutnya, usai pemilik kontrakan tiba, saksi bersama pemilik kontrakan dan saksi lain, Muhammad Najib langsung masuk ke kamar korban dan menemukan korban sudah meninggal dengan posisi terlentang dengan mengenakan kaos warna hitam putih dan celana pendek blue jeans di lantai kamar dengan kondisi kepala luka dan kamar berantakan.

“Posisi jenazah korban saat ditemukan saksi dalam posisi terlentang dengan kepala di bagian utara, dan kaki di selatan. Ada luka di kepala dan kondisi kamar berantakan,”jelas Iptu Sukadi.

Usai melakukan olah TKP, selanjutnya, polisi langsung mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk sementara kasus sudah dilaporkan (Laporan Polisi No. LP-A/89/I/2021/Bali/Resta Dps) dan terkait motif maupun siapa terduga pelaku masih dalam penyelidikan polisi,”terangnya.

Sementara itu, dari informasi sumber kepolisian, tim gabungan Polresta Denpasar bersama Polda Bali terus melakukan penyelidikan.

Terbaru, selain masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, polisi juga terus mencari bukti petunjuk di TKP.

“Kebetulan di TKP nihil CCTV. Namun kami akan mencari rekaman CCTV di lokasi lain untuk mengetahui terduga pelaku yang sebelumnya sempat disebut mengendarai sepeda motor dan berboncengan ke arah utara,”tukas sumber.



Kasus pembunuhan sadis dengan korban perempuan kembali terjadi di Denpasar, Bali.

Kali ini, seorang wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka.

Tragisnya lagi, jasad perempuan berusia 49 tahun ini ditemukan dengan kondisi kepala pecah akibat dihantam tabung gas elpiji ukuran 3 (tiga) kilogram.

 

ANDRE SULA, Denpasar

 

WARGA yang tinggal di seputaran Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 438, Sanur, Denpasar Selatan, digegerkan dengan tewasnya Sri Widayu.

Korban ditemukan meregang nyawa di warung Jawa ‘Barokah’ miliknya dengan sejumlah luka kekerasan, pada Selasa malam (2/2) sekitar pukul 20.30 WITA.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian, selain menemukan bercak darah. Polisi juga menemukan luka mengerikan di bagian kepala korban.

Kepala Sri Widayu ditemukan pecah di bagian depan dan belakang akibat benturan benda keras.

Seperti dibenarkan Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi. Saat dikonfirmasi, Rabu (3/2), ia menjelaskan, jika kasus pembunuhan sadis ini diketahui pertama kali oleh saksi Nurbadri, 40, tetangga kos korban.

Menurut Sukadi, sebelum ditemukan tewas bersimbah darah, saksi sempat mendengar suara keributan dari dalam kamar kos korban yang langsung dijadikan sebagai warung oleh korban.

“Saat sedang salat, saksi mengaku sempat mendengar ada keributan. Kebetulan antara posisi kamar saksi (warung) dengan korban berdekatan,”terang Iptu I Ketut Sukadi

 Bahkan imbuh Sukadi, Saksi Nurbadri juga mengaku sempat mendengar korban dibentak. Ia mendengar korban dibentak oleh seorang pria. “Saksi saat itu hanya mendengar ‘Sudah empat bulan kamu!’,”jelasnya.

Mendengar suara bentakan, usai salat, saksi kemudian keluar dari kamarnya dan melihat ada seorang laki-laki dan seorang perempuan berkerudung keluar dari kamar korban.

Tak sempat bertanya, kedua orang itu langsung pergi dengan buru-buru mengendarai sepeda motor warna merah ke arah utara berboncengan.

Kemudian setelah kedua orang pergi, saksi langsung memanggil korban. Bahkan, meski saat itu pintu kamar korban dalam kondisi terbuka, namun korban tak juga menjawab panggilan saksi.

Takut terjadi sesuatu, saksi Nurbadri kemudian menghubungi Pak Mangku pemilik kontrakan.

Selanjutnya, usai pemilik kontrakan tiba, saksi bersama pemilik kontrakan dan saksi lain, Muhammad Najib langsung masuk ke kamar korban dan menemukan korban sudah meninggal dengan posisi terlentang dengan mengenakan kaos warna hitam putih dan celana pendek blue jeans di lantai kamar dengan kondisi kepala luka dan kamar berantakan.

“Posisi jenazah korban saat ditemukan saksi dalam posisi terlentang dengan kepala di bagian utara, dan kaki di selatan. Ada luka di kepala dan kondisi kamar berantakan,”jelas Iptu Sukadi.

Usai melakukan olah TKP, selanjutnya, polisi langsung mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk sementara kasus sudah dilaporkan (Laporan Polisi No. LP-A/89/I/2021/Bali/Resta Dps) dan terkait motif maupun siapa terduga pelaku masih dalam penyelidikan polisi,”terangnya.

Sementara itu, dari informasi sumber kepolisian, tim gabungan Polresta Denpasar bersama Polda Bali terus melakukan penyelidikan.

Terbaru, selain masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, polisi juga terus mencari bukti petunjuk di TKP.

“Kebetulan di TKP nihil CCTV. Namun kami akan mencari rekaman CCTV di lokasi lain untuk mengetahui terduga pelaku yang sebelumnya sempat disebut mengendarai sepeda motor dan berboncengan ke arah utara,”tukas sumber.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/