alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dituding Gabeng Tangani Bebotoh, Kapolres Buleleng: Kami Profesional !

SINGARAJA-Penanganan proses hukum judi tajen atau sabung ayam di Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Meski tim gabungan dari Satgas Covid-19 Buleleng sempat mengamankan dan memeriksa 2 (Dua) orang yang diduga sebagai penyelenggara judi tajen. Namun hingga saat ini, kelanjutan proses hukum keduanya juga masih belum jelas alias gabeng.

Bahkan, status kedua penyelenggara tajen, yakni  Gusti Bagus S alias Balon, 44; dan Gusti Kompyang Adnyana alias Gusti Alat, 42; (Keduanya warga Banjar Dinas Taman Sari, Desa Tinga-Tinga) yang sebelumnya sempat diamankan petugas juga belum dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Padahal, sesaat setelah diamankan, Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto sebelumnya sempat mengatakan, bahwa saat gelaran judi tajen di Tinga-Tinga dan diikuti sekitar 100-an lebih bebotoh jelas-jelas melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga:  Duo Oknum Pegawai Paksa Pelajar SMK Threesome, Fakta Lain Terungkap

Terkait kasus tajen di Tinga-Tinga, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa usai serah terima jabatan (Sertijab) menegaskan, penanganan proses hukum kasus judi tajen di Desa Tingatinga, Kecamatan Gerokgak tetap profesional dan transparan. “Kami profesional,”tegasnya

Bahkan, Polres Buleleng kata AKBP Sinar Subawa akan tetap bersikap tegak lurus sesuai dengan aturan hukum yang ada.

“Dalam melakukan proses hukum tentu ada rambu-rambunya. Ada KUHP di sana, tentu kami harus pedomani. Saya juga sudah minta kepada kasat Reskrim agar kasus ini betul-betul diatensi. Silahkan dibuktikan. Kalau memang terbukti kita tingkatkan ke tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Agar segera kasus dilimpahkan ke kejaksaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, masih soal judi tajen, AKPB Sinar Subawa menyatakan, jika dalam penegakan hukumnya, pihaknya selama ini sudah mengedepankan aturan Pergub Bali No. 46 Tahun 2020 dan Perbup Buleleng Nomor 41 tahun 2020.

Baca Juga:  FSK Buang Bayi dengan Kendarai Motor, Bayi Dibuang Karena Keguguran

Bukti bahwa penegakan hukum terhadap penyelenggaraan tajen di wilayahnya itu sudah berdasar pada Pergub, dibuktikan dengan sudah adanya sejumlah bobotoh yang diproses secara langsung

“Kalau kami sangka dengan Undang-Undang Kekarantinaan. Tentu cek kembali bukti-bukti yang ada. Jadi tahap masih penyelidikan kasus tajen. Belum cukup bukti ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka,” tandasnya. 



SINGARAJA-Penanganan proses hukum judi tajen atau sabung ayam di Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Meski tim gabungan dari Satgas Covid-19 Buleleng sempat mengamankan dan memeriksa 2 (Dua) orang yang diduga sebagai penyelenggara judi tajen. Namun hingga saat ini, kelanjutan proses hukum keduanya juga masih belum jelas alias gabeng.

Bahkan, status kedua penyelenggara tajen, yakni  Gusti Bagus S alias Balon, 44; dan Gusti Kompyang Adnyana alias Gusti Alat, 42; (Keduanya warga Banjar Dinas Taman Sari, Desa Tinga-Tinga) yang sebelumnya sempat diamankan petugas juga belum dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Padahal, sesaat setelah diamankan, Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto sebelumnya sempat mengatakan, bahwa saat gelaran judi tajen di Tinga-Tinga dan diikuti sekitar 100-an lebih bebotoh jelas-jelas melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga:  Antusiasme Tinggi, 222.137 Warga di Buleleng Sudah Tervaksin

Terkait kasus tajen di Tinga-Tinga, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa usai serah terima jabatan (Sertijab) menegaskan, penanganan proses hukum kasus judi tajen di Desa Tingatinga, Kecamatan Gerokgak tetap profesional dan transparan. “Kami profesional,”tegasnya

Bahkan, Polres Buleleng kata AKBP Sinar Subawa akan tetap bersikap tegak lurus sesuai dengan aturan hukum yang ada.

“Dalam melakukan proses hukum tentu ada rambu-rambunya. Ada KUHP di sana, tentu kami harus pedomani. Saya juga sudah minta kepada kasat Reskrim agar kasus ini betul-betul diatensi. Silahkan dibuktikan. Kalau memang terbukti kita tingkatkan ke tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Agar segera kasus dilimpahkan ke kejaksaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, masih soal judi tajen, AKPB Sinar Subawa menyatakan, jika dalam penegakan hukumnya, pihaknya selama ini sudah mengedepankan aturan Pergub Bali No. 46 Tahun 2020 dan Perbup Buleleng Nomor 41 tahun 2020.

Baca Juga:  Mimih Dewa Ratu! Jatuh dari Pohon, Petani dan Tukang Kayu Tewas

Bukti bahwa penegakan hukum terhadap penyelenggaraan tajen di wilayahnya itu sudah berdasar pada Pergub, dibuktikan dengan sudah adanya sejumlah bobotoh yang diproses secara langsung

“Kalau kami sangka dengan Undang-Undang Kekarantinaan. Tentu cek kembali bukti-bukti yang ada. Jadi tahap masih penyelidikan kasus tajen. Belum cukup bukti ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/