alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Lelaki di Klungkung Ini Mengaku Terangsang saat Anak Angkat Tidur

SEMARAPURA – TY, lelaki yang tinggal di Desa Kampung Gelgel Klungkung mencabuli anak angkatnya, ANP yang baru berusia 12 tahun.

 

Kepada penyidik di Polres Klungkung, lelaki berusia 41 tahun ini memberikan dalih mengapa sampai menyetubuhi anak angkat yang juga keponakannya tersebut.

 

Lelaki asal Probolinggo mengaku mencabuli anak angkatnya lantaran terangsang saat sedang tidur bersama dalam satu kamar tidur.

“Saya menyetubuhi dua kali di bulan Januari,” aku TY di hadapan wartawan di Mapolres Klungkung, Kamis (2/9).

TY juga mengaku bahwa dia mencabuli ANP lantaran tidak kunjung memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah.

 

Diketahui, TY, mencabuli anak angkatnya yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu hingga hamil. Bahkan, kandungan dari ANP sudah memasuki usia tujuh bulan.

Baca Juga:  Miris! Dulu Omzet Rp20 Juta, Saat Pandemi Rp1 Juta, Tutup karena PPKM

 

Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana di Mapolres Klungkung, Kamis (2/9) menuturkan, kasus pencabulan itu terungkap ketika istri pelaku yang juga ibu angkat korban melihat ada keanehan pada tubuh ANP.

 

Sehingga akhirnya diperiksa dan terungkap bahwa ANP telah mengandung tujuh bulan.

 

“Yang mana kehamilan ANP itu akibat ulah ayah angkatnya sendiri,” jeas Dhanu.

 

Ibu kandung korban pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Klungkung. Polisi pun melakukan penyelidikan dan menjadikan pengumpul rongsokan itu sebagai tersangka.

 

Namun, sebelum ditangkap, dia sempat melarikan diri hingga satu minggu lamanya. Dia akhirnya berhasil ditangkap di Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar, Jumat (13/8).

 

Menurut Dhanu, korban adalah keponakan pelaku yang diangkat sebagai anak lantaran pelaku dan istrinya tidak kunjung dikaruniai anak.

Baca Juga:  Usia Uzur, Perbaikan Kapal Roro Nusa Penida Tak Kunjung Selesai

 

Selama ini, korban, pelaku dan istri pelaku tidur bersama di satu kamar. Dari penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa pelaku mencabuli korban bukan dua kali, melainkan sampai tiga kali dan akhirnya hamil.

 

Perbuatan pelaku dilakukan di kamar mereka, antara Januari-Maret 2021. Menurut polisi, tidak ada pengancaman, melainkan pelaku menggunakan modus bujuk rayu untuk menyetubuhi korban. Sedangkan korban belum mengetahui bahwa perbuatan pelaku itu bentuk kekerasan seksual.

 

Atas perbuatan tersebut, Dhanu mengungkapkan pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak.

 

“Dengan ancaman penjara paling ingat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tandasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

SEMARAPURA – TY, lelaki yang tinggal di Desa Kampung Gelgel Klungkung mencabuli anak angkatnya, ANP yang baru berusia 12 tahun.

 

Kepada penyidik di Polres Klungkung, lelaki berusia 41 tahun ini memberikan dalih mengapa sampai menyetubuhi anak angkat yang juga keponakannya tersebut.


 

Lelaki asal Probolinggo mengaku mencabuli anak angkatnya lantaran terangsang saat sedang tidur bersama dalam satu kamar tidur.

“Saya menyetubuhi dua kali di bulan Januari,” aku TY di hadapan wartawan di Mapolres Klungkung, Kamis (2/9).

TY juga mengaku bahwa dia mencabuli ANP lantaran tidak kunjung memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah.

 

Diketahui, TY, mencabuli anak angkatnya yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu hingga hamil. Bahkan, kandungan dari ANP sudah memasuki usia tujuh bulan.

Baca Juga:  Sering Ada Pencurian, Polisi Pelototi Pasar Galiran Jelang Galungan

 

Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana di Mapolres Klungkung, Kamis (2/9) menuturkan, kasus pencabulan itu terungkap ketika istri pelaku yang juga ibu angkat korban melihat ada keanehan pada tubuh ANP.

 

Sehingga akhirnya diperiksa dan terungkap bahwa ANP telah mengandung tujuh bulan.

 

“Yang mana kehamilan ANP itu akibat ulah ayah angkatnya sendiri,” jeas Dhanu.

 

Ibu kandung korban pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Klungkung. Polisi pun melakukan penyelidikan dan menjadikan pengumpul rongsokan itu sebagai tersangka.

 

Namun, sebelum ditangkap, dia sempat melarikan diri hingga satu minggu lamanya. Dia akhirnya berhasil ditangkap di Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar, Jumat (13/8).

 

Menurut Dhanu, korban adalah keponakan pelaku yang diangkat sebagai anak lantaran pelaku dan istrinya tidak kunjung dikaruniai anak.

Baca Juga:  Viral, Wanita Pengguna Motor Dikejar Begal Payudara

 

Selama ini, korban, pelaku dan istri pelaku tidur bersama di satu kamar. Dari penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa pelaku mencabuli korban bukan dua kali, melainkan sampai tiga kali dan akhirnya hamil.

 

Perbuatan pelaku dilakukan di kamar mereka, antara Januari-Maret 2021. Menurut polisi, tidak ada pengancaman, melainkan pelaku menggunakan modus bujuk rayu untuk menyetubuhi korban. Sedangkan korban belum mengetahui bahwa perbuatan pelaku itu bentuk kekerasan seksual.

 

Atas perbuatan tersebut, Dhanu mengungkapkan pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak.

 

“Dengan ancaman penjara paling ingat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/