alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tersebar Usai Cekcok Soal Bayaran, Aktor & Aktris Bule Kabur dari Vila

DENPASAR – Saat Tim Gabungan yang melibatkan aparat kepolisian dan Imigrasi turun tangan memburu tiga pria warga negara asing (WNA),

seorang cewek bule, dan satu cewek lokal yang terlibat sex party (pesta seks) yang videonya viral di akun tiktok, kabar lain berembus di luar.

Terutama terkait penyebaran 8 potongan video syur tersebut di media sosial. Menurut sumber, video 18+ tersebut tersebar pasca cewek lokal yang terlibat dalam video tersebut cekcok dengan tiga aktor pria di video itu.

Disebut-sebut cewek lokal berinisial RS alias PP itu marah lantaran tak dibayar setelah beradegan tak senonoh di video itu.

“Wanita lokal ini diberi job untuk ikut sex party. Diduga cewek lokal itu tidak dibayar, makanya sampai terlibat cekcok mulut,” tutur sumber.

RS alias PP sempat naik pitam dan marah-marah dengan mengatakan akan mengadukan aksi tabu itu ke pihak berwajib. 

Berdasar penelusuran tim gabungan, sex party yang melibatkan warga asing dan wanita lokal itu tidak diketahui manajeman karena vila itu merupakan vila private.

Baca Juga:  Pencuri Motor Buruh Bangunan Ditangkap
- Advertisement -

Jadi, selama tamu berada di vila, manajeman tidak diperbolehkan masuk keluar. Karena itu, tidak ada satupun yang tahu jika telah terjadi sex party di areal vila. 

“Berdasar informasi di lapangan. 3 WNA pria dan 1 WNA wanita itu datang membawa seorang bayi diduga anak dari wanita WNA itu.

Mereka menginap di sana selama empat hari pada awal bulan Mei. Belakangan baru diketahui bahwa ada seorang wanita lokal. Diduga, dia dipanggil dan wanita lokal itu cewek bayaran,” imbuhnya.

Tim gabungan sendiri juga ikut memburu cewek lokal yang ada dalam video itu. Tujuannya untuk sebatas klarifikasi.

“Infonya, cewek lokal itu tidak tahu kalau bule-bule itu pindah dari vila. Kita juga masih cari tahu identitas wanita lokal ini untuk dimintai keterangam sebatas klarifikasi,” bebernya.

Berdasar penelusuran di medsos, keempat bule itu terdiri dari satu pasangan kekasih bernama Kevin dan Celina. 

Baca Juga:  The Place 2 Be Bar Sanur ricuh, Geng Motor Asing Keroyok Pria Bertato

Sementara dua rekan laki-lakinya bernama Bryan dan Fynn Davis. Sementara cewek lokal yang ikut dalam sex party itu berinisial RS alias PP.

Video pesta seks yang mereka buat lantas diunggah di akun tiktok @itskevandceli milik pasangan kekasih kevin dan Celina, kemudian disebar juga melalui akun Twitter @kevandcelifree.

Dalam akun Twitter @kevandcelifree, terlihat beberapa video diunggah pada tanggal 9 Mei hingga 17 Mei lalu.

Di dalam salah satu video, pemain dalam video itu masuk ke vila, terlihat batang penjor berisi sanggah di depannya yang semakin menguatkan lokasi tersebut berada di Bali.

Tak hanya itu, dalam akun Instagram milik Kevin @neubecklifestyle_, dirinya mengunggah beberapa sorotan foto vila tersebut sambil mencantumkan Bali sebagai lokasinya.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan.

“Ya, benar kami masih lidik. Kami sudah turunkan anggota ke lapangan untuk mengumpulkan bukti,” kata Kompol Diah Kurniawandari. 

- Advertisement -

DENPASAR – Saat Tim Gabungan yang melibatkan aparat kepolisian dan Imigrasi turun tangan memburu tiga pria warga negara asing (WNA),

seorang cewek bule, dan satu cewek lokal yang terlibat sex party (pesta seks) yang videonya viral di akun tiktok, kabar lain berembus di luar.

Terutama terkait penyebaran 8 potongan video syur tersebut di media sosial. Menurut sumber, video 18+ tersebut tersebar pasca cewek lokal yang terlibat dalam video tersebut cekcok dengan tiga aktor pria di video itu.

Disebut-sebut cewek lokal berinisial RS alias PP itu marah lantaran tak dibayar setelah beradegan tak senonoh di video itu.

“Wanita lokal ini diberi job untuk ikut sex party. Diduga cewek lokal itu tidak dibayar, makanya sampai terlibat cekcok mulut,” tutur sumber.

RS alias PP sempat naik pitam dan marah-marah dengan mengatakan akan mengadukan aksi tabu itu ke pihak berwajib. 

Berdasar penelusuran tim gabungan, sex party yang melibatkan warga asing dan wanita lokal itu tidak diketahui manajeman karena vila itu merupakan vila private.

Baca Juga:  [Lagi] Trio Sumba Barat Pelaku Curanmor di Kuta Utara Dibekuk

Jadi, selama tamu berada di vila, manajeman tidak diperbolehkan masuk keluar. Karena itu, tidak ada satupun yang tahu jika telah terjadi sex party di areal vila. 

“Berdasar informasi di lapangan. 3 WNA pria dan 1 WNA wanita itu datang membawa seorang bayi diduga anak dari wanita WNA itu.

Mereka menginap di sana selama empat hari pada awal bulan Mei. Belakangan baru diketahui bahwa ada seorang wanita lokal. Diduga, dia dipanggil dan wanita lokal itu cewek bayaran,” imbuhnya.

Tim gabungan sendiri juga ikut memburu cewek lokal yang ada dalam video itu. Tujuannya untuk sebatas klarifikasi.

“Infonya, cewek lokal itu tidak tahu kalau bule-bule itu pindah dari vila. Kita juga masih cari tahu identitas wanita lokal ini untuk dimintai keterangam sebatas klarifikasi,” bebernya.

Berdasar penelusuran di medsos, keempat bule itu terdiri dari satu pasangan kekasih bernama Kevin dan Celina. 

Baca Juga:  Sebut Hanya Rayuan, Polisi Belum Temukan Unsur Pengancaman Oknum Kasek

Sementara dua rekan laki-lakinya bernama Bryan dan Fynn Davis. Sementara cewek lokal yang ikut dalam sex party itu berinisial RS alias PP.

Video pesta seks yang mereka buat lantas diunggah di akun tiktok @itskevandceli milik pasangan kekasih kevin dan Celina, kemudian disebar juga melalui akun Twitter @kevandcelifree.

Dalam akun Twitter @kevandcelifree, terlihat beberapa video diunggah pada tanggal 9 Mei hingga 17 Mei lalu.

Di dalam salah satu video, pemain dalam video itu masuk ke vila, terlihat batang penjor berisi sanggah di depannya yang semakin menguatkan lokasi tersebut berada di Bali.

Tak hanya itu, dalam akun Instagram milik Kevin @neubecklifestyle_, dirinya mengunggah beberapa sorotan foto vila tersebut sambil mencantumkan Bali sebagai lokasinya.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan.

“Ya, benar kami masih lidik. Kami sudah turunkan anggota ke lapangan untuk mengumpulkan bukti,” kata Kompol Diah Kurniawandari. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/