alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Berdalih Tak Ada Kegiatan, Kepsek Bantah Cabuli Korban di Ruang UKS

PERKARA dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah (Kepsek) berinisial GK, 58, terhadap salah satu siswinya sudah bergulir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Kali ini sidang memasuki tahap pemeriksaan terdakwa. Lalu seperti apa fakta yang terungkap saat persidangan?

M.BASIR, Negara

MESKI sejumlah saksi yang sempat dihadirkan di persidangan menyatakan jika GK melakukan tindakan cabul terhadap korban, namun oknum kepsek di salah satu SD di Negara ini tetap membantah.

Seperti terungkap saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar secara daring, Selasa (3/8) hari ini.

Didampingi penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum PN Negara, GK terus membantah dengan seluruh keterangan saksi (saksi korban, ibu korban, teman korban) pada persidangan sebelumnya yang menyatakan bahwa terdakwa melakukan aksi pencabulan di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

Baca Juga:  Ogah Menua di Bui, Oknum Kepsek yang Setubuhi Siswi di UKS Banding
- Advertisement -

Bantahan terdakwa GK, karena ia berdalih bahwa saat kejadian (Hari Kamis), tidak ada kegiatan sekolah.

Dalih terdakwa, ini juga dikuatkan oleh salah seorang guru yang merupakan saksi meringankan alias saksi A de Charge yang sempat diajukan terdakwa ke persidangan.

Selain itu, untuk menguatkan alibinya, terdakwa juga berdalih jika selama pandemi Covid-19, waktu kegiatan di sekolah terbatas dan hanya ada kegiatan pada hari Senin hingga Rabu.

Namun keterangan saksi tersebut, kata Merta, sempat dipertanyakan ketua majelis hakim Mohammad Hasanuddin Hefni karena berbeda dengan berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan bahwa hari Kamis juga ada kegiatan sekolah.

“Sidang dilanjutkan minggu depan, agendanya tuntutan,” terangnya.

Baca Juga:  Meski Meninggal, Aset Tri Nugraha Senilai Rp71 M Masih Diusut Kejati

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga kasus ini berggulir bermula dari adanya laporan orang tua korban.

Orang tua korban melaporkan GK, 58, ke Polres Jembrana atas dugaan tindak pencabulan terhadap putrinya.

Selanjutnya, usai dilaporkan, dari hasil penyelidikan polisi akhirnya menetapkan GK sebagai tersangka.

Selaku pendidik, oknum kepsek ini tak hanya ditahan dan diancam hukuman lebih berat. Namun, dalam perkara ini, GK  dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

- Advertisement -

PERKARA dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah (Kepsek) berinisial GK, 58, terhadap salah satu siswinya sudah bergulir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Kali ini sidang memasuki tahap pemeriksaan terdakwa. Lalu seperti apa fakta yang terungkap saat persidangan?

M.BASIR, Negara

MESKI sejumlah saksi yang sempat dihadirkan di persidangan menyatakan jika GK melakukan tindakan cabul terhadap korban, namun oknum kepsek di salah satu SD di Negara ini tetap membantah.

Seperti terungkap saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar secara daring, Selasa (3/8) hari ini.

Didampingi penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum PN Negara, GK terus membantah dengan seluruh keterangan saksi (saksi korban, ibu korban, teman korban) pada persidangan sebelumnya yang menyatakan bahwa terdakwa melakukan aksi pencabulan di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

Baca Juga:  DUH! Tilep Dana PIP Siswa, Oknum Kepsek Hanya Diminta Teken Pernyataan

Bantahan terdakwa GK, karena ia berdalih bahwa saat kejadian (Hari Kamis), tidak ada kegiatan sekolah.

Dalih terdakwa, ini juga dikuatkan oleh salah seorang guru yang merupakan saksi meringankan alias saksi A de Charge yang sempat diajukan terdakwa ke persidangan.

Selain itu, untuk menguatkan alibinya, terdakwa juga berdalih jika selama pandemi Covid-19, waktu kegiatan di sekolah terbatas dan hanya ada kegiatan pada hari Senin hingga Rabu.

Namun keterangan saksi tersebut, kata Merta, sempat dipertanyakan ketua majelis hakim Mohammad Hasanuddin Hefni karena berbeda dengan berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan bahwa hari Kamis juga ada kegiatan sekolah.

“Sidang dilanjutkan minggu depan, agendanya tuntutan,” terangnya.

Baca Juga:  Dibui 12 Tahun, Oknum Kepsek yang Setubui Siswi Masih Terima Gaji

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga kasus ini berggulir bermula dari adanya laporan orang tua korban.

Orang tua korban melaporkan GK, 58, ke Polres Jembrana atas dugaan tindak pencabulan terhadap putrinya.

Selanjutnya, usai dilaporkan, dari hasil penyelidikan polisi akhirnya menetapkan GK sebagai tersangka.

Selaku pendidik, oknum kepsek ini tak hanya ditahan dan diancam hukuman lebih berat. Namun, dalam perkara ini, GK  dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/