alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

4 Bulan Jadi ART, Tutupi Kehamilan dengan Pakai Celana Sampai ke Pusar

KASUS asisten rumah tangga (ART) buang bayi di semak-semak di kawasan Jalan Tukad Pancoran IV Blok M Panjer, Densel masih menyisakan cerita menarik.

 

Menarik, karena dari hasil pemeriksaan mendalam, banyak pengakuan dari Tersangka Melda Kause yang baru terungkap. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Denpasar

 

SEJAK diamankan polisi di rumah majikannya di kawasan Jalan Tukad Pancoran IV Blok K, No 3A Panjer Densel pada Selasa (29/6), Melda Kause, 24, langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

- Advertisement -

 

Perempuan muda asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ini dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 306 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 305 KUHP serta Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kini setelah sempat mendekam di sel tahanan Mapolsek Denpasar Selatan di Sanur, Tersangka Melda langsung dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar.

Baca Juga:  Ini Wajah Para Pelaku hingga Tewasnya De Budi di Monang Maning

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Densel AKP Gede Sudyatmaja. “Ya, kasus ini sudah dilimpahkan ke PPA Polresta,”terang AKP Gede Sudyatmaja.

 

Lebih lanjut, AKP Sudyatmaja menjelaskan, dari hasil pendalaman, terungkap bahwa sebelum melahirkan dan membuang bayi laki-lakinya di semak-semak sendirian, terungkap jika tersangka mengaku sudah berbadan dua atau hamil sejak dirinya belum merantau ke Bali.

 

Dugaan kuat jika tersangka sudah hamil sebelum ke Bali, itu karena dari pengakuan tersangka dan keterangan sejumlah saksi termasuk majikan tersangka, Melda baru bekerja sebagai ART di Denpasar selama empat bulan.

 

“Dia baru bekerja di tempat majikannya sebagai ART selama 4 bulan sebelum melahirkan,”terang AKP Gede Sudyatmaja.

 

Lalu mengapa majikan tidak tahu dan tidak curiga dengan kondisi badan tersangka yang sudah berbadan dua? Ditanya demikian, kapolsek menyatakan, jika dari hasil interogasi, tersangka mengelabuhi majikannya dengan menyembunyikan kehamilannya.

Baca Juga:  Mimih, Tabrak Truk Sampah Main Potong Jalan, Balita Dua Tahun Tewas

 

 

“Jadi selama hamil, pinggang celananya dinaikan hingga ke pusar. Sehingga kehamilan tersangka tidak ketahuan oleh majikan,”jelasnya.

 

Bahkan, imbuh kapolsek saat menjelang tersangka hendak melahirkan, kata AKP Gede Sudyatmaja, tepat saat perut tersangka mulai sakit, mulas dan pertanda akan melahirkan, tersangka diam-diam keluar dari rumah dan mencari semak-semak yang jauh dari pantauan warga. Usai melahirkan bayi, tersangka kemudian bergegas balik lagi ke rumah majikan.

 

Lalu bagaimana soal alasan motif tersangka yang nekat dan tega membuan bayi laki-lakinya di semak-semak karena takut majikan?

 

Disinggung terkait hal itu, kapolsek tak menampik. “Betul, pengakuannya takut dipecat jika ketahuan majikan. Tapi sejauh ini, terkait perbuatannya (membuang bayi) tidak ada tekanan dari pihak manapun,”tandasnya.

- Advertisement -

KASUS asisten rumah tangga (ART) buang bayi di semak-semak di kawasan Jalan Tukad Pancoran IV Blok M Panjer, Densel masih menyisakan cerita menarik.

 

Menarik, karena dari hasil pemeriksaan mendalam, banyak pengakuan dari Tersangka Melda Kause yang baru terungkap. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Denpasar

 

SEJAK diamankan polisi di rumah majikannya di kawasan Jalan Tukad Pancoran IV Blok K, No 3A Panjer Densel pada Selasa (29/6), Melda Kause, 24, langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

 

Perempuan muda asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ini dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 306 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 305 KUHP serta Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kini setelah sempat mendekam di sel tahanan Mapolsek Denpasar Selatan di Sanur, Tersangka Melda langsung dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Denpasar.

Baca Juga:  Menang di MA, Koster Minta Pemda Lain Ikuti Jejaknya dan Tak Takut

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Densel AKP Gede Sudyatmaja. “Ya, kasus ini sudah dilimpahkan ke PPA Polresta,”terang AKP Gede Sudyatmaja.

 

Lebih lanjut, AKP Sudyatmaja menjelaskan, dari hasil pendalaman, terungkap bahwa sebelum melahirkan dan membuang bayi laki-lakinya di semak-semak sendirian, terungkap jika tersangka mengaku sudah berbadan dua atau hamil sejak dirinya belum merantau ke Bali.

 

Dugaan kuat jika tersangka sudah hamil sebelum ke Bali, itu karena dari pengakuan tersangka dan keterangan sejumlah saksi termasuk majikan tersangka, Melda baru bekerja sebagai ART di Denpasar selama empat bulan.

 

“Dia baru bekerja di tempat majikannya sebagai ART selama 4 bulan sebelum melahirkan,”terang AKP Gede Sudyatmaja.

 

Lalu mengapa majikan tidak tahu dan tidak curiga dengan kondisi badan tersangka yang sudah berbadan dua? Ditanya demikian, kapolsek menyatakan, jika dari hasil interogasi, tersangka mengelabuhi majikannya dengan menyembunyikan kehamilannya.

Baca Juga:  Hati-hati, Diseruduk Mobil Box, Mahasiswa Terluka, Motor Hancur Lebur

 

 

“Jadi selama hamil, pinggang celananya dinaikan hingga ke pusar. Sehingga kehamilan tersangka tidak ketahuan oleh majikan,”jelasnya.

 

Bahkan, imbuh kapolsek saat menjelang tersangka hendak melahirkan, kata AKP Gede Sudyatmaja, tepat saat perut tersangka mulai sakit, mulas dan pertanda akan melahirkan, tersangka diam-diam keluar dari rumah dan mencari semak-semak yang jauh dari pantauan warga. Usai melahirkan bayi, tersangka kemudian bergegas balik lagi ke rumah majikan.

 

Lalu bagaimana soal alasan motif tersangka yang nekat dan tega membuan bayi laki-lakinya di semak-semak karena takut majikan?

 

Disinggung terkait hal itu, kapolsek tak menampik. “Betul, pengakuannya takut dipecat jika ketahuan majikan. Tapi sejauh ini, terkait perbuatannya (membuang bayi) tidak ada tekanan dari pihak manapun,”tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/