alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

PPKM Darurat, Kepolisian Targetkan Penurunan 10 Ribu Kasus per Hari

OPERASI Aman Nusa Agung II Penanganan Covid-19 Tahun 2021 mulai digelar oleh kepolisian Polresta Denpasar, Sabtu (3/7).

 

Operasi bersama stcakholder terkait, ini digelar seiring penerapan PPKM Darurat di Bali mulai 3-20 Juli mendatang.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat apel menerangkan, penyebaran Covid-19 selama beberapa hari terakhir cukup tinggi.

 

Varian baru juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia khususnya Bali. 

 

“Ada varian baru yang menjadi ancaman serius. Untuk itu kita semua perlu mengambil langkah tegas untuk membendung penyebaran virus ini,” katanya saat apel.

 

Kombespol Jansen, menambahkan, pemberlakukam PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Taksi Dirampas, Langsung Terlacak, Ini Kecanggihan Teknologi Blue Bird

 

PPKM darurat saat ini meliputi pembatasan aktifitas masyarakat yanf lebih ketat dari pada PPKM sebelumnya.

 

“Penerapan PPKM darurat dimulai pada tgl 3 sampai dengan 20 Juli 2021 dengan target penurunan kasus Covid sebanyak 10 ribu kasus per hari. Pada situasi ini keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi,” ujarnya. 

 

PPKM Darurat di sejumlah kabupaten/kota di Bali masuk pada kriteria level 3.

 

Sehingga penerapan pembatasan yang sudah dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan juga Surat Edaran Gubenur Bali Nomor 09 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Corona Virus

 

Secara garis besar tugas dari satgas operasi Aman Nusa Agung II ini yakni memberikan imbauan agar masyarakat mematuhi prokes dan dengan tetap melakukan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan hingga melakukan deteksi dini gangguan yang dapat menggangu penanganan Covid-19 dan program vaksinasi). 

Baca Juga:  Terungkap! Jadi Bos Geng Motor, Ain dan Ari Jadi Algojo Pria Sumba

 

Selain itu juga tracing terhadap masyarakat yang terpapar, pengamanan dan pengawalan distribusi vaksin, menyiapakan tenaga kesehatan dan sarana pendukung lainnya, penegakan hukum terhadap pelanggar prokes serta klarifikasi dan counter opini tentang pemberitaan yang tidak benar. 

 

“Lakukan langkah preventif untuk menyadarkan masyarakat harus dikedepankan namun apabila upaya itu sudah tidak dihiraukan maka kita harus bertindak tegas,” tukas Kombespol Jansen.

 

- Advertisement -

- Advertisement -

OPERASI Aman Nusa Agung II Penanganan Covid-19 Tahun 2021 mulai digelar oleh kepolisian Polresta Denpasar, Sabtu (3/7).

 

Operasi bersama stcakholder terkait, ini digelar seiring penerapan PPKM Darurat di Bali mulai 3-20 Juli mendatang.


 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat apel menerangkan, penyebaran Covid-19 selama beberapa hari terakhir cukup tinggi.

 

Varian baru juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia khususnya Bali. 

 

“Ada varian baru yang menjadi ancaman serius. Untuk itu kita semua perlu mengambil langkah tegas untuk membendung penyebaran virus ini,” katanya saat apel.

 

Kombespol Jansen, menambahkan, pemberlakukam PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Terungkap! Jadi Bos Geng Motor, Ain dan Ari Jadi Algojo Pria Sumba

 

PPKM darurat saat ini meliputi pembatasan aktifitas masyarakat yanf lebih ketat dari pada PPKM sebelumnya.

 

“Penerapan PPKM darurat dimulai pada tgl 3 sampai dengan 20 Juli 2021 dengan target penurunan kasus Covid sebanyak 10 ribu kasus per hari. Pada situasi ini keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi,” ujarnya. 

 

PPKM Darurat di sejumlah kabupaten/kota di Bali masuk pada kriteria level 3.

 

Sehingga penerapan pembatasan yang sudah dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan juga Surat Edaran Gubenur Bali Nomor 09 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Corona Virus

 

Secara garis besar tugas dari satgas operasi Aman Nusa Agung II ini yakni memberikan imbauan agar masyarakat mematuhi prokes dan dengan tetap melakukan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan hingga melakukan deteksi dini gangguan yang dapat menggangu penanganan Covid-19 dan program vaksinasi). 

Baca Juga:  Obok-obok 12 Kafe Remang-remang, Tiga Waitress Tanpa Identitas Dijuk

 

Selain itu juga tracing terhadap masyarakat yang terpapar, pengamanan dan pengawalan distribusi vaksin, menyiapakan tenaga kesehatan dan sarana pendukung lainnya, penegakan hukum terhadap pelanggar prokes serta klarifikasi dan counter opini tentang pemberitaan yang tidak benar. 

 

“Lakukan langkah preventif untuk menyadarkan masyarakat harus dikedepankan namun apabila upaya itu sudah tidak dihiraukan maka kita harus bertindak tegas,” tukas Kombespol Jansen.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/