alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Fix! Bupati Instruksikan Pecat Oknum THL Disdukcapil Gianyar

GIANYAR-Kasus penerbitan akta cerai palsu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar akhirnya sampai ke telinga bupati.

 

Bahkan, atas kasus pemalsuan akta yang dilakukan oknum tenaga harian lepas (THL) berinisial GDB, Bupati Gianyar Made Mahayastra langsung mengambil tindakan tegas.

 

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar ini langsung menginstruksikan agar oknum THL di Disdukcapil Gianyar itu diberhentikan alias dipecat.

 

“Saya sudah tahu. Tapi belum dapat laporan resmi dari Kadis (Kepala Disdukcapil, red). Nanti saya intruksikan berhentikan saja,” tegas Mahayastra, Kamis (3/9).

 

Bahkan, meskipun THL itu sudah bekerja belasan tahun di Disdukcapil Gianyar, namun bupati menilai, perbuatan GDB masuk dalam kesalahan fatal.

 

“Itu kesalahan fatal. Dan masuk pidana, kami harus tegas,” ujarnya.

 

Selain itu, pihaknya akan menelusuri oknum pegawai tersebut melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Gianyar.

 

Baca Juga:  Tujuh Fakta Pembunuhan Warga Slovakia di Denpasar yang Perlu Diketahui

“Mudah-mudahan tidak terulang kembali,” pintanya.

 

Apalagi menurutnya, akta cerai merupakan dokumen negara. Apabila dipalsukan, bisa berdampak hukum. “Ini adalah akta negara yang dipalsukan. Jika ada pihak yang dirugikan bisa melapor ke polisi,” jelasnya.

 

Ke depannya, selaku bupati, Mahayastra meminta agar Disdukcapil Gianyar bisa berbenah. “Supaya tidak ada lagi kesalahan serupa di kemudian hari. (Akta cerai) ini adalah akta negara yang dipalsukan. Kami harus maksimal memberikan terbaik, THL maupun PNS tidak boleh begitu,” pintanya.

Sementara secera terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Wawan Edy Prastiyo yang mengungkap ke media adanya akta cerai palsu meminta klarifikasi resmi dari Disdukcapil Gianyar.

 

“Kami tunggu klarifikasi dari Disdukcapil,” tegasnya singkat.

 

Wawan membeberkan, kekeliruan yang terjadi di Disdukcapil paling sering adalah menerbitkan akta kelahiran pergantian nama.

 

“Yang paling sering selama ini terkait ganti nama (pada Akta Kelahiran, red). Capil (Disdukcapil) mengeluarkan ganti nama tanpa penetapan pengadilan,” beber Wawan.

Baca Juga:  [Viral] Curi CD dan Bra di Canggu, Dua Turis Asal Spanyol Diamankan

 

Jalan pintas itu menemui kendala ketika orang tersebut hendak mengurus pasport untuk bepergian ke luar negeri. “Baru (setelah tidak bisa urus pasport, red) ngurus permohonan ganti nama ke pengadilan,” jelasnya.

 

Semestinya, lanjut Wawan, Disdukcapil tidak bisa membuat akta kelahiran pergantian nama tanpa adanya penetapan pengadilan. “Selama ini kami masih toleransi kalau terkait ganti nama dalam akta kelahiran,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Disdukcapil Gianyar menerbitkan akta cerai palsu pada 17 Agustus 2020.

 

Selain terbit hari libur, pada akta cerai mencatumkan nomor perkara cerai di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

 

Padahal, nomor perkara yang dicatut belum disidangkan. Bahkan, nama yang mengajukan cerai beda dengan nomor di PN.

 

Atas kasus ini, pihak Disdukcapil Gianyar langsung mencabut akta cerai bodong itu. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai THL berinisial GDB 



GIANYAR-Kasus penerbitan akta cerai palsu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar akhirnya sampai ke telinga bupati.

 

Bahkan, atas kasus pemalsuan akta yang dilakukan oknum tenaga harian lepas (THL) berinisial GDB, Bupati Gianyar Made Mahayastra langsung mengambil tindakan tegas.

 

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar ini langsung menginstruksikan agar oknum THL di Disdukcapil Gianyar itu diberhentikan alias dipecat.

 

“Saya sudah tahu. Tapi belum dapat laporan resmi dari Kadis (Kepala Disdukcapil, red). Nanti saya intruksikan berhentikan saja,” tegas Mahayastra, Kamis (3/9).

 

Bahkan, meskipun THL itu sudah bekerja belasan tahun di Disdukcapil Gianyar, namun bupati menilai, perbuatan GDB masuk dalam kesalahan fatal.

 

“Itu kesalahan fatal. Dan masuk pidana, kami harus tegas,” ujarnya.

 

Selain itu, pihaknya akan menelusuri oknum pegawai tersebut melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Gianyar.

 

Baca Juga:  Buka Warung, Janda Empat Anak di Terminal Cargo Diperkosa Duda

“Mudah-mudahan tidak terulang kembali,” pintanya.

 

Apalagi menurutnya, akta cerai merupakan dokumen negara. Apabila dipalsukan, bisa berdampak hukum. “Ini adalah akta negara yang dipalsukan. Jika ada pihak yang dirugikan bisa melapor ke polisi,” jelasnya.

 

Ke depannya, selaku bupati, Mahayastra meminta agar Disdukcapil Gianyar bisa berbenah. “Supaya tidak ada lagi kesalahan serupa di kemudian hari. (Akta cerai) ini adalah akta negara yang dipalsukan. Kami harus maksimal memberikan terbaik, THL maupun PNS tidak boleh begitu,” pintanya.

Sementara secera terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Wawan Edy Prastiyo yang mengungkap ke media adanya akta cerai palsu meminta klarifikasi resmi dari Disdukcapil Gianyar.

 

“Kami tunggu klarifikasi dari Disdukcapil,” tegasnya singkat.

 

Wawan membeberkan, kekeliruan yang terjadi di Disdukcapil paling sering adalah menerbitkan akta kelahiran pergantian nama.

 

“Yang paling sering selama ini terkait ganti nama (pada Akta Kelahiran, red). Capil (Disdukcapil) mengeluarkan ganti nama tanpa penetapan pengadilan,” beber Wawan.

Baca Juga:  OMG! Hakim Sudah Vonis Bebas, JPU Ngotot Sidangkan Dadong Reji

 

Jalan pintas itu menemui kendala ketika orang tersebut hendak mengurus pasport untuk bepergian ke luar negeri. “Baru (setelah tidak bisa urus pasport, red) ngurus permohonan ganti nama ke pengadilan,” jelasnya.

 

Semestinya, lanjut Wawan, Disdukcapil tidak bisa membuat akta kelahiran pergantian nama tanpa adanya penetapan pengadilan. “Selama ini kami masih toleransi kalau terkait ganti nama dalam akta kelahiran,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Disdukcapil Gianyar menerbitkan akta cerai palsu pada 17 Agustus 2020.

 

Selain terbit hari libur, pada akta cerai mencatumkan nomor perkara cerai di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

 

Padahal, nomor perkara yang dicatut belum disidangkan. Bahkan, nama yang mengajukan cerai beda dengan nomor di PN.

 

Atas kasus ini, pihak Disdukcapil Gianyar langsung mencabut akta cerai bodong itu. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai THL berinisial GDB 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/