alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Narkoba Merajalela saat Pandemi, BNN: Mayoritas Transaksi Via Online

GIANYAR – Peredaran narkoba saat pandemi covid-19 ternyata tidak berpengaruh. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, transaksi jual-beli narkoba justru mengalami peningkatan.

Caranya kini via online. “Di masa pandemi ini peredaran (narkoba, red) tidak lagi di tempat-tempat umum. Tetapi melalui agen online yang ada,” ujar kepala BNNK asal Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung itu.

Dia mengaku, barang dipesan, lalu dikirim lewat jasa pengiriman. “Dikirim dari orangnya. Dan pemesan disuruh ambil di agen online,” bebernya.

Adanya pola baru tersebut, pihaknya sedikit terkendala dalam mendeteksi penyebaran narkoba. Sebab, transaksi dilakukan terlebih dahulu.

“Barang itu sudah ada padanya. Sedangkan mereka transaksi secara online,” ungkapnya. Meski begitu, BNNK Gianyar berupaya untuk memberantas peredaran narkoba via online tersebut.

Baca Juga:  Kontak Erat dengan Pasien Covid, Tolak Swab, Kapolsek Turun Tangan

“Kami masih pelajari celah itu dan mengungkapnya secara IT. Karena kejahatan sudah maju kami harus selangkah lebih maju,” tegasnya.

Alit Adnyana menambahkan, kejahatan narkoba bak gunung es. Dimana permukaannya terlihat kecil. Ternyata di dasarnya sangatlah lebih besar.

Sehingga beberapa langkah telah dilakukan pihaknya, salah satunya dengan cara sosialisasi melalui media sosial.

“Kami tetap berikan sosialisasikan meski di tengah pandemi bergerak melalui media sosial. Karena ancaraman narkoba itu tidak main-main dan sangat serius,” jelasnya.

Dia mengandaikan, narkoba merusak sebuah pohon. “Rusak dari akar hingga ke batangnya. Terlebih sekarang isi sel tahanan

sekitar 60 sampai 65 persen isinya adalah kejahatan kasus narkoba. Baik itu pengedar, bandar, hingga pengguna ,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Duh Heboh Lagi, Viral Video Wik wik Selebgram Beredar Luas di Bali


GIANYAR – Peredaran narkoba saat pandemi covid-19 ternyata tidak berpengaruh. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, transaksi jual-beli narkoba justru mengalami peningkatan.

Caranya kini via online. “Di masa pandemi ini peredaran (narkoba, red) tidak lagi di tempat-tempat umum. Tetapi melalui agen online yang ada,” ujar kepala BNNK asal Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung itu.

Dia mengaku, barang dipesan, lalu dikirim lewat jasa pengiriman. “Dikirim dari orangnya. Dan pemesan disuruh ambil di agen online,” bebernya.

Adanya pola baru tersebut, pihaknya sedikit terkendala dalam mendeteksi penyebaran narkoba. Sebab, transaksi dilakukan terlebih dahulu.

“Barang itu sudah ada padanya. Sedangkan mereka transaksi secara online,” ungkapnya. Meski begitu, BNNK Gianyar berupaya untuk memberantas peredaran narkoba via online tersebut.

Baca Juga:  Ya Tuhan, Larikan Istri Orang, Wartawan Gadungan Dipolisikan

“Kami masih pelajari celah itu dan mengungkapnya secara IT. Karena kejahatan sudah maju kami harus selangkah lebih maju,” tegasnya.

Alit Adnyana menambahkan, kejahatan narkoba bak gunung es. Dimana permukaannya terlihat kecil. Ternyata di dasarnya sangatlah lebih besar.

Sehingga beberapa langkah telah dilakukan pihaknya, salah satunya dengan cara sosialisasi melalui media sosial.

“Kami tetap berikan sosialisasikan meski di tengah pandemi bergerak melalui media sosial. Karena ancaraman narkoba itu tidak main-main dan sangat serius,” jelasnya.

Dia mengandaikan, narkoba merusak sebuah pohon. “Rusak dari akar hingga ke batangnya. Terlebih sekarang isi sel tahanan

sekitar 60 sampai 65 persen isinya adalah kejahatan kasus narkoba. Baik itu pengedar, bandar, hingga pengguna ,” pungkasnya. 

Baca Juga:  8 Desa di Gianyar Rawan Peredaran Narkoba, Ini Langkah BNNK

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/