alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Berdalih Terkendala Hasil Uji Psikis, Polisi Tak Kunjung Tetapkan TSK

SINGARAJA–Pihak kepolisian tak kunjung menetapkan tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap wanita penyandang cacat (disabilitas) mental di Buleleng.

Kasus yang menimpa warga Desa Suwug, Kecamatan Sawan itu, masih mentok di penyidik. Alasannya, penyidik masih menanti hasil uji psikis dari dokter kejiwaan.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi telah meminta visum kepada tim dokter. Visum pertama terkait dengan kondisi fisik korban.

Sementara visum kedua berkaitan dengan kondisi kejiwaan korban. Mengingat korban diduga mengalami disabilitas mental.

Hingga kini, polisi baru menerima hasil visum yang terkait dengan fisik korban. Konon dalam visum tersebut, tim dokter menemukan adanya dugaan persetubuhan pada korban.

Baca Juga:  Jatuh ke Palung Pantai Atuh Nusa Penida, Turis Jepang Tewas Tenggelam

“Untuk pemeriksaan kejiwaannya, kami masih menunggu. Kami sudah mengajukan permintaan pemeriksaan pemeriksaan kejiwaan pada psikiater,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng Rabu (2/2).

Hingga kini polisi baru meminta keterangan pada 4 orang. Masing-masing adalah orang tua korban, kepala dusun di tempat korban tinggal, salah seorang keluarga korban, dan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kejadian.

Sejauh ini tak seorang pun saksi yang mengetahui aksi persetubuhan yang menimpa korban.

“Keterangan saksi rata-rata baru tahu setelah mendengar pengakuan korban. Tidak ada yang mengetahui atau melihat langsung. Nanti hasil visum ini akan jadi salah satu petunjuk utama menindaklanjuti pengaduan ini,” imbuh Sumarjaya.

Sumarjaya menyatakan, polisi akan tetap menindaklanjuti pengaduan tersebut. “Setelah hasil kejiwaannya diterima, penyidik segera melakukan gelar perkara. Untuk menentukan apakah pengaduan itu ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” tukasnya.

Baca Juga:  Tusuk Satpam Hingga Tewas, Polisi Tunggu Hasil Otopsi Resmi Forensik

Sekadar mengingatkan, seorang wanita yang mengalami disabilitas mental, diduga menjadi korban persetubuhan.

Wanita berusia 21 tahun itu, diduga telah beberapa kali disetubuhi oleh tetangganya. Tak terima dengan peristiwa itu, orang tua korban memilih mengadukan masalah tersebut ke Mapolres Buleleng pada 7 Januari silam.



SINGARAJA–Pihak kepolisian tak kunjung menetapkan tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap wanita penyandang cacat (disabilitas) mental di Buleleng.

Kasus yang menimpa warga Desa Suwug, Kecamatan Sawan itu, masih mentok di penyidik. Alasannya, penyidik masih menanti hasil uji psikis dari dokter kejiwaan.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi telah meminta visum kepada tim dokter. Visum pertama terkait dengan kondisi fisik korban.

Sementara visum kedua berkaitan dengan kondisi kejiwaan korban. Mengingat korban diduga mengalami disabilitas mental.

Hingga kini, polisi baru menerima hasil visum yang terkait dengan fisik korban. Konon dalam visum tersebut, tim dokter menemukan adanya dugaan persetubuhan pada korban.

Baca Juga:  REST IN PEACE! Lagi Santai di Restoran, WN Belanda Meninggal Mendadak

“Untuk pemeriksaan kejiwaannya, kami masih menunggu. Kami sudah mengajukan permintaan pemeriksaan pemeriksaan kejiwaan pada psikiater,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng Rabu (2/2).

Hingga kini polisi baru meminta keterangan pada 4 orang. Masing-masing adalah orang tua korban, kepala dusun di tempat korban tinggal, salah seorang keluarga korban, dan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kejadian.

Sejauh ini tak seorang pun saksi yang mengetahui aksi persetubuhan yang menimpa korban.

“Keterangan saksi rata-rata baru tahu setelah mendengar pengakuan korban. Tidak ada yang mengetahui atau melihat langsung. Nanti hasil visum ini akan jadi salah satu petunjuk utama menindaklanjuti pengaduan ini,” imbuh Sumarjaya.

Sumarjaya menyatakan, polisi akan tetap menindaklanjuti pengaduan tersebut. “Setelah hasil kejiwaannya diterima, penyidik segera melakukan gelar perkara. Untuk menentukan apakah pengaduan itu ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” tukasnya.

Baca Juga:  Pelajar SMP Korban Pencabulan Segera Divisum, Pelaku Belum Diamankan

Sekadar mengingatkan, seorang wanita yang mengalami disabilitas mental, diduga menjadi korban persetubuhan.

Wanita berusia 21 tahun itu, diduga telah beberapa kali disetubuhi oleh tetangganya. Tak terima dengan peristiwa itu, orang tua korban memilih mengadukan masalah tersebut ke Mapolres Buleleng pada 7 Januari silam.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/