alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Diminta Tobat, Ajak Pelaku Pidana Gelar Sembahyang Bersama di Rutan

DENPASAR-Upaya membentuk karakter dan kepribadian, puluhan tahanan di rumah tahanan (Rutan) Polda Bali diajak menggelar doa bersama, Kamis malam (2/5)

 

Para tahanan tersangka kasus pidana itu menggelar doa bersama sesuai keyakinan mereka masing-masing .

 

Direktur Tahti Polda Bali, AKBP Reh Ngenana, Jumat (3/5) menjelaskan, kegiatan doa bersama bagi tahanan itu digelar untuk membentuk karakter dan kepribadian para tersangka penghuni Rutan Polda Bali.

 

Menurutnya, apa yang dilakukan para tersangka sangat tepat untuk berintrospeksi diri dan bersabar menjalani proses hukum.

 

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pembinaan rohani dengan mengajak para tahanan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

 

“Ya benar, tahanan Rutan Polda Bali melaksanakan sembahyang bersama. Mereka bersujud di hadapan Tuhan memohon ampun dan introspeksi diri atas kasus yang dihadapinya,” kata AKBP Reh Ngenana, Jumat (3/5).

 

 

Mereka sembahyang sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Tahanan beragama Hindu melaksanakan Tri Sandya dan tahanan Muslim melaksanakan sholat bersama.

 

“Yang dialami para tersangka saat ini merupakan teguran dari Tuhan.  Melalui pembinaan rohani, diharapkan mereka akan cepat sadar dan segera ingat dengan jati dirinya sehingga kembali menjadi manusia yang berakhlak mulia,” tandasnya.

 

Sementara terkait kondisi Rutan,kata Reh Ngenana, jumlah tahanan di Rutan  Polda Bali saat ini sebanyak 56 orang.

 

Jumlah tahanan itu terdiri dari 45 orang WNI dan 11 orang WNA.

 

Semua kondisi tahanan dalam keadaan sehat, termasuk Ketut Sudikerta dan A.A  Ngurah Alit Wira Putra.



DENPASAR-Upaya membentuk karakter dan kepribadian, puluhan tahanan di rumah tahanan (Rutan) Polda Bali diajak menggelar doa bersama, Kamis malam (2/5)

 

Para tahanan tersangka kasus pidana itu menggelar doa bersama sesuai keyakinan mereka masing-masing .

 

Direktur Tahti Polda Bali, AKBP Reh Ngenana, Jumat (3/5) menjelaskan, kegiatan doa bersama bagi tahanan itu digelar untuk membentuk karakter dan kepribadian para tersangka penghuni Rutan Polda Bali.

 

Menurutnya, apa yang dilakukan para tersangka sangat tepat untuk berintrospeksi diri dan bersabar menjalani proses hukum.

 

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pembinaan rohani dengan mengajak para tahanan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

 

“Ya benar, tahanan Rutan Polda Bali melaksanakan sembahyang bersama. Mereka bersujud di hadapan Tuhan memohon ampun dan introspeksi diri atas kasus yang dihadapinya,” kata AKBP Reh Ngenana, Jumat (3/5).

 

 

Mereka sembahyang sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Tahanan beragama Hindu melaksanakan Tri Sandya dan tahanan Muslim melaksanakan sholat bersama.

 

“Yang dialami para tersangka saat ini merupakan teguran dari Tuhan.  Melalui pembinaan rohani, diharapkan mereka akan cepat sadar dan segera ingat dengan jati dirinya sehingga kembali menjadi manusia yang berakhlak mulia,” tandasnya.

 

Sementara terkait kondisi Rutan,kata Reh Ngenana, jumlah tahanan di Rutan  Polda Bali saat ini sebanyak 56 orang.

 

Jumlah tahanan itu terdiri dari 45 orang WNI dan 11 orang WNA.

 

Semua kondisi tahanan dalam keadaan sehat, termasuk Ketut Sudikerta dan A.A  Ngurah Alit Wira Putra.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/