alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dirumahkan karena Pandemi, Jualan Sabu, ABK Dituntut 12 Tahun

DENPASAR– Sejak pandemi Covid-19, Akhmad Muklis tidak lagi bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Pemuda 25 tahun itupun dirumahkan dan menganggur.

 

Saat menganggur itulah Muklis mendapat tawaran jualan sabu-sabu.

 

Singkat cerita, lantaran terdesak ekonomi dan ingin mendapat uang dengan cara mudah, Muklis menerima tawaran tersebut.

 

Tugas Muklis yaitu menempel paket sabu-sabu sesuai perintah bosnya. Terdakwa menerima upah Rp50 ribu per lokasi.

 

Namun, sepak terang Muklis segera terendus polisi.

 

Iapun ditangkap. Dari tangan Muklis, polisi mengamankan 25 paket sabu seberat 15 gram. Dalam sidang daring di PN Denpasar, JPU menuntut Muklis 12 tahun penjara.

 

Baca Juga:  17 Korban Hilang Belum Ditemukan, Tim Hentikan Pencarian Hari Ini

“Selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa juga dituntut denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” kata Aji Silaban, pengacara yang mendampingi terdakwa, Senin (2/8).

 

“Untuk pasal, JPU menggunakan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika,” imbuh pengacara muda asal Medan, itu. Aji menyatakan bakal mengajukan pembelaan tertulis.

 

Sebelum ditangkap, terdakwa berangkat dari tempat kosnya menuju Jalan Buana Raya, Padangsambian, Denpasar Barat menumpang ojek online.

 

Sesampainya di sana terdakwa sempat duduk di pinggir jalan sambil menunggu perintah penyerahan dari bosnya.

 

Saat duduk santai itulah tiba-tiba didatangi petugas kepolisian dari satresnarkoba Polresta Denpasar.

 

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa, ditemukan dua paket sabu.

Baca Juga:  LPG Bocor, Pegawai Kabur Tinggalkan Kompor Nyala, Outlet JFC Terbakar

 

Terdakwa juga mengaku masih menyimpan sabu di kamar kosnya di Jalan Trengguli, Penatih, Denpasar Timur.

 

Berdasarkan keterangan itu, petugas kepolisian membawa terdakwa ke kosnya. 

 

Ternyata benar, di dalam kos terdakwa ditemukan 23 paket sabu siap edar. 


DENPASAR– Sejak pandemi Covid-19, Akhmad Muklis tidak lagi bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Pemuda 25 tahun itupun dirumahkan dan menganggur.

 

Saat menganggur itulah Muklis mendapat tawaran jualan sabu-sabu.

 

Singkat cerita, lantaran terdesak ekonomi dan ingin mendapat uang dengan cara mudah, Muklis menerima tawaran tersebut.

 

Tugas Muklis yaitu menempel paket sabu-sabu sesuai perintah bosnya. Terdakwa menerima upah Rp50 ribu per lokasi.

 

Namun, sepak terang Muklis segera terendus polisi.

 

Iapun ditangkap. Dari tangan Muklis, polisi mengamankan 25 paket sabu seberat 15 gram. Dalam sidang daring di PN Denpasar, JPU menuntut Muklis 12 tahun penjara.

 

Baca Juga:  Geger! ABK asal Majalengka Tewas Bunuh Diri di Atas Kapal di Denpasar

“Selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa juga dituntut denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” kata Aji Silaban, pengacara yang mendampingi terdakwa, Senin (2/8).

 

“Untuk pasal, JPU menggunakan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika,” imbuh pengacara muda asal Medan, itu. Aji menyatakan bakal mengajukan pembelaan tertulis.

 

Sebelum ditangkap, terdakwa berangkat dari tempat kosnya menuju Jalan Buana Raya, Padangsambian, Denpasar Barat menumpang ojek online.

 

Sesampainya di sana terdakwa sempat duduk di pinggir jalan sambil menunggu perintah penyerahan dari bosnya.

 

Saat duduk santai itulah tiba-tiba didatangi petugas kepolisian dari satresnarkoba Polresta Denpasar.

 

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa, ditemukan dua paket sabu.

Baca Juga:  Penyelundup Ganja 4,8 Kg Dalam Pakaian Bekas ke Bali Dituntut 15 Tahun

 

Terdakwa juga mengaku masih menyimpan sabu di kamar kosnya di Jalan Trengguli, Penatih, Denpasar Timur.

 

Berdasarkan keterangan itu, petugas kepolisian membawa terdakwa ke kosnya. 

 

Ternyata benar, di dalam kos terdakwa ditemukan 23 paket sabu siap edar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/